Skip to content
logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
Close

Search

ArticleRelationship

Duck Syndrome, Ketika Seseorang Terlihat Ceria Walau Alami Masa Sulit

By Falah Malaika Az Zahra
30 Oktober 2025 4 Min Read
0
Updated on 10 November 2025

Goodmates mungkin pernah menjumpai kerabat dekat yang sekarang ini tengah senang mencapai tujuannya. Siapa sangka di balik itu, terdapat kesulitan dan kekhawatiran hebat pada mereka hingga stress tidak dapat terelakan. Namun, mereka menutupi kekhawatiran tersebut. Hati-hati, bisa jadi itu adalah ciri-ciri dari duck syndrome.

Sindrom bebek atau yang dikenal sebagai duck syndrome ditemukan pertama kali oleh Stanford University dalam melihat mahasiswanya kala itu. Sindrom ini dianalogikan seperti bebek yang berenang dengan tenang di atas sungai. Dia terlihat tidak kesulitan, padahal di dalam air kakinya berusaha sekuat tenaga untuk membawanya sampai ketepian.

‘Haha-hihi in public, overthinking in private.‘ menjadi peribahasa baru yang mendeskripsikan perilaku duck syndrome tersebut. Biasanya, sindrom ini dirasakan oleh mahasiswa yang tengah berusaha atau telah mencapai tujuan baik dari segi akademis, maupun non akademis. Namun, tidak menutup kemungkinan sindrom ini dirasakan oleh anak-anak dan dewasa.

Bagaimana duck syndrome bisa terjadi?

Mengenal Duck Syndrome | Unsplash - Cristina Lacoangeli
Perasaan dari Duck Syndrome | Unsplash – Cristina Lacoangeli

Duck syndrome ini bukanlah sebuah penyakit mental, melainkan bentuk dari fenomena yang banyak dirasakan. Sindrom ini bisa terjadi kepada siapa saja. Yang membahayakan dalam duck syndrome adalah kecemasan si pelaku yang tidak diketahui banyak orang.

Kecemasan yang berlebih dan tidak diketahui banyak orang bisa membuat orang tersebut rentan terkena depresi. Maka, akan berakibat fatal bila tidak ditangani oleh pihak ahli. Ya, mirisnya pelaku duck syndrome ini adalah mereka yang tak pernah memberitahu orang lain kesulitannya sehingga harus menangani ini sendiri.

Bagaimana duck syndrome bisa merasuki si pelaku? Dilansir dari Hello Sehat, sindrom ini bisa jadi diakibatkan oleh labeling atau julukan yang didapatkan pelaku. Contohnya, kamu adalah murid teladan di sekolah, murid teladan yang Goodmates tahu pasti tidak sedikit yang memujinya, ‘kan?

Suksesnya kamu dalam mencapai tujuan membuat kamu semakin berambisi untuk terus naik, atau mempertahankan title-mu sebagai murid teladan di sekolah. Tentu jalan yang dituju tidak akan mudah. Kamu perlu berusaha dua kali lebih keras untuk belajar, bahkan bisa mengorbankan waktu istirahat.

Usaha dua kali lebih keras yang tengah kamu jalani bisa membuatmu lelah baik secara fisik dan mental. Ada beban tertentu dalam pundak dalam bentuk motivasi sehingga kamu terus berjalan, membiarkan beban ini terus memberatkanmu.

“Yang penting tetap juara.” katanya.

Dalam cerita di atas, bisa disimpulkan bahwasannya pelaku duck syndrome tidak akan memperlihatkan kekalahannya. Alodokter juga mengemukakan terdapat faktor yang menjadi alasan keberadaan duck syndrome sebagai berikut.

  1. Tuntutan akademik
  2. Ekspetasi terlalu tinggi dari orang terdekat
  3. Pola asuh Helikopter
  4. Pengaruh media sosial, terdapat rasa iri kala melihat orang lain begitu bahagia di sana
  5. Perfeksionis
  6. Pernah mengalami kekerasan baik verbal, fisik, maupun seksual di lingkungan dekatnya
  7. Self-esteem yang rendah

Cara atasi duck syndrome

Langkah mengobati Duck Syndrome | Unsplash - Tim Mossholder
Langkah Mengobati Duck Syndrome | Unsplash – Tim Mossholder

Secara medis, duck syndrome memang bukanlah penyakit psikologi. Tapi sebagian dari pelakunya dapat merasakan lelah secara mental atau bisa menderita stress bahkan depresi akibatnya. Jika Goodmates menemukan kerabat dekat atau Goodmates sendiri yang merasakannya, kamu bisa lakukan hal ini.

Menerima diri sendiri

Terdengar sepele jika disebutkan, tetapi dalam praktiknya ini cenderung sulit, lho. Hal tersebut bisa jadi adanya faktor-faktor yang telah disebutkan di atas sebagai alasan mengapa tak mudah untuk menerima diri sendiri.

Tapi Goodmates harus tahu bahwasannya menerima diri sendiri bukan berarti mengisyaratkan kekalahan, melainkan kamu jujur mengenai situasimu kepada diri sendiri yang merupakan sosok paling dekat denganmu.

