Skor Akhir! Penilaian Kritikus dan Fans Stranger Things Season 5: Mengapa Penonton Terbelah?

goodside
4 Min Read

HAWKINS – Hanya berselang 24 jam setelah penayangan episode final “The Rightside Up” pada 1 Januari 2026, serial andalan Netflix, Stranger Things Season 5, resmi menjadi musim paling kontroversial dalam sejarah waralaba tersebut. Data terbaru menunjukkan adanya perbedaan tajam dalam penilaian kritikus dan fans Stranger Things season 5, di mana para profesional memuji ambisi naratifnya, sementara basis penggemar setia menyuarakan kekecewaan pada beberapa eksekusi plot kunci.

Berdasarkan pantauan di laman agregator Rotten Tomatoes per 2 Januari 2026, musim kelima ini memegang skor kritikus (Tomatometer) sebesar 84%. Namun, angka ini berbanding terbalik dengan Audience Score yang terjun bebas ke angka 56%. Ini adalah kali pertama dalam satu dekade terakhir, sebuah musim Stranger Things mendapatkan predikat “Busuk” (Rotten) dari penonton, memicu perdebatan panas di media sosial mengenai apakah serial ini terkena “kutukan” yang serupa dengan akhir Game of Thrones.

Titik Terendah di Episode Penentu Sentimen negatif fans memuncak pada episode ketujuh berjudul “The Bridge”. Episode ini mencatatkan rekor sebagai episode dengan rating terendah sepanjang sejarah serial di platform IMDb, yakni 5.4/10. Kritik utama penggemar berfokus pada ritme narasi yang dianggap terlalu banyak diisi oleh eksposisi dialog panjang di tengah situasi genting.

Selain masalah teknis, kontroversi juga dipicu oleh adegan pengakuan emosional Will Byers. Sebagian penonton menganggap momen tersebut sebagai queerbaiting karena kurangnya resolusi yang konkret, sementara sebagian lainnya melakukan aksi review bombing dengan alasan konten yang dianggap terlalu “woke”. Perpecahan ini menciptakan kebisingan digital yang luar biasa, memaksa Duffer Brothers memberikan pernyataan singkat bahwa setiap keputusan diambil untuk menghormati pertumbuhan karakter sejak musim pertama.

Kritikus Memuji Skala dan Emosi Di sisi lain, mayoritas kritikus film memberikan pembelaan. Media besar seperti Empire dan The Hollywood Reporter memuji penampilan Jamie Campbell Bower sebagai Vecna/Henry Creel yang dianggap sebagai salah satu villain terbaik di era streaming. Para kritikus menilai bahwa meski ada masalah pada tempo, musim kelima berhasil memberikan penutupan emosional yang memuaskan bagi Eleven dan Joyce Byers.

“Duffer Brothers memilih untuk bermain aman demi memberikan rasa haru, dan itu berhasil secara sinematik, meski mungkin tidak memberikan kejutan brutal yang diinginkan fans haus darah,” tulis salah satu kolom ulasan di Variety. Para kritikus cenderung melihat musim ini sebagai surat perpisahan yang megah daripada sekadar pemecahan teka-teki logika supranatural.

Dampak pada Waralaba ke Depan Ketimpangan penilaian kritikus dan fans Stranger Things season 5 ini diperkirakan akan memengaruhi strategi Netflix dalam mengembangkan spin-off yang sudah direncanakan. Meski jumlah jam tayang memecahkan rekor global dengan 8,46 miliar menit di minggu pertama, polarisasi penonton menunjukkan bahwa “keajaiban Hawkins” mulai kehilangan daya magisnya akibat jeda produksi yang terlalu lama dan ekspektasi yang terlalu tinggi.

Sebagai artikel pilar, perdebatan ulasan ini menjadi bukti bahwa Stranger Things bukan sekadar tontonan, melainkan fenomena budaya yang keputusannya akan terus diperdebatkan hingga bertahun-tahun mendatang. Apakah musim kelima adalah sebuah mahakarya yang disalahpahami atau sebuah kegagalan yang dipoles visual megah? Waktu yang akan menjawabnya.

Share This Article
Leave a Comment