Salah satu pertanyaan terbesar konsumen Indonesia saat beralih ke ponsel lipat adalah mengenai masa pakai layar fleksibelnya. Menjawab tantangan tersebut, Motorola merilis data laboratorium terbaru mengenai ketahanan lipatan Motorola Razr 60 yang diklaim mampu bertahan hingga 400.000 kali aktivitas buka-tutup. Angka ini setara dengan penggunaan intensif selama lebih dari lima tahun tanpa mengalami penurunan fungsi mekanis yang berarti.
Pencapaian ini menempatkan Motorola Razr 60 di jajaran elit ponsel clamshell dengan durabilitas tertinggi di kelasnya. Dalam uji stres yang dilakukan secara independen, perangkat ini tidak hanya diuji dalam suhu ruangan normal, tetapi juga dalam kondisi ekstrem—mulai dari kelembapan tinggi hingga suhu di bawah nol derajat—untuk memastikan mekanisme lipatan tetap bekerja mulus bagi pengguna di iklim tropis seperti Indonesia.
Rahasia Engsel “Star Rail” Generasi Ke-4
Kunci utama dari ketahanan lipatan Motorola Razr 60 terletak pada arsitektur engsel Star Rail generasi keempat yang telah dipatenkan. Berbeda dengan engsel ponsel lipat konvensional, struktur ini memungkinkan layar membentuk lengkungan serupa tetesan air (teardrop) saat ditutup. Desain ini secara signifikan mengurangi tekanan mekanis pada titik lipat tengah, yang biasanya menjadi penyebab utama munculnya garis atau kerusakan piksel.
Selain itu, Motorola menggunakan material baja tahan karat berkekuatan tinggi (7000-series aluminum) pada bagian rangka engsel. Penggunaan material ini memastikan tidak ada “celah” saat ponsel tertutup rapat, sehingga meminimalisir partikel debu masuk ke area sensitif layar yang dapat merusak struktur internal panel LTPO AMOLED-nya.
Layar UTG dan Perlindungan Multi-Lapis
Selain mekanisme engsel, daya tahan layar dipengaruhi oleh material permukaannya. Razr 60 menggunakan Ultra Thin Glass (UTG) yang lebih fleksibel namun tetap tangguh. Lapisan ini dirancang untuk meminimalisir visual crease (bekas lipatan) agar tetap samar meski telah digunakan berbulan-bulan.
Motorola juga menambahkan lapisan pelindung transparan (top layer) yang memiliki sifat self-healing untuk goresan halus. Untuk pasar Indonesia, Motorola mengonfirmasi bahwa setiap unit telah dilengkapi dengan screen protector khusus yang terintegrasi secara pabrikan. Pengguna sangat disarankan untuk tidak melepas lapisan ini secara mandiri guna menjaga integritas struktur layar lipat tersebut.
Sertifikasi IP48 dan Proteksi Terhadap Partikel
Ketahanan fisik Motorola Razr 60 semakin diperkuat dengan sertifikasi IP48. Angka ‘4’ pada sertifikasi tersebut menunjukkan perlindungan terhadap benda padat atau partikel berukuran lebih dari 1mm, sementara angka ‘8’ menjamin ketahanan terhadap air. Ini merupakan peningkatan krusial, mengingat musuh utama ponsel lipat bukanlah jatuh, melainkan debu yang menyelinap ke dalam mekanisme engsel.
Dengan sertifikasi ini, pengguna tidak perlu khawatir jika perangkat terkena percikan air hujan atau berada di lingkungan yang berdebu. Meskipun demikian, pihak Motorola Indonesia menekankan bahwa perawatan rutin, seperti membersihkan area lipatan dengan kain mikrofiber, tetap diperlukan untuk menjaga estetika perangkat dalam jangka panjang.
Layanan Purna Jual dan Garansi Layar
Sebagai bagian dari strategi untuk meyakinkan konsumen, Motorola Indonesia juga memperkenalkan program “Razr Care”. Program ini mencakup satu kali penggantian layar gratis dalam tahun pertama jika terjadi kerusakan yang diakibatkan oleh cacat produksi pada mekanisme lipatan.
Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk memperkuat kepercayaan pasar terhadap reliabilitas ketahanan lipatan Motorola Razr 60, sekaligus menepis stigma bahwa ponsel lipat adalah perangkat yang ringkih dan sulit dirawat.
