Skip to content
logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
Close

Search

ArticleFilm

Ulasan Film Frankenstein (2025), Kehidupan Monster yang Menyentuh

By Falah Malaika Az Zahra
9 November 2025 3 Min Read
0
Updated on 10 November 2025

Adaptasi yang Jujur dari Novel Mary Shelley

Film Frankenstein (2025) karya Guillermo del Toro mengambil latar pada tahun 1857, dimulai dengan kisah Kapten Anderson (Lars Mikkelsen) yang menemukan Victor Frankenstein (Oscar Isaac) dalam keadaan sekarat di tengah badai Arktik. Namun, Victor tidak sendirian. Saat itu, ia tengah diburu oleh makhluk menyeramkan hasil ciptaannya sendiri (Jacob Elordi). Melalui serangkaian kilas balik, penonton dibawa menyelami kisah perjalanan Victor, seorang ilmuwan ambisius yang terobsesi menaklukkan kematian setelah kehilangan ibunya. Obsesi itu mendorongnya melakukan eksperimen terlarang hingga akhirnya menciptakan “makhluk hidup” dari potongan tubuh manusia.

Sutradara yang akrab dipanggil GDT itu pun dengan cermat menghidupkan kembali semangat novel Mary Shelley. Ia membawa kisah tentang bermain Tuhan, tentang batas tipis antara cinta dan keangkuhan, antara hidup dan mati. Tidak, GDT tidak menakuti kita dengan teror berdarah atau jumpscare, melainkan dengan refleksi eksistensial: apa artinya menjadi manusia?

Penampilan Memikat Jacob Elordi sebagai Sang “Monster”

Awalnya, peran makhluk ciptaan Victor Frankenstein ini hampir dimainkan oleh Andrew Garfield. Namun karena bentrokan jadwal, peran itu akhirnya jatuh ke tangan Jacob Elordi (Saltburn, Euphoria). Banyak yang meragukan kemampuan Elordi untuk menghidupkan sosok monster ikonik ini, hingga filmnya tayang. Di luar dugaan, Elordi memberikan penampilan yang luar biasa sebagai Monster Frankenstein. Sosoknya tinggi menjulang tapi rapuh, brutal namun lembut. Ia sukses menampilkan monster yang baru lahir ke dunia. Ia belajar membaca, mencintai, dan bertanya siapa dirinya sebenarnya. Semuanya disampaikan dengan mimik dan gerak-gerik yang alami.

Chemistry-nya dengan Oscar Isaac pun begitu kuat. Hubungan mereka mencerminkan dinamika “ayah dan anak” yang penuh luka. Victor yang haus kontrol menciptakan kehidupan, tapi menolak untuk mencintai ciptaannya. GDT mengeksekusi hubungan ini sebagai bentuk daddy issues tragis yang membuat sang monster akhirnya menentang sang pencipta.

Adegan-adegan kecil, seperti saat sang monster mengelus tikus atau membaca kisah Adam dan Hawa bersama pria buta (David Bradley), menunjukkan sisi manusiawinya. Di sini, karakter Elordi benar-benar bersinar. Ia bukanlah monster, melainkan cermin dari kemurnian jiwa manusia.

Sinematografi dan Scoring yang Memanjakan Indra

Secara visual, Frankenstein adalah salah satu karya terindah GDT. Sinematografer Dan Laustsen, yang sudah bekerja sama dalam Crimson Peak (2015), The Shape of Water (2017), dan Nightmare Alley (2021), kembali menyajikan visual yang magis. Permainan cahaya dan bayangan yang dramatis, warna hijau toska dan oranye yang membakar layar, serta tekstur detail dari setiap set periode Victoria terasa nyata. Setiap bingkai terasa seperti lukisan gelap yang hidup. Dari laboratorium Victor yang remang-remang hingga lanskap bersalju di kutub utara, film ini menunjukkan kemewahan visual yang memukau.

Tak ketinggalan, musik garapan Alexandre Desplat memberikan harmoni indah yang memperkuat emosi di setiap adegan. Scoring-nya terasa lembut, menghantui, sekaligus megah. Berdurasi hampir 150 menit, tempo film terasa lambat di paruh kedua, tepatnya ketika fokus bergeser dari Victor ke makhluk ciptaannya. Namun, transisi ini justru memperdalam makna cerita ini: dari sains dan kesombongan manusia menuju pencarian eksistensi dan penerimaan diri.

Apakah Frankenstein (2025) Direkomendasikan untuk Ditonton?

Jawabannya sangat direkomendasikan, terutama bagimu yang menyukai drama filosofis dengan visual apik. Namun, jangan berharap film ini akan menakut-nakutimu seperti film GDT sebelumnya. Frankenstein versinya lebih berfokus pada drama eksistensial yang menyayat hati. Ia menampilkan monster bukan sebagai makhluk buas, tapi sebagai simbol kesepian, cinta, dan penolakan manusia di sekitarnya.

Dengan anggaran cukup besar, yang mencapai 120 juta dolar AS, film ini menjadi salah satu produksi Netflix paling megah tahun ini. Namun di balik megahnya visual dan efek prostetik yang dipakai GDT, kekuatan sejati Frankenstein justru ada pada pesan moralnya, bahwa terkadang makhluk yang disebut “monster” bisa jauh lebih manusiawi daripada penciptanya.

Guillermo del Toro sekali lagi berhasil mengisahkan dongeng kelam nan indah, sebuah ode bagi kemanusiaan di tengah gempuran AI. Jika kamu mencari tontonan yang tak hanya menggugah mata tapi juga pikiran, Frankenstein (2025) jelas layak masuk watchlist-mu di Netflix.

Author

Falah Malaika Az Zahra

Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga tren gadget penunjang produktivitas. Laporannya tidak hanya informatif, tetapi juga menangkap esensi dan energi kultur modern, menjadikannya rujukan yang tepercaya sekaligus menghibur bagi Gen Z dan Millenial.

Follow Me
Other Articles
Previous

3 Makna Tersembunyi di Balik Judul Drama Dear X, Jadi Simbol Balas Dendam?

Next

Persiapan Kabur Park Tae Joong di The Manipulated, Nekat!

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • pexels photo 38281596
      55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 36095242
      Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 8799979
      Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 33061128
      Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 11855063
      Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026

    You May Have Missed

    pexels photo 38281596
    Game Trending

    55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36095242
    Music News

    Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 8799979
    News Sains

    Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 33061128
    Gadget News

    Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 11855063
    Music News

    Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 18441494
    Gadget News

    Logitech Luncurkan Mobi Fold, Mouse Lipat Ultra-Portable Pertama

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 20674548
    Sains Trending

    Pedesaan Jepang Sepi Ditinggal Warga, Populasi Rusa dan Babi Hutan Melonjak Tajam

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36231699 1
    Public Figure Trending

    Detail Kebaya Akad Nikah Jennifer Coppen, Perpaduan Adat Jawa dan Sentuhan Modern

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 35654096 1
    Film Trending

    Film EKSIL Gelar Pemutaran Khusus di Blok M, 4 Juli 2026

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026

    Kategori

    • Home
    • Anime & Manga
    • Film
    • Gadget
    • Game
    • Music

    Format

    • Article
    • News
    • Trending
    • Infographic
    • Video

    Link Penting

    • Tentang Goodside
    • Kebijakan Privasi
    • Kebijakan Cookie
    • Pedoman Media Siber
    Copyright 2026 — Goodside. All rights reserved.