Pasar ponsel lipat (foldable) Indonesia dipastikan akan semakin kompetitif di awal tahun 2026. Motorola secara resmi mengonfirmasi kehadiran jagoan terbarunya, Motorola Razr 60, yang dijadwalkan meluncur di tanah air pada 25 Februari 2026 mendatang. Ponsel bergaya clamshell ini membawa peningkatan signifikan pada sektor layar eksternal dan kecerdasan buatan (AI) untuk menantang dominasi pemain lama di segmen lipat vertikal.
Berdasarkan informasi resmi yang dihimpun, Motorola Razr 60 diposisikan sebagai perangkat foldable yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan pengalaman premium. Di Indonesia, perangkat ini diprediksi akan dibanderol dengan harga peluncuran Rp11.999.000, menjadikannya salah satu opsi paling menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke teknologi layar lipat dengan anggaran yang lebih rasional.
Layar LTPO yang Lebih Terang dan Responsif
Daya tarik utama dari spesifikasi Motorola Razr 60 terletak pada panel layar utamanya. Motorola menyematkan layar LTPO AMOLED berukuran 6,9 inci dengan resolusi Full HD Plus (1080 x 2640 piksel). Layar ini sudah mendukung refresh rate adaptif hingga 120Hz dan memiliki tingkat kecerahan puncak mencapai 3.000 nits, memastikan konten tetap terlihat jelas meski di bawah terik matahari langsung.
Tidak hanya di bagian dalam, layar eksternalnya kini jauh lebih fungsional dibandingkan generasi sebelumnya. Dengan ukuran 3,6 inci, pengguna dapat menjalankan hampir semua aplikasi populer, membalas pesan, hingga bernavigasi menggunakan Google Maps tanpa perlu membuka ponsel. Layar sekunder ini juga dilindungi oleh Gorilla Glass Victus untuk ketahanan maksimal terhadap goresan.
Dapur Pacu Dimensity 7400X dan Sentuhan AI
Bergerak ke sektor performa, Motorola Razr 60 ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 7400X (4nm). Chipset ini memang dirancang khusus untuk memberikan efisiensi daya tinggi serta performa AI yang lebih kencang. Dipadukan dengan RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB, perangkat ini berjalan di atas sistem operasi Android 15 dengan antarmuka yang bersih khas Motorola.
Satu hal yang menjadi pembeda tahun ini adalah integrasi Moto AI 2.0. Fitur ini memungkinkan pengguna melakukan pengeditan foto berbasis generatif, perangkuman dokumen secara instan, hingga optimasi baterai yang mempelajari pola pemakaian harian pengguna.
Kamera 50MP dengan OIS dan Daya Tahan Baterai
Untuk urusan fotografi, Motorola Razr 60 mengandalkan kamera utama 50MP yang telah dilengkapi fitur Optical Image Stabilization (OIS) untuk hasil foto dan video yang stabil. Kamera ini ditemani lensa ultra-wide 13MP yang juga berfungsi sebagai lensa makro. Di bagian depan, terdapat kamera swafoto 32MP yang tertanam di lubang layar (punch-hole) layar utama.
Menunjang mobilitas penggunanya, tertanam baterai berkapasitas 4.500 mAh. Kapasitas ini tergolong besar untuk ponsel lipat berdesain ramping dengan ketebalan hanya 7,3 mm saat dibuka. Motorola juga menyertakan dukungan pengisian daya cepat TurboPower 30W melalui kabel dan 15W secara nirkabel (wireless charging).
Sebagai tambahan, Motorola Razr 60 telah mengantongi sertifikasi IP48, yang berarti perangkat ini memiliki ketahanan terhadap debu dan percikan air. Di Indonesia, ponsel ini hadir dalam beberapa pilihan warna ikonik hasil kolaborasi dengan Pantone, termasuk Gibraltar Sea dan Spring Bud.
Dengan spesifikasi yang ditawarkan, Motorola Razr 60 siap menjadi standar baru bagi ponsel lipat di kelas harga “belasan juta” yang mengedepankan keseimbangan antara gaya hidup, performa, dan fungsionalitas AI.
