Turnamen kasta tertinggi Mobile Legends: Bang Bang, M8 World Championship, resmi memasuki babak knockout pada akhir Januari 2026 ini. Ribuan penggemar dari seluruh penjuru dunia memadati arena untuk menyaksikan perebutan takhta tim esports terbaik sejagat, di mana dominasi tim-tim Asia Tenggara kini mulai mendapatkan tantangan serius dari region MENA (Middle East North Africa) dan Amerika Utara.
Panggung M8 tahun ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya sejak kompetisi M-Series dimulai, komposisi tim di babak delapan besar menunjukkan diversifikasi yang signifikan. Tidak lagi hanya didominasi oleh perwakilan Indonesia dan Filipina, tim-tim kejutan seperti perwakilan dari Riyadh dan New York berhasil menembus papan atas, membuktikan bahwa ekosistem kompetitif MLBB telah merata secara global.
“Kita sedang melihat pergeseran peta kekuatan. Jika dahulu kita bicara tentang mekanik individu, di M8 ini kita bicara tentang kedalaman strategi dan adaptasi terhadap patch terbaru yang sangat dinamis,” ujar salah satu analis esports internasional saat ditemui di media center kemarin.
Di tengah persaingan yang sengit, tim-tim besar asal Indonesia tetap menunjukkan taringnya. Strategi “Solidarity Defense” yang menjadi tren di turnamen kali ini terbukti efektif meredam agresi lawan. Namun, tantangan terberat datang dari sang juara bertahan asal Filipina yang masih menunjukkan disiplin objektif yang nyaris sempurna. Pertemuan antara kedua rival abadi ini di babak upper bracket diprediksi akan memecahkan rekor peak concurrent viewers tahun sebelumnya.
Selain sisi kompetisi, M8 MLBB 2026 juga mencatatkan sejarah dalam hal total hadiah (prize pool). Dengan dukungan sponsor teknologi global dan integrasi in-game event yang masif, total hadiah tahun ini mencapai angka fantastis yang semakin mengukuhkan posisi MLBB sebagai pemimpin pasar mobile esports. Penggunaan teknologi AR (Augmented Reality) dalam siaran langsungnya pun memberikan pengalaman menonton yang belum pernah ada sebelumnya bagi jutaan pemirsa daring.
Memasuki fase penentuan, fokus kini tertuju pada konsistensi para pemain di bawah tekanan mental yang tinggi. Kelelahan fisik akibat jadwal yang padat dan tekanan dari ribuan penonton di arena menjadi faktor non-teknis yang akan menentukan siapa yang layak mengangkat trofi M8.
Turnamen akan terus berlangsung hingga partai puncak yang dijadwalkan pada akhir pekan ini. Bagi para penggemar yang tidak dapat hadir secara langsung, seluruh rangkaian pertandingan disiarkan melalui platform streaming resmi dengan dukungan multibahasa untuk menjangkau basis penggemar di lebih dari 50 negara. Semangat “Esports for Everyone” benar-benar terasa nyata di edisi kedelapan ini.
