Industri layar lebar baru saja menutup lembaran tahun 2025 dengan catatan rekor yang mengejutkan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang didominasi oleh pahlawan super live-action, daftar film terlaris sepanjang 2025 menunjukkan pergeseran selera pasar yang signifikan. Secara global, film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2, keluar sebagai jawara mutlak, sementara di kancah domestik, Indonesia mencetak sejarah lewat persaingan dua film yang berhasil menembus angka 10 juta penonton.
Panggung Global: Fenomena Ne Zha 2 dan Kejayaan Disney
Di tingkat internasional, tahun 2025 akan dikenang sebagai tahun di mana film non-Hollywood memimpin perolehan box office. Ne Zha 2 sukses meraup pendapatan fantastis sebesar US$2,24 miliar. Pencapaian ini tidak hanya menjadikannya film terlaris tahun ini, tetapi juga memecahkan rekor sebagai film animasi dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa, menggeser Inside Out 2.
Disney tetap mempertahankan taringnya melalui Zootopia 2 yang mengantongi US$1,59 miliar dan *Avatar: Fire and Ash* yang, meski dirilis di penghujung Desember, telah menembus angka US$1,08 miliar dalam waktu singkat. Berikut adalah lima besar box office global sepanjang 2025:
| Peringkat | Judul Film | Pendapatan Global (Estimasi) |
| 1 | Ne Zha 2 | US$2,24 Miliar |
| 2 | Zootopia 2 | US$1,59 Miliar |
| 3 | Avatar: Fire and Ash | US$1,08 Miliar |
| 4 | Lilo & Stitch (Live-Action) | US$1,03 Miliar |
| 5 | A Minecraft Movie | US$958 Juta |
Sinema Indonesia: Duel 10 Juta Penonton
Beralih ke pasar domestik, prestasi luar biasa ditorehkan oleh sineas tanah air. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, terdapat dua film lokal yang meraih lebih dari 10 juta penonton di tahun yang sama. Agak Laen: Menyala Pantiku! berhasil menutup tahun di posisi puncak dengan total 10,6 juta penonton, unggul tipis dari film animasi fenomenal Jumbo karya Ryan Adriandhy yang meraih 10,2 juta penonton.
Keberhasilan Jumbo menjadi sinyal kuat bahwa kualitas animasi lokal telah mencapai level yang mampu bersaing dengan genre horor yang biasanya mendominasi pasar Indonesia. Sementara itu, genre horor tetap stabil lewat Pabrik Gula (4,7 juta) dan Petaka Gunung Gede (3,2 juta) yang mengisi daftar lima besar.
Analisis Tren: Tahun Emas Animasi
Mengapa animasi begitu mendominasi daftar film terlaris sepanjang 2025? Analisis semantik industri menunjukkan adanya “kelelahan audiens” terhadap formula film pahlawan super konvensional. Penonton tahun ini lebih cenderung memilih konten keluarga yang menawarkan visual imersif dan cerita orisinal atau sekuel yang telah lama dinanti.
Di Indonesia, faktor “kedekatan emosional” dan “nostalgia” menjadi kunci. Agak Laen 2 sukses karena kekuatan komunitas dan karakter yang sudah dikenal, sedangkan Jumbo berhasil karena menawarkan standar teknis baru bagi industri animasi nasional yang selama ini dianggap sebelah mata.
Menatap Tahun 2026
Kesuksesan besar di tahun 2025 memberikan standar tinggi bagi rilisan tahun 2026. Dengan beberapa proyek besar seperti Avengers: Doomsday dan ekspansi universe film horor lokal yang sudah mengantre, persaingan di meja box office diprediksi akan semakin ketat. Namun satu hal yang pasti: penonton kini lebih menghargai kualitas narasi dan inovasi visual di atas sekadar nama besar waralaba.
