Harmoni Mahameru Kembali: Bocoran Soundtrack Sekuel Film 5cm Revolusi Hati dan Deretan Musisi Terlibat

goodside
3 Min Read

JAKARTA – Kekuatan sebuah film petualangan tidak hanya terletak pada visualnya yang megah, tetapi juga pada untaian nada yang mengiringi setiap langkah karakternya. Memasuki fase produksi yang semakin intens, sorotan publik kini tertuju pada soundtrack sekuel film 5cm: revolusi hati. Mengingat film pertamanya sukses menciptakan anthem nasional bagi para pendaki, ekspektasi terhadap lagu tema kali ini berada pada level yang sangat tinggi.

Kabar terbaru dari pihak produksi membocorkan bahwa aransemen musik untuk sekuel ini akan mengusung konsep “Nostalgia Modern”. Fokus utamanya adalah menciptakan lagu tema yang mampu menjembatani kenangan penonton di tahun 2012 dengan semangat baru di tahun 2026. Soundtrack sekuel film 5cm: revolusi hati diprediksi akan kembali melibatkan kolaborasi dengan grup band legendaris yang sebelumnya telah identik dengan identitas visual film ini, yakni Nidji.

Meskipun terdapat perubahan formasi dalam band tersebut sejak film pertama dirilis, kehadiran Nidji dengan warna musik british pop yang megah dianggap tetap menjadi kunci utama untuk menjaga kontinuitas emosional. Namun, tidak hanya berhenti di situ, beberapa musisi indie-folk dan solois pendatang baru yang tengah naik daun juga dikabarkan akan mengisi daftar lagu (tracklist) dalam album Original Soundtrack (OST) ini guna memberikan nuansa yang lebih intim dan dewasa, sesuai dengan tema “Revolusi Hati”.

Secara struktur naratif, musik dalam sekuel ini akan dibagi menjadi dua bagian besar. Bagian pertama adalah lagu-lagu bertempo cepat (upbeat) yang melambangkan semangat petualangan dan ambisi. Sementara bagian kedua akan lebih banyak diisi oleh instrumen akustik dan orkestrasi minimalis untuk mendukung adegan-adegan introspektif dan konflik batin yang dialami oleh Genta, Riani, dan kawan-kawan. Pergeseran ini menunjukkan bahwa soundtrack sekuel film 5cm: revolusi hati ingin menangkap kedewasaan para karakternya yang kini tidak lagi hanya mengejar puncak gunung, tetapi juga ketenangan hati.

Pentingnya elemen musik ini juga terlihat dari rencana strategis rumah produksi untuk merilis lagu tema utama (lead single) beberapa bulan sebelum filmnya tayang di bioskop. Strategi ini terbukti efektif pada film pertama dalam membangun antusiasme massa. Selain itu, keterlibatan penata musik peraih penghargaan dipastikan akan memberikan dimensi sinematik yang lebih tebal, memastikan setiap petikan gitar dan dentum drum selaras dengan keindahan lanskap alam yang ditampilkan.

Bagi para penikmat musik dan film, kehadiran OST ini juga menjadi indikator kualitas dari film itu sendiri. Musik sering kali menjadi “pintu masuk” bagi calon penonton sebelum mereka memutuskan untuk pergi ke bioskop. Dengan integrasi ke platform streaming musik utama, diharapkan lagu-lagu dari sekuel ini akan kembali merajai tangga lagu dan menjadi playlist wajib bagi para pencinta alam dan mereka yang sedang berjuang mewujudkan impian.

Sebagai artikel pilar, pembahasan mengenai musik ini akan membuka ruang bagi artikel-artikel turunan lainnya. Informasi mengenai lirik lagu, makna di balik melodi, hingga proses rekaman di studio akan menjadi konten yang sangat dicari seiring dengan semakin dekatnya tanggal perilisan resmi film tersebut.

Share This Article
Leave a Comment