Kesuksesan besar musim kedua tidak membuat HBO membuang waktu. Fokus kini beralih pada sinopsis The Last of Us Season 3, yang dikonfirmasi akan menjadi puncak dari adaptasi epik The Last of Us Part II. Showrunner Craig Mazin dan Neil Druckmann telah memberikan sinyal kuat bahwa musim ketiga ini akan menggali lebih dalam mengenai konsekuensi dari siklus kekerasan yang tak berujung.
Konfrontasi di Santa Barbara
Jika musim kedua berfokus pada konflik berdarah di Seattle, musim ketiga diprediksi akan mengambil latar beberapa tahun setelahnya. Berdasarkan materi asli dari game, sinopsis The Last of Us Season 3 akan mengikuti perjalanan solo Ellie yang dihantui oleh Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).
Meskipun mencoba hidup tenang di sebuah pertanian bersama Dina, bayang-bayang masa lalu dan dendam yang belum tuntas terhadap Abby memaksa Ellie meninggalkan zona nyamannya. Perjalanan ini membawanya ke Santa Barbara, sebuah lokasi baru yang memperkenalkan faksi manusia yang lebih kejam, The Rattlers. Di sisi lain, kita akan melihat sisi kemanusiaan Abby yang mencoba mencari harapan baru bersama Lev di tengah kehancuran.
Detail Produksi dan Adaptasi Narasi
Berbeda dengan serial televisi pada umumnya, Mazin menegaskan bahwa cerita Part II terlalu luas untuk diselesaikan dalam satu musim saja. Oleh karena itu, Season 3 akan memiliki ruang napas yang lebih lega untuk mengeksplorasi latar belakang karakter pendukung.
“Kami tidak hanya mengadaptasi poin-poin cerita, tapi kami mengadaptasi perasaan dan dampak emosionalnya. Season 3 adalah tentang penebusan dan apakah seseorang benar-benar bisa lepas dari masa lalunya,” ujar Craig Mazin dalam wawancara terbaru.
Berikut adalah beberapa poin kunci yang akan menjadi sorotan di musim ketiga:
| Aspek | Detail Prediksi Season 3 |
| Protagonis Utama | Ellie (Bella Ramsey) dan Abby (Kaitlyn Dever) |
| Lokasi Utama | Jackson (Wyoming) dan Santa Barbara (California) |
| Antagonis Baru | Kelompok The Rattlers |
| Tema Sentral | Penebusan (Redemption) dan Pengampunan |
Mengapa Musim Ketiga Sangat Dinantikan?
Secara semantik, pencarian terhadap sinopsis ini melonjak karena penonton ingin melihat bagaimana HBO mengeksekusi momen-momen paling kontroversial dari game aslinya. Transformasi fisik dan mental Bella Ramsey sebagai Ellie yang lebih dewasa dan “gelap” menjadi daya tarik utama.
Selain itu, keterlibatan Neil Druckmann menjamin bahwa meskipun ada perubahan minor untuk kebutuhan layar kaca, esensi dari hubungan tragis antara Joel dan Ellie tetap menjadi fondasi utama, meski Joel hanya muncul melalui urutan flashback yang emosional.
