Memasuki pekan pertama Februari 2026, peta persaingan box office Indonesia februari 2026 menunjukkan dinamika yang menarik. Setelah Januari ditutup dengan dominasi genre horor yang sangat kuat, kini perhatian beralih pada transisi genre drama-komedi yang diprediksi akan mengambil alih panggung bioskop tanah air. Berdasarkan data estimasi penonton hingga Senin (2/2/2026), film-film sisa rilisan Januari masih memegang kendali di jajaran Top 5, sementara antusiasme terhadap rilisan baru pekan ini mulai memuncak.
Sisa Kejayaan Januari
Film drama keluarga “Suka Duka Tawa” garapan Aco Tenriyagelli yang rilis pada 8 Januari lalu, secara mengejutkan masih bertahan di posisi atas. Dengan total capaian mendekati 2,5 juta penonton, film ini membuktikan bahwa kekuatan cerita yang relate dengan keseharian masih menjadi magnet utama bagi audiens Indonesia di tahun 2026.
Menempel ketat di posisi kedua adalah “Alas Roban”, film horor yang mengangkat legenda urban jalur pantura. Sejak rilis 15 Januari, film ini konsisten meraup rata-rata 50.000 penonton per hari di hari kerja, memperkuat status horor sebagai “raja” di pasar domestik. Di sisi lain, film religi “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?” yang baru tayang pada 29 Januari lalu, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan okupansi kursi mencapai 70% di berbagai kota besar pada akhir pekan pembukaannya.
Menanti Ledakan Pekan “Valentine”
Memasuki minggu pertama Februari, industri bioskop sedang bersiap menyambut gelombang penonton baru. Pencarian mengenai box office Indonesia februari 2026 banyak difokuskan pada film “Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER)” dan “Balas Budi” yang dijadwalkan tayang serentak pada 5 Februari mendatang.
“CAPER” yang dibintangi oleh Michelle Ziudith dan Devano Danendra, diprediksi akan menjadi pemimpin pasar di minggu kedua. Mengangkat isu fintech dan gaya hidup generasi Z, film ini memiliki semua elemen untuk menjadi box office hits: pemeran populer, isu viral, dan genre drama-komedi yang ringan. Para analis film memproyeksikan film ini mampu menembus angka 1 juta penonton hanya dalam waktu kurang dari 10 hari penayangan.
Pergeseran Preferensi Penonton
Ada pergeseran menarik dalam semantik box office tahun ini. Meskipun horor seperti “Waru” dan “Asrama Putri” tetap dinanti pada pertengahan Februari, penonton mulai menunjukkan kejenuhan terhadap formula horor konvensional. Sebaliknya, film-film dengan pendekatan visual segar seperti “Para Perasuk” karya Wregas Bhanuteja—yang sukses di festival internasional—mendapat hype digital yang luar biasa tinggi meski belum resmi rilis secara luas.
Harga tiket bioskop yang stabil di kisaran Rp40.000 hingga Rp50.000 untuk hari kerja juga mendukung pertumbuhan jumlah penonton secara keseluruhan di awal tahun 2026 ini. Dengan momentum Hari Kasih Sayang yang jatuh di pertengahan bulan, distribusi film drama romantis seperti “Ahlan Singapore” dan “Sadali” diperkirakan akan memperpanjang napas industri film nasional hingga memasuki masa pra-Ramadan.
Secara keseluruhan, box office Indonesia februari 2026 menjadi saksi bagaimana film lokal tidak lagi hanya mengandalkan “ketakutan” untuk menarik massa, melainkan mulai berani mengeksplorasi isu sosial dan drama emosional dengan kualitas produksi yang semakin matang.
