Skip to content
logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
Close

Search

Article

Ilmuwan Latih Sel Otak Manusia Main Doom di Chip Komputer Hemat Daya

By Falah Malaika Az Zahra
8 Juni 2026 4 Min Read
0

Bayangkan sel-sel otak manusia yang hidup, ditumbuhkan di laboratorium, kini mampu belajar memainkan salah satu game tembak-menembak paling ikonik di era 90-an, Doom. Inilah terobosan menakjubkan yang baru saja didemonstrasikan oleh para ilmuwan di Australia, menandai lompatan besar dalam pengembangan apa yang disebut sebagai ‘komputer biologis’. Lebih dari sekadar prestasi unik, teknologi ini membuka pintu menuju masa depan komputasi yang sangat hemat energi, meniru efisiensi otak manusia yang legendaris.

Mengenal CL1: Chip Silikon yang Dihidupi Neuron Manusia

Di balik eksperimen ambisius ini terdapat Cortical Labs, sebuah perusahaan bioteknologi yang berbasis di Melbourne. Mereka mengembangkan chip khusus bernama CL1, sebuah platform yang mengintegrasikan jaringan saraf biologis ke dalam perangkat keras komputer silikon. Chip ini ditanami sekitar 200.000 sel otak manusia hidup yang berasal dari sel punca donor darah.

Sistem ini secara fundamental berbeda dari kecerdasan buatan (AI) konvensional. Alih-alih menjalankan kode dan algoritma pada prosesor silikon murni, CL1 memanfaatkan kemampuan alami neuron biologis untuk memproses informasi, beradaptasi dengan rangsangan, dan—yang paling penting—belajar berdasarkan tujuan. Ini adalah perwujudan nyata dari sistem synthetic biological intelligence.

Dari ‘Pong’ ke ‘Doom’: Proses Belajar yang Mirip Manusia

Sebelum menaklukkan dunia 3D Doom, sekumpulan sel saraf ini telah lebih dulu menguasai Pong, sebuah game legendaris yang jauh lebih sederhana. Namun, Doom menghadirkan lompatan kompleksitas yang signifikan. Lingkungan tiga dimensi yang dinamis, keharusan menjelajahi labirin, dan menembak musuh yang bergerak adalah ujian sesungguhnya bagi sistem pembelajaran adaptif ini.

Baca juga  Teknologi AI Bisa Jadi Solusi Atasi Blackout di Wilayah Pedesaan

Menurut Alon Loeffler, Senior Application Scientist di Cortical Labs, neuron-neuron tersebut pada awalnya menunjukkan performa yang amatir. “Mereka sering menabrak dinding, menembak tembok, berputar-putar, dan melakukan hal-hal aneh lainnya,” jelasnya. Pola coba-coba (trial and error) ini sangat mirip dengan cara manusia pertama kali belajar bermain video game. Uniknya, seiring waktu dan akumulasi pengalaman, sel-sel tersebut menunjukkan adaptasi yang jelas. Mereka mulai mampu membidik musuh dengan lebih tepat dan konsisten, meski masih sesekali membutuhkan beberapa kali tembakan untuk mencapai target.

Bagaimana Cara Sel Saraf ‘Melihat’ dan ‘Bermain’ Game?

Salah satu pertanyaan paling menarik adalah bagaimana kumpulan sel di cawan petri ini bisa berinteraksi dengan dunia digital. Kuncinya terletak pada terjemahan stimulus. Para peneliti menerjemahkan elemen visual dari game Doom—seperti kemunculan musuh di layar—menjadi pola sinyal listrik spesifik yang dapat ‘dibaca’ oleh neuron melalui elektroda pada chip CL1.

Ketika neuron menerima sinyal listrik yang menandakan adanya ancaman, mereka merespons dengan aktivitas listriknya sendiri. Respons inilah yang kemudian ditangkap dan diterjemahkan kembali oleh sistem komputer menjadi tindakan di dalam game, seperti menembak atau bergerak. Siklus loop tertutup ini memungkinkan pembelajaran berbasis umpan balik secara real-time, di mana sel-sel otak tersebut secara harfiah belajar dari konsekuensi ‘tindakan’ mereka.

Efisiensi Energi Luar Biasa yang Menyaingi AI Modern

Potensi paling revolusioner dari chip biologis ini bukanlah kemampuannya bermain game, melainkan efisiensi dayanya. Otak manusia adalah mahakarya efisiensi energi. Untuk beroperasi, organ seberat sekitar 1,3 kilogram ini hanya membutuhkan daya sekitar 20 watt—setara dengan bohlam lampu hemat energi. Angka ini sangat kontras dengan pusat data dan sistem AI modern yang membutuhkan energi dalam skala megawatt.

Baca juga  Empat Pabrik Tekstil Pasang PLTS Atap 4.463 kWp Demi Efisiensi dan Keberlanjutan

Teknologi Cortical Labs menawarkan jalan untuk meniru efisiensi ini. Brett Kagan, Chief Scientific and Operations Officer perusahaan, menekankan bahwa chip CL1 memiliki potensi jauh melampaui dunia hiburan. Di masa depan, platform ini dapat diprogram untuk berbagai aplikasi penting yang membutuhkan kemampuan belajar adaptif namun dengan konsumsi daya minimal, seperti robotika, pengujian obat, hingga pemodelan penyakit neurologis.

