Kebingungan konsumen sering terjadi saat dihadapkan pada lini seri Z dari iQOO yang semakin agresif membanjiri pasar mid-range Indonesia. Pencarian mengenai perbedaan iQOO Z10R dengan iQOO Z10Rx meningkat belakangan ini, meski model “Z10Rx” sendiri sejatinya tidak ada dalam katalog resmi. Berdasarkan pola penamaan iQOO dan ketersediaan pasar, kueri ini hampir pasti merujuk pada duel antara sang primadona iQOO Z10R melawan saudaranya yang lebih terjangkau, iQOO Z10x.
Kesimpulan utamanya sederhana: Jika Anda mengejar kualitas layar visual bioskop dan pengisian daya kilat, iQOO Z10R adalah pemenangnya. Namun, jika prioritas Anda adalah ketahanan baterai maksimal dengan anggaran lebih hemat, seri “x” (Z10x) tetap menjadi juara bertahan. Salah memilih di antara keduanya bisa membuat Anda kehilangan fitur krusial yang sebenarnya Anda butuhkan.
Layar: Kasta yang Berbeda
Perbedaan paling mencolok yang langsung terasa oleh mata adalah sektor tampilan. iQOO Z10R sudah naik kelas dengan mengadopsi panel AMOLED 120Hz yang menawarkan warna hitam pekat dan kontras tinggi, sangat cocok untuk penikmat film dan gamer kompetitif. Kecerahan puncaknya yang menembus 3000 nits membuatnya tetap nyaman digunakan di bawah terik matahari Jakarta.
Sebaliknya, iQOO Z10x (yang sering disalahartikan sebagai Rx) masih setia menggunakan panel IPS LCD. Meski refresh rate-nya sama-sama 120Hz, pengalaman visualnya jelas berbeda. Panel LCD pada Z10x tidak mendukung Always-on Display dan sensor sidik jari di dalam layar (in-display fingerprint), fitur yang sudah menjadi standar di Z10R. Bagi pengguna yang sensitif terhadap akurasi warna dan saturasi, Z10R menang telak di ronde ini.
Dapur Pacu: Dimensity vs Dimensity
Masuk ke ruang mesin, kedua ponsel ini ditenagai oleh chipset besutan MediaTek, namun dengan seri yang berbeda kasta. iQOO Z10R dipersenjatai dengan Dimensity 7360 Turbo (atau setara seri 7400 di beberapa pasar), sebuah chip yang dirancang untuk performa gaming stabil dengan efisiensi termal tinggi. Skor AnTuTu yang dihasilkan jauh melampaui saudaranya, memungkinkan multitasking berat tanpa lag.
Di sisi lain, iQOO Z10x mengandalkan Dimensity 7300. Chipset ini bukan berarti lambat; ia sangat mumpuni untuk penggunaan harian dan gaming kasual (seperti Mobile Legends atau PUBG Mobile grafis menengah). Namun, untuk game berat sekelas Genshin Impact atau Wuthering Waves pada pengaturan tinggi, Z10R memberikan frame rate yang jauh lebih konsisten dibandingkan Z10x.
Baterai dan Pengisian Daya
Di sinilah seri “x” biasanya bersinar. iQOO Z10x membawa warisan leluhurnya sebagai “monster baterai” dengan kapasitas jumbo yang sering kali sedikit lebih besar atau setara dengan Z10R (kisaran 6000-6500 mAh tergantung varian regional).
Namun, perbedaan krusial terletak pada kecepatan isi ulang. iQOO Z10R mendukung 90W FlashCharge, yang mampu mengisi baterai hingga penuh dalam waktu kurang dari satu jam. Sementara itu, iQOO Z10x harus puas dengan 44W FlashCharge. Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi yang hanya punya waktu 15 menit untuk charging sebelum pergi, Z10R adalah penyelamat hidup.
Kamera dan Fitur Tambahan
Sektor fotografi juga menjadi pembeda harga. iQOO Z10R hadir dengan sensor utama 50MP Sony IMX yang dilengkapi OIS (Optical Image Stabilization), fitur wajib untuk foto malam hari yang jernih dan video stabil. iQOO Z10x umumnya memangkas fitur OIS ini untuk menekan biaya, sehingga hasil foto dalam kondisi minim cahaya akan lebih banyak noise.
Selain itu, Z10R memiliki fitur gimmick premium seperti dual stereo speakers dengan kualitas lebih baik dan rating IP65, sementara Z10x lebih sederhana.
Kesimpulan Harga
Dengan selisih harga yang bisa mencapai Rp 800.000 hingga Rp 1.000.000, pilihan kembali ke tangan Anda. Ambil iQOO Z10R jika Anda menginginkan pengalaman flagship versi hemat (layar AMOLED, OIS, Charging 90W). Ambil iQOO Z10x jika Anda adalah budget warrior yang membutuhkan ponsel tahan lama seharian tanpa perlu memikirkan colokan listrik.
