The Strokes resmi menutup penampilan ikonik mereka di panggung utama Coachella 2026 akhir pekan lalu, mengukuhkan posisi mereka sebagai raja indie rock yang tak tergoyahkan. Tampil tepat sebelum headliner Justin Bieber pada Sabtu malam (18/4), band asal New York ini tidak hanya membawakan deretan lagu klasik, tetapi juga memberikan bocoran visual perdana untuk tur dunia mereka yang bertajuk “Reality Awaits Tour 2026”.
Penampilan akhir pekan kedua di Empire Polo Club ini menjadi momen emosional bagi para penggemar. Julian Casablancas, dengan gaya khasnya yang acuh tak acuh namun karismatik, memimpin grup melewati setlist 15 lagu yang menyeimbangkan antara nostalgia era Is This It dan eksperimentasi dari album ketujuh mereka, Reality Awaits, yang baru saja dirilis awal tahun ini.
Lagu pembuka “The Adults Are Talking” langsung menyentak ribuan penonton yang memadati area Coachella Stage. Namun, energi penonton benar-benar meledak saat intro gitar Albert Hammond Jr. dan Nick Valensi mulai memainkan “Reptilia”. Visual panggung yang mengusung estetika retro-futuristic mempertegas tema album baru mereka, menciptakan kontras yang apik dengan debu padang pasir Indio yang ikonik.
Di tengah pertunjukan, Casablancas menyempatkan diri berinteraksi dengan penonton, menyindir secara halus mengenai “penantian enam tahun” sebelum akhirnya mereka kembali ke panggung besar ini. Kejutan utama malam itu muncul saat The Strokes membawakan single terbaru “Going Shopping” secara live untuk pertama kalinya di hadapan publik internasional, yang disambut dengan riuh rendah sorakan penggemar.
Keberhasilan penampilan the strokes coachella 2026 ini secara strategis juga berfungsi sebagai peluncuran kampanye tur dunia mereka. Tak lama setelah turun panggung, manajemen band mengonfirmasi bahwa mereka akan memulai perjalanan global mulai Juni mendatang, mencakup Amerika Utara, Eropa, hingga Asia. Pengumuman ini menjawab spekulasi para analis industri musik yang telah memprediksi bahwa Coachella hanyalah “pemanasan” bagi ambisi besar The Strokes di tahun 2026.
Secara teknis, kualitas vokal Casablancas pada akhir pekan kedua ini dinilai jauh lebih stabil dibandingkan akhir pekan pertama. Aransemen yang lebih padat dan sound engineering yang presisi membuat nomor-nomor seperti “Last Nite” dan “Juicebox” terdengar lebih segar di telinga generasi baru penonton Coachella, yang mungkin baru mengenal mereka melalui tren media sosial beberapa tahun terakhir.
Bagi para kolektor dan penikmat musik yang tidak sempat hadir, rekaman livestream eksklusif dari set ini dikabarkan akan tersedia secara terbatas melalui platform YouTube Coachella sebelum dihapus secara permanen. Penampilan ini bukan sekadar konser; ini adalah pernyataan bahwa setelah lebih dari dua dekade, The Strokes masih menjadi denyut nadi bagi skena musik alternatif dunia.
Sebagai penutup set yang megah, “Take It or Leave It” bergema di bawah langit malam California, meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton sebelum panggung dialihkan kepada Justin Bieber. Dengan berakhirnya Coachella 2026, kini perhatian dunia tertuju pada penjualan tiket tur “Reality Awaits” yang diprediksi akan habis dalam hitungan menit saat dibuka secara umum pada Jumat mendatang.
