Samsung kembali menggebrak pasar menengah dengan memperkenalkan jagoan terbarunya, Samsung Galaxy A57. Membawa semangat “flagship untuk semua”, fitur unggulan Samsung Galaxy A57 kali ini berfokus pada integrasi kecerdasan buatan (Galaxy AI) yang lebih dalam, performa visual yang memukau, dan desain bodi yang secara mengejutkan jauh lebih ramping dibandingkan pendahulunya.
Desain Radikal: Setipis Flagship, Sekuat Tank
Poin utama yang langsung mencuri perhatian adalah dimensinya. Galaxy A57 hadir dengan ketebalan hanya 6,9 mm, angka yang biasanya dipesan khusus untuk lini S-series yang mahal. Meski tipis, Samsung tidak mengorbankan durabilitas. Dengan bingkai aluminium dan perlindungan Gorilla Glass Victus+ di kedua sisi, ponsel ini tetap mengantongi sertifikasi IP67 yang tahan air dan debu.
Secara visual, layar Super AMOLED 6,7 inci miliknya kini mendukung tingkat kecerahan puncak hingga 2.000 nits. Bagi kami di industri film, ini adalah kabar baik; memantau hasil rekaman (monitoring) di bawah terik matahari Jakarta bukan lagi masalah. Dukungan refresh rate 120Hz adaptif memastikan navigasi menu terasa semulus gerakan kamera dolly shot.
Kamera 50MP dengan Sentuhan Galaxy AI 2.0
Sektor fotografi tetap menjadi primadona dalam daftar fitur unggulan Samsung Galaxy A57. Kamera utama 50MP dengan OIS (Optical Image Stabilization) kini didampingi oleh sensor ultrawide 13MP yang lebih tajam. Namun, bintang aslinya adalah sistem pemrosesan gambarnya.
Berkat integrasi Galaxy AI 2.0, pengguna kini memiliki akses ke fitur Generative Edit dan Portrait Studio langsung dari galeri. Samsung juga menyematkan kemampuan perekaman video 10-bit HDR, memberikan rentang dinamis warna yang lebih luas bagi para videografer seluler. Fitur Nightography yang ditingkatkan memungkinkan pengambilan gambar minim cahaya dengan noise yang sangat rendah, mirip dengan tekstur film seluloid di kondisi remang.
Performa Exynos 1680 dan Daya Tahan Baterai
Di balik kap mesinnya, Galaxy A57 ditenagai oleh chipset Exynos 1680 (4nm). Arsitektur terbaru ini tidak hanya menawarkan peningkatan performa CPU hingga 20%, tetapi juga efisiensi daya yang luar biasa. Didukung oleh RAM hingga 12GB, melakukan penyuntingan video 4K di aplikasi seperti LumaFusion terasa sangat lancar tanpa kendala panas berlebih (overheating).
Meskipun bodinya menipis, Samsung secara ajaib tetap mampu menanamkan baterai 5.000 mAh. Peningkatan yang paling dinanti akhirnya tiba: dukungan Super Fast Charging 45W. Pengguna hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk mengisi daya dari 0% ke 60%, sebuah efisiensi waktu yang krusial bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.
Harga dan Ketersediaan
Samsung Galaxy A57 dijadwalkan meluncur di pasar Indonesia pada akhir kuartal pertama 2026. Prediksi harga untuk varian dasar (8/256GB) berada di angka Rp6.499.000, sementara varian tertinggi (12/256GB) diperkirakan menyentuh Rp6.999.000.
Dengan kombinasi desain estetis, fitur AI yang cerdas, dan spesifikasi kamera yang mumpuni, Galaxy A57 tampaknya siap mempertahankan takhta Samsung sebagai penguasa pasar mid-range tahun ini. Bagi Anda yang mencari perangkat harian dengan kemampuan “sinematik” yang solid, ponsel ini layak masuk dalam daftar belanja Anda.