Menerima diri sendiri merupakan salah satu bentuk self love tertinggi. Kamu bisa mengatakan kepada diri sendiri jika kamu lelah, butuh istirahat, itu tidak akan menurunkan kualitasmu.

Berbicara kepada orang lain

Berbicara kepada kerabat dekat atau keluarga mengenai apa yang kamu cemaskan nyatanya bisa menurunkan kadar stress. Hal tersebut dikarenakan kamu berhasil mengeluarkan beban yang ada di dalam pikiran.

Pikiran yang tidak terealisasikan akan menumpuk pada otak dan bisa mengakibatkan stress juga. Membicarakannya dalam bentuk diskusi atau interaksi ringan kepada orang lain kemungkinan akan membuat kamu lebih lega, sehingga kamu tidak perlu sendiri memikul beban.

Jika kamu masih merasa takut untuk berbicara dengan orang lain atau takut oversharing, bisa menggunakan cara yang telah ditampilkan di artikel Mau Cerita Tanpa Khawatir Oversharing? Lakukan 3 Cara Berikut.

Menjalankan pola hidup sehat

Cara ini dapat dilakukan untuk mengurangi rasa stress akibat beban yang dipikul. Goodmates bisa menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga teratur, makan makanan bergizi, dan juga tidur cukup.

Tidak hanya itu, kamu juga bisa memberikan self-reward sebagai bentuk apresiasi terhadap diri setelah mengejar banyak hal untuk mencapai tujuan. Memberikan apresiasi juga merupakan salah satu cara untuk mempersehat diri, lho. 

Bantuan ahli

Jika cara di atas sudah tidak lagi mempan, Goodmates bisa segera berkonsultasi atau meminta bantuan ahli seperti psikolog untuk mendapatkan terapi khusus untuk menghilangkan rasa ‘berat’ dalam diri.

Bagaimana Goodmates? Sudah mengenal betul sindrom yang satu ini? Jangan pernah melupakan bahwasannya kamu perlu istirahat, ya. Istirahat sejenak tidak akan membuat kamu tertinggal, kok.

Itulah penjelasan tentang duck syndrome. Semoga Goodmates selalu sehat dan jangan lupa bahagia!

Referensi: Young On Top | Hello Sehat | Alodokter

Author

Falah Malaika Az Zahra

Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga tren gadget penunjang produktivitas. Laporannya tidak hanya informatif, tetapi juga menangkap esensi dan energi kultur modern, menjadikannya rujukan yang tepercaya sekaligus menghibur bagi Gen Z dan Millenial.

Follow Me
Other Articles
Previous

Hobi Travelling? Ini Sederet Komunitas Walk Tour di Kota-Kota Indonesia

transformasi pendidikan
Next

Transformasi Digital Pendidikan Indonesia Saat COVID-19

  • pexels photo 38281596
    55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
    oleh Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
  • pexels photo 36095242
    Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes
    oleh Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
  • pexels photo 8799979
    Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata
    oleh Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
  • pexels photo 33061128
    Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai
    oleh Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
  • pexels photo 11855063
    Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser
    oleh Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026

You May Have Missed

pexels photo 38281596
Game Trending

55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems

Falah Malaika Az Zahra
By Falah Malaika Az Zahra
29 Juni 2026
pexels photo 36095242
Music News

Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes

Falah Malaika Az Zahra
By Falah Malaika Az Zahra
29 Juni 2026
pexels photo 8799979
News Sains

Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata

Falah Malaika Az Zahra
By Falah Malaika Az Zahra
29 Juni 2026
pexels photo 33061128
Gadget News

Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai

Falah Malaika Az Zahra
By Falah Malaika Az Zahra
29 Juni 2026
pexels photo 11855063
Music News

Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser

Falah Malaika Az Zahra
By Falah Malaika Az Zahra
29 Juni 2026
pexels photo 18441494
Gadget News

Logitech Luncurkan Mobi Fold, Mouse Lipat Ultra-Portable Pertama

Falah Malaika Az Zahra
By Falah Malaika Az Zahra
29 Juni 2026
pexels photo 20674548
Sains Trending

Pedesaan Jepang Sepi Ditinggal Warga, Populasi Rusa dan Babi Hutan Melonjak Tajam

Falah Malaika Az Zahra
By Falah Malaika Az Zahra
29 Juni 2026
pexels photo 36231699 1
Public Figure Trending

Detail Kebaya Akad Nikah Jennifer Coppen, Perpaduan Adat Jawa dan Sentuhan Modern

Falah Malaika Az Zahra
By Falah Malaika Az Zahra
29 Juni 2026
pexels photo 35654096 1
Film Trending

Film EKSIL Gelar Pemutaran Khusus di Blok M, 4 Juli 2026

Falah Malaika Az Zahra
By Falah Malaika Az Zahra
29 Juni 2026

Kategori

  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music

Format

  • Article
  • News
  • Trending
  • Infographic
  • Video

Link Penting

  • Tentang Goodside
  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Cookie
  • Pedoman Media Siber
Copyright 2026 — Goodside. All rights reserved.