MD Pictures secara resmi memperkenalkan jajaran pemain Janur Ireng, film horor terbaru yang menjadi prekuel dari box office hits Sewu Dino. Menjadi bagian penting dari semesta Trah Pitu karya SimpleMan, film ini menonjolkan jajaran aktor papan atas yang bertugas menghidupkan tragedi kelam perseteruan keluarga Kuncoro dan Atmojo sebelum peristiwa santet seribu hari terjadi.
Pemeran utama yang menjadi sorotan dalam daftar pemain Janur Ireng adalah Marthino Lio. Aktor peraih Piala Citra ini memerankan karakter Sabdo, sosok sentral yang membawa penonton masuk ke dalam lingkaran hitam kutukan keluarga. Penampilan Marthino Lio dianggap sebagai nyawa dari film ini, mengingat karakter Sabdo menuntut intensitas emosional yang tinggi serta transformasi fisik yang signifikan.
Daftar Pemeran Utama dan Karakter
Selain Marthino Lio, film yang disutradarai oleh Kimo Stamboel ini juga mempertemukan talenta-talenta berbakat lainnya. Berikut adalah daftar lengkap pemain Janur Ireng dan peran mereka dalam cerita:
- Marthino Lio sebagai Sabdo: Seorang pria yang terjebak dalam pengabdian gelap dan menjadi saksi hancurnya keluarga Kuncoro.
- Raihaanun sebagai Intan: Karakter wanita kuat yang memiliki keterikatan batin dengan konflik utama di dalam rumah Kuncoro.
- Tora Sudiro sebagai Arjo Kuncoro: Kepala keluarga Kuncoro yang ambisius dan menjadi pemicu utama konflik berdarah di masa lalu.
- Masayu Anastasia sebagai Lasmini: Karakter misterius yang memberikan dimensi horor lebih dalam melalui keterkaitannya dengan ilmu hitam.
- Agni Pratistha sebagai Gayatri: Representasi dari keluarga Atmojo yang memperlihatkan awal mula persaingan antar trah penguasa.
Kehadiran aktor senior seperti Epy Kusnandar juga menambah bobot kualitas akting dalam film ini, memberikan nuansa lokalitas Jawa yang kental sesuai dengan akar cerita yang ditulis oleh SimpleMan.
Menghubungkan Prekuel dengan Semesta Sewu Dino
Secara naratif, pemilihan pemain Janur Ireng tidak dilakukan sembarangan. Produser Manoj Punjabi menyebutkan bahwa setiap aktor dipilih berdasarkan kemampuan mereka untuk mempertahankan kesinambungan cerita (kontinuitas) dengan film Sewu Dino (2023). Hal ini terlihat dari kembalinya beberapa karakter ikonik dalam versi yang lebih muda atau latar waktu yang berbeda.
Kimo Stamboel, sang sutradara, menekankan bahwa Janur Ireng lebih dari sekadar horor biasa. “Kami ingin menunjukkan sisi manusiawi di balik monster-monster yang kita lihat di Sewu Dino. Para pemain di sini harus mampu menerjemahkan rasa sakit, dendam, dan keserakahan yang menjadi asal usul janur ireng itu sendiri,” ujarnya dalam sesi press screening baru-baru ini.
Antusiasme dan Strategi Perilisan
Sejak pengumuman daftar pemain Janur Ireng di media sosial, antusiasme penggemar horor Indonesia melonjak drastis. MD Pictures menargetkan film ini untuk melampaui kesuksesan pendahulunya dengan mengandalkan kekuatan cerita asli SimpleMan yang telah memiliki basis massa jutaan pembaca.
Bagi penonton yang ingin memahami secara utuh teka-teki Trah Pitu, menyaksikan performa para aktor ini adalah hal wajib. Film Janur Ireng saat ini telah tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia dan diprediksi akan menjadi salah satu film horor dengan pendapatan tertinggi di awal tahun 2026.
