Teka-teki mengenai peta perjalanan tur dunia BTS yang paling dinantikan tahun ini mulai terkuak. Menyusul pengumuman jadwal resmi yang akan dirilis pekan depan, sejumlah informasi mengenai lokasi konser BTS 2026 telah beredar di kalangan promotor global. Tur bertajuk “Hwa Yang Yeon Hwa: Forever” ini dipastikan akan memprioritaskan stadion dengan kapasitas minimal 50.000 penonton guna mengakomodasi lonjakan permintaan ARMY setelah masa hiatus panjang grup tersebut.
Korea Selatan akan menjadi titik keberangkatan, di mana Seoul Olympic Stadium dipilih sebagai lokasi pembuka pada Mei 2026. Namun, sorotan utama bagi penggemar di Asia Tenggara tertuju pada Jakarta. Berdasarkan dokumen perencanaan yang diterima oleh beberapa mitra logistik hiburan, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi kandidat tunggal dan terkuat sebagai lokasi konser BTS 2026 di Indonesia. Stadion ini dinilai paling siap dari segi kapasitas maupun standar keamanan internasional untuk produksi panggung yang kompleks.
Dominasi Stadion Ikonik di Amerika dan Eropa
Selain Asia, BTS dijadwalkan akan kembali menguasai stadion-stadion ikonik di belahan dunia barat. Di Amerika Serikat, SoFi Stadium di Los Angeles dan MetLife Stadium di New Jersey dilaporkan telah masuk dalam daftar pemesanan venue untuk musim panas 2026. Pemilihan lokasi ini menunjukkan strategi BigHit Music untuk mempertahankan dominasi BTS di pasar musik global dengan menyasar kapasitas penonton maksimal.
Untuk wilayah Eropa, Wembley Stadium di London dan Stade de France di Paris diprediksi akan kembali menjadi saksi sejarah kembalinya RM dan kawan-kawan. Pemilihan lokasi konser BTS 2026 di stadion-stadion bersejarah ini bukan hanya tentang jumlah kursi, tetapi juga tentang menciptakan narasi “kepulangan sang raja” ke panggung-panggung termegah di dunia.
Kriteria Pemilihan Venue dan Standar Produksi
Sumber internal dari industri pertunjukan menyebutkan bahwa pemilihan lokasi konser BTS 2026 kali ini melibatkan kurasi yang sangat ketat terkait teknologi panggung. Konser ini disebut-sebut akan menggunakan sistem visual augmented reality (AR) dan instalasi lampu kinetik yang membutuhkan struktur atap dan daya listrik stadion yang mumpuni. Hal inilah yang menyebabkan tidak semua kota besar bisa menjadi tuan rumah, melainkan hanya kota dengan infrastruktur stadion kelas satu.
Di Jakarta sendiri, penggunaan SUGBK diprediksi akan mencakup modifikasi area rumput dengan pelindung standar FIFA untuk menampung kategori Festival atau Standing. Pihak pengelola stadion dikabarkan telah menerima jadwal tentatif, meski surat izin resmi biasanya baru akan dipublikasikan setelah kontrak dengan promotor lokal ditandatangani sepenuhnya.
Aksesibilitas dan Panduan Bagi Penggemar
Mengingat lokasi yang dipilih selalu merupakan stadion pusat kota, ARMY disarankan untuk mulai memetakan akomodasi di sekitar venue sejak dini. Untuk lokasi di Jakarta, area Senayan dan sekitarnya diperkirakan akan mengalami lonjakan pemesanan hotel hingga 300% tepat setelah jadwal resmi diumumkan.
BigHit Music menegaskan bahwa detail mengenai denah kursi (seat plan) dan akses transportasi menuju lokasi akan diinformasikan secara terintegrasi melalui aplikasi Weverse. Langkah ini diambil untuk memastikan arus penonton yang ribuan jumlahnya dapat terkelola dengan aman, mengingat skala konser tahun 2026 diprediksi akan menjadi yang terbesar dalam sejarah K-Pop.
