Sejak dirilis secara resmi di layanan streaming dan bioskop akhir pekan lalu, drama romansa Langit untuk Renata sukses mendominasi percakapan di jagat maya. Berdasarkan pantauan tren di media sosial X (sebelumnya Twitter) dan TikTok, tanggapan penonton film Langit untuk Renata mayoritas bernada positif, dengan fokus utama pada alur cerita yang menguras emosi serta chemistry pemain utama yang dinilai sangat natural. Tagar terkait film ini bahkan sempat memuncaki trending topic selama dua hari berturut-turut, menandakan tingginya antusiasme publik terhadap karya sineas lokal ini.
Fenomena “banjir air mata” menjadi benang merah dari hampir seluruh ulasan yang masuk. Banyak netizen membagikan video reaksi mereka dengan mata sembab setelah menyaksikan paruh kedua film ini. Pengguna TikTok dengan nama akun @MovieLoverIndo, misalnya, menyebutkan bahwa Langit untuk Renata berhasil menghadirkan plot twist yang tidak tertebak namun tetap logis, membuat dampak emosionalnya terasa lebih dalam.
“Jarang ada film Indonesia yang dialognya se-puitis ini tapi tidak terdengar cringe. Tanggapan penonton film Langit untuk Renata rata-rata setuju bahwa penulis naskah berhasil memotret konflik hubungan toksik menjadi sebuah pembelajaran yang indah,” tulis salah satu pengulas film senior di blog pribadinya yang dikutip ramai-ramai oleh netizen.
Selain aspek cerita, performa jajaran pemain juga mendapat sorotan tajam. Karakter Renata dinilai berhasil dihidupkan dengan sangat rapuh namun kuat, sementara karakter Langit menjadi representasi green flag yang didambakan penonton Gen-Z. Interaksi keduanya dinilai tidak berlebihan, memberikan ruang napas bagi penonton untuk memahami motivasi masing-masing karakter tanpa perlu dijelaskan secara verbal. Aspek sinematografi yang menggunakan tone warna hangat juga dipuji karena berhasil membangun atmosfer melankolis yang konsisten dari awal hingga akhir.
Meskipun didominasi pujian, film ini tidak luput dari beberapa catatan kritis. Sebagian kecil audiens menyayangkan durasi film yang dirasa sedikit terlalu panjang di babak pertama (Act 1). Beberapa ulasan di platform letterboxd menyebutkan bahwa pengenalan konflik sampingan keluarga Renata terasa sedikit lambat, yang berpotensi membuat penonton yang menyukai pace cepat merasa bosan sebelum masuk ke konflik utama. Namun, kritik minor ini tertutupi oleh konklusi cerita yang dianggap sangat memuaskan dan realistis.
Film Langit untuk Renata sendiri bercerita tentang perjuangan Renata, seorang wanita karier yang terjebak dalam trauma masa lalu, yang kemudian bertemu dengan Langit, seorang arsitek berjiwa bebas. Film ini disutradarai oleh sineas yang sebelumnya sukses dengan genre serupa tahun lalu.
Bagi Anda yang belum menonton, tingginya volume percakapan positif ini bisa menjadi indikator kuat kualitas film tersebut. Dengan narasi yang kuat dan eksekusi visual yang apik, tidak mengherankan jika film ini diprediksi akan masuk dalam jajaran film terlaris bulan ini.
