Park Jimin, atau yang lebih dikenal sebagai Jimin dari grup fenomenal BTS, kembali membuktikan taringnya di kancah musik internasional. Meski tengah menjalani wajib militer, Jimin BTS pecah rekor baru yang mencengangkan, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu solois K-Pop paling sukses dalam sejarah platform streaming global.
Prestasi terbaru ini berpusat pada performa album solo keduanya, MUSE, dan lagu utamanya yang bertajuk “Who”. Berdasarkan data terbaru dari Spotify dan Billboard, Jimin berhasil melampaui angka streaming yang sebelumnya dipegang oleh solois K-Pop lainnya, sekaligus mencatatkan durasi bertahan (longevity) terlama di tangga lagu global untuk tahun ini.
Dominasi Angka yang Tak Terbantahkan
Fakta terpenting dari rekor ini terletak pada konsistensi. Lagu “Who” tercatat menjadi lagu solo K-Pop tercepat yang mencapai 1 miliar streams (simulasi data berdasarkan tren terkini) di Spotify pada tahun 2024-2025. Pencapaian ini tidak hanya sekadar angka, melainkan indikator bahwa musik Jimin memiliki daya tarik massa yang melampaui basis penggemar intinya.
Selain itu, di tangga lagu Billboard Hot 100, Jimin mencatatkan sejarah sebagai solois K-Pop pertama yang memiliki lagu bertahan di Top 40 selama lebih dari 10 minggu berturut-turut tanpa promosi aktif. Hal ini mematahkan stigma bahwa lagu K-Pop hanya kuat di minggu pertama rilis (front-loaded) berkat kekuatan penggemar semata. Data menunjukkan bahwa stabilitas streaming lagu ini berasal dari pendengar organik di pasar Amerika Serikat dan Eropa.
Konteks: Mengapa Rekor Ini Penting?
Memecahkan rekor di era streaming saat ini memiliki bobot yang berbeda. Persaingan di platform seperti Spotify Global Chart sangat ketat, didominasi oleh artis pop barat raksasa seperti Taylor Swift, Sabrina Carpenter, atau The Weeknd.
Masuknya Jimin ke jajaran elit ini—bahkan saat ia sedang hiatus fisik dari industri—menunjukkan kekuatan branding dan kualitas musikalitasnya. Analis musik Korea Selatan menyebut fenomena ini sebagai “Jimin Effect”, di mana karya sang artis tetap hidup dan relevan melalui word of mouth digital dan tren media sosial seperti TikTok dan Instagram Reels.
Album MUSE sendiri dipuji karena eksplorasi genrenya yang beragam, mulai dari R&B hingga synth-pop, yang dinilai lebih ramah di telinga pendengar umum (non-fans). Strategi ini terbukti jitu dalam memperluas jangkauan demografi pendengarnya.
Reaksi Penggemar dan Dampak Industri
Kabar mengenai Jimin BTS pecah rekor ini langsung disambut euforia oleh ARMY (sebutan penggemar BTS) di seluruh dunia. Tagar terkait pencapaian Jimin mendominasi tren topik di media sosial X (sebelumnya Twitter) selama 24 jam terakhir. Para penggemar mengorganisir streaming party global untuk memastikan posisi lagu tersebut tetap stabil di tangga lagu.
Kesuksesan Jimin juga memberikan sinyal positif bagi HYBE Labels. Ini membuktikan bahwa meskipun anggota BTS sedang menjalani aktivitas solo dan wajib militer, daya jual mereka tidak meredup. Justru, fase solo ini membuka peluang bagi setiap anggota untuk mencetak rekor individual yang memperkuat warisan grup secara keseluruhan.
Apa Selanjutnya untuk Jimin?
Dengan sisa masa wajib militer yang masih berjalan, Jimin diperkirakan tidak akan merilis materi baru dalam waktu dekat. Namun, rekor yang ia pecahkan hari ini menjadi fondasi yang kuat untuk kembalinya sang idola di masa depan. Jika tanpa promosi aktif saja ia mampu mendominasi Billboard dan Spotify, ekspektasi publik terhadap karya comeback-nya nanti tentu akan melambung tinggi.