Tantangan dan Peta Jalan ke Depan

Meski terobosan ini sangat menjanjikan, teknologi ini belum sempurna. Saat ini, sel-sel neuron pada chip CL1 memiliki masa hidup yang terbatas, yakni sekitar enam bulan di dalam sistem. Selain itu, konsistensi kinerja dan hasil pemrograman yang stabil masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi para peneliti. Sangat berbeda dengan chip silikon yang dapat diproduksi massal dengan kinerja yang pasti.

Namun, para analis dan ilmuwan menilai skeptisisme harus diimbangi dengan pengakuan bahwa ini adalah kemajuan saintifik yang sangat riil. William Keating, CEO perusahaan riset semikonduktor Ingenuity, menegaskan bahwa ini bukanlah fiksi ilmiah. “Ini bukan sains aneh atau sekadar klaim tanpa dasar. Ini adalah sains nyata dan perkembangannya sangat riil,” ujarnya, menandakan minat serius dari industri semikonduktor yang melihat potensi pergeseran paradigma.

  • Chip ini menggunakan sekitar 200.000 sel neuron manusia yang ditumbuhkan dari sel punca.
  • Sistem pembelajaran adaptifnya mampu menguasai game kompleks dengan mekanisme trial and error.
  • Konsumsi daya otak manusia yang hanya 20 watt menjadi tolok ukur efisiensi yang ingin dicapai.
  • Potensi aplikasi di masa depan mencakup pengujian obat, robotika, dan pemodelan penyakit.
Baca juga  Komdigi Kerahkan AI dan Teknologi Mutakhir untuk Perangi 3,2 Juta Situs Judi Daring

Kenapa Hal Ini Penting bagi Masa Depan Teknologi?

Eksperimen ini menandai sebuah langkah awal yang krusial dalam mendefinisikan ulang batas antara biologi dan komputasi. Di saat industri teknologi global tengah berjuang melawan konsumsi daya AI yang meroket dan keterbatasan Hukum Moore, pendekatan ‘komputer biologis’ menawarkan sebuah alternatif radikal. Ini bukan tentang menggantikan silikon, tetapi tentang menciptakan bentuk kecerdasan hibrida yang menggabungkan keunggulan terbaik dari kedua dunia.

Keberhasilan melatih sel otak untuk bermain Doom adalah bukti konsep yang kuat bahwa sistem biologis dapat diprogram untuk melakukan tugas-tugas komputasi yang bertujuan. Perjalanan dari cawan petri di Melbourne menuju aplikasi dunia nyata mungkin masih panjang, namun arahnya kini semakin jelas. Bagi kita semua, ini adalah pengingat bahwa cetak biru kecerdasan paling canggih di alam semesta—otak manusia—kini semakin dipahami, dan perlahan-lahan, mulai dapat ditiru.

Tags:

chip CL1Cortical LabsDoomEfisiensi Energikecerdasan buatankomputer biologissel otak
Author

Falah Malaika Az Zahra

Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga tren gadget penunjang produktivitas. Laporannya tidak hanya informatif, tetapi juga menangkap esensi dan energi kultur modern, menjadikannya rujukan yang tepercaya sekaligus menghibur bagi Gen Z dan Millenial.

Follow Me
Other Articles
Previous

BP BUMN Pangkas Entitas Usaha PLN Jadi 23, Percepat Transformasi Pasca Blackout Sumatera

Next

CFX: Aset Kripto Ekspansi ke Sektor Riil via Stablecoin dan Tokenisasi

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • pexels photo 38281596
      55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 36095242
      Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 8799979
      Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 33061128
      Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 11855063
      Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026

    You May Have Missed

    pexels photo 38281596
    Game Trending

    55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36095242
    Music News

    Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 8799979
    News Sains

    Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 33061128
    Gadget News

    Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 11855063
    Music News

    Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 18441494
    Gadget News

    Logitech Luncurkan Mobi Fold, Mouse Lipat Ultra-Portable Pertama

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 20674548
    Sains Trending

    Pedesaan Jepang Sepi Ditinggal Warga, Populasi Rusa dan Babi Hutan Melonjak Tajam

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36231699 1
    Public Figure Trending

    Detail Kebaya Akad Nikah Jennifer Coppen, Perpaduan Adat Jawa dan Sentuhan Modern

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 35654096 1
    Film Trending

    Film EKSIL Gelar Pemutaran Khusus di Blok M, 4 Juli 2026

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026

    Kategori

    • Home
    • Anime & Manga
    • Film
    • Gadget
    • Game
    • Music

    Format

    • Article
    • News
    • Trending
    • Infographic
    • Video

    Link Penting

    • Tentang Goodside
    • Kebijakan Privasi
    • Kebijakan Cookie
    • Pedoman Media Siber
    Copyright 2026 — Goodside. All rights reserved.