Menguak Daftar Lokasi Syuting Film Alas Roban yang Asli dan Angker: Dari Jalur Pantura hingga Hutan Lindung

goodside
4 Min Read

Demi menghadirkan teror yang mencekam dan otentik, tim produksi film Alas Roban memutuskan untuk melakukan pengambilan gambar langsung di lokasi aslinya. Keputusan ini diambil untuk menangkap aura mistis yang selama puluhan tahun menyelimuti wilayah hutan di Kabupaten Batang tersebut, yang dikenal publik sebagai salah satu titik paling angker di jalur Pantura.

Daftar lokasi syuting film Alas Roban yang asli dan angker ini mencakup beberapa titik krusial yang selama ini menjadi pusat legenda urban masyarakat setempat. Sutradara Hadrah Daeng Ratu menegaskan bahwa penggunaan lokasi asli adalah harga mati untuk mendapatkan visual kabut alami dan vegetasi hutan yang tidak bisa direplikasi sepenuhnya di dalam studio.

Titik pertama yang menjadi lokasi utama adalah kawasan Hutan Lindung Kuripan. Wilayah ini dipilih karena pepohonannya yang rapat dan minim cahaya matahari, menciptakan atmosfer klaustrofobik yang mendukung adegan saat karakter Sita (Michelle Ziudith) tersesat. Warga lokal mengenal area ini sebagai tempat yang “teduh namun berat”, di mana kompas dan alat elektronik seringkali mengalami gangguan fungsi secara tiba-tiba.

Selanjutnya, proses syuting juga mengambil tempat di area Jalur Lingkar Alas Roban yang lama. Jalur ini dikenal dengan tanjakan curam dan tikungan tajam yang sering memakan korban jiwa, sehingga dijuluki sebagai “jalur tengkorak”. Di lokasi inilah adegan kecelakaan bus yang menjadi pemicu konflik utama film diambil. Pengambilan gambar dilakukan pada tengah malam hingga menjelang subuh untuk menangkap kesunyian yang mencekam di jalur tersebut.

Selain jalur utama, tim produksi mengeksplorasi area Sendang Sengon, sebuah sumber mata air tersembunyi di dalam hutan yang dipercaya sebagai tempat pemandian sosok gaib. Lokasi ini digunakan untuk adegan yang melibatkan karakter Dewi Raras (Imelda Therinne). Konon, saat syuting di area ini, beberapa kru melaporkan mendengar suara gamelan sayup-sayup meskipun tidak ada aktivitas warga di sekitar hutan lindung tersebut.

Penggunaan daftar lokasi syuting film Alas Roban yang asli dan angker ini tentu memberikan tantangan fisik dan mental bagi para pemain. Michelle Ziudith mengungkapkan bahwa suhu udara yang sangat dingin dan kesunyian hutan di malam hari membantunya masuk ke dalam karakter Sita yang sedang ketakutan. “Anda tidak perlu berakting takut jika lingkungannya sendiri sudah membuat bulu kuduk berdiri,” ujar Michelle dalam sesi konferensi pers baru-baru ini.

Secara teknis, sinematografer film ini memanfaatkan pencahayaan alami dan teknik long shot untuk menunjukkan betapa luas dan mengintimidasinya hutan Alas Roban dibandingkan dengan karakter manusianya. Hal ini bertujuan agar penonton merasa ikut terjebak di dalam hutan tersebut bersama para penyintas.

Artikel mengenai lokasi syuting ini merupakan bagian dari rangkaian pembahasan mendalam mengenai semesta film Alas Roban. Setelah mengetahui sinopsis dan jajaran pemainnya, pemahaman mengenai lokasi syuting memberikan perspektif baru bagi calon penonton tentang keseriusan produksi dalam mengangkat kearifan lokal yang bersifat mistis.

Bagi Anda yang berencana menonton Alas Roban mulai 15 Januari 2026, mengetahui latar belakang lokasi ini akan menambah lapisan kengerian saat melihat adegan-adegan di layar lebar. Namun, satu pesan dari tim produksi bagi penonton yang melintasi jalur ini secara nyata: tetaplah waspada dan jangan pernah melirik ke arah kaca spion terlalu lama saat melewati kawasan hutan di malam hari.

Share This Article
Leave a Comment