Samsung secara resmi memperkenalkan seri flagship terbarunya, Galaxy S26, dengan membawa peningkatan signifikan pada sektor kamera. Salah satu fitur yang paling mencuri perhatian para kreator konten adalah Horizontal Lock Samsung Galaxy S26. Fitur ini memungkinkan pengguna merekam video dengan stabilitas ekstrem, di mana garis cakrawala (horizon) tetap sejajar secara sempurna meskipun perangkat diputar hingga 360 derajat.
Peningkatan ini hadir sebagai jawaban atas permintaan pasar akan perangkat all-in-one yang mampu menandingi kualitas kamera aksi (action cam). Dengan integrasi sensor terbaru dan optimasi kecerdasan buatan (AI), Horizontal Lock pada Galaxy S26 bukan sekadar perangkat lunak tambahan, melainkan evolusi dari fitur Super Steady yang kini jauh lebih presisi dan minim distorsi.
Teknologi di Balik Horizontal Lock
Secara teknis, Horizontal Lock Samsung Galaxy S26 bekerja dengan memanfaatkan sensor Ultra-Wide 50MP yang memiliki bidang pandang (Field of View) lebih luas dari generasi sebelumnya. Data dari sensor ini diproses secara real-time oleh NPU (Neural Processing Unit) pada chipset Snapdragon 8 Gen 5 for Galaxy. AI secara cerdas melakukan pemotongan (cropping) dinamis untuk memastikan poros horizontal tetap stabil di tengah bingkai, terlepas dari guncangan atau rotasi tangan pengguna.
Berbeda dengan seri S25 tahun lalu yang masih menyisakan sedikit “guncangan” saat rotasi cepat, S26 menawarkan transisi yang sangat halus. Fitur ini kini juga mendukung resolusi hingga 4K pada 60fps, sebuah peningkatan besar mengingat sebelumnya fitur stabilisasi agresif sering kali terbatas pada resolusi 1080p saja.
Cara Mengaktifkan dan Skenario Penggunaan
Untuk menggunakan fitur ini, pengguna cukup masuk ke aplikasi Kamera, memilih mode Video, dan mengetuk ikon “Super Steady” yang kini memiliki opsi sub-menu untuk mengunci horizontal secara penuh. Fitur ini sangat ideal bagi pengguna yang sering melakukan aktivitas ekstrem seperti bersepeda gunung, vlogging sambil berjalan cepat, atau bahkan merekam dari kendaraan yang bergerak tidak stabil.
Selain stabilitas, Samsung juga menyematkan algoritma anti-blur yang bekerja sinkron dengan Horizontal Lock. Hal ini memastikan bahwa meskipun subjek bergerak cepat, detail pada area pinggir video tetap tajam dan tidak mengalami efek “jelly” yang sering menjadi kelemahan kamera smartphone saat melakukan stabilisasi digital.
Evolusi Videografi Mobile Samsung
Kehadiran fitur ini mempertegas posisi Samsung dalam persaingan ketat dengan Apple dan Google. Jika sebelumnya iPhone unggul dalam konsistensi warna, Samsung kini mencoba mengambil mahkota dalam hal fleksibilitas teknis. Dengan Horizontal Lock Samsung Galaxy S26, batasan antara kamera profesional dan perangkat seluler semakin menipis.
Analis teknologi memprediksi bahwa fitur ini akan menjadi standar baru bagi industri smartphone di tahun 2026. Samsung tidak hanya menjual spesifikasi di atas kertas, tetapi memberikan solusi nyata bagi masalah klasik videografi: tangan yang gemetar dan sudut pandang yang miring.
Saat ini, seluruh lini Galaxy S26—mulai dari varian reguler hingga Ultra—sudah dibekali dengan kemampuan ini. Bagi para pengguna yang sering mengeluhkan hasil video “miring” saat terburu-buru, fitur Horizontal Lock ini adalah alasan kuat untuk mempertimbangkan upgrade tahun ini.
