Seberapa Akurat Film Midway? Analisis Fakta Sejarah vs Dramatisasi Hollywood

goodside
4 Min Read

Pertanyaan mengenai seberapa akurat film Midway garapan Roland Emmerich (2019) sering muncul di kalangan penggemar sejarah militer. Berbeda dengan banyak film perang Hollywood yang sering kali mengorbankan fakta demi drama, Midway ternyata menonjol sebagai salah satu film perang paling setia pada catatan sejarah aslinya, meski tetap memiliki beberapa sentuhan sinematik yang hiperbolis.

Secara keseluruhan, sejarawan memuji film ini karena keberhasilannya merangkum peristiwa kompleks antara pengeboman Pearl Harbor hingga titik balik di Atol Midway dengan presisi yang mengagumkan. Film ini tidak hanya memotret strategi besar di ruang komando, tetapi juga detail teknis di kokpit pesawat pengebom tukik (dive bomber).

Ketepatan Sosok Dick Best dan Intelijen

Salah satu poin paling krusial dalam menilai seberapa akurat film Midway adalah penggambaran sosok Richard “Dick” Best yang diperankan Ed Skrein. Dalam film, Best digambarkan berhasil mengebom dua kapal induk Jepang dalam satu hari. Meskipun terdengar seperti fiksi pahlawan super, hal ini adalah fakta sejarah yang tercatat. Best memang melumpuhkan kapal induk Akagi dan kemudian ikut serta dalam serangan yang menenggelamkan Hiryu di hari yang sama.

Selain itu, peran tim intelijen yang dipimpin oleh Edwin Layton dan Joseph Rochefort digambarkan dengan sangat akurat. Adegan di mana mereka berhasil menjebak sandi Jepang dengan laporan palsu mengenai kerusakan mesin penjernih air di Midway adalah strategi nyata yang memang terjadi. Film ini dengan tepat menunjukkan bahwa kemenangan Amerika bukan hanya soal keberanian, tapi kemenangan dalam perang informasi.

Detail Teknis dan Visualisasi Pertempuran

Dari sisi teknis, tim produksi Midway melakukan riset mendalam terhadap detail kapal dan pesawat. Penggambaran kapal induk kelas Yorktown milik AS dan empat kapal induk Jepang (Akagi, Kaga, Soryu, Hiryu) dibuat berdasarkan cetak biru asli. Cara pilot dive bomber SBD Dauntless melakukan manuver menukik tajam dari ketinggian ribuan kaki hingga melepaskan bom pada titik kritis adalah representasi visual terbaik yang pernah dibuat dalam sejarah sinema perang.

Namun, untuk menambah ketegangan, terdapat beberapa dramatisasi. Misalnya, kepadatan tembakan antipesawat (flak) dan kedekatan antarpesawat di udara sering kali digambarkan terlalu rapat dibandingkan kenyataan lapangan demi estetika visual CGI. Namun, hal ini dianggap wajar untuk memberikan sensasi bahaya yang dirasakan oleh para pilot saat itu.

Menghindari Stereotip

Aspek lain yang memperkuat akurasi film ini adalah pendekatannya terhadap pihak Kekaisaran Jepang. Film ini memberikan penghormatan kepada Laksamana Isoroku Yamamoto dan Laksamana Muda Tamon Yamaguchi sebagai perwira yang kompeten dan terhormat, bukan sekadar penjahat satu dimensi. Momen di mana Yamaguchi memilih untuk tenggelam bersama kapalnya adalah kejadian nyata yang menambah bobot emosional dan historis pada narasi film.

Jika ditanya seberapa akurat film Midway, jawabannya adalah sekitar 80-90%. Film ini berhasil menghindari jebakan romansa yang tidak perlu seperti pada film Pearl Harbor (2001) dan tetap fokus pada garis waktu militer yang sebenarnya. Bagi audiens yang menginginkan tontonan yang edukatif sekaligus menghibur, Midway tetap menjadi standar emas dalam genre drama sejarah modern.

TAGGED:
Share This Article
Leave a Comment