LOS ANGELES – Memasuki awal Januari 2026, dominasi James Cameron di layar lebar kembali terbukti tidak tergoyahkan. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun hingga Sabtu (3/1/2026), hasil penayangan Avatar Fire and Ash box office selama dua pekan pertama telah mencatatkan angka global yang fantastis, yakni sebesar $934,9 juta. Pencapaian ini menempatkan seri ketiga saga Pandora tersebut di ambang pintu masuk eksklusif “klub satu miliar dolar” yang diprediksi akan tertembus dalam hitungan jam.
Sejak dirilis secara global pada 19 Desember 2025, Avatar: Fire and Ash menunjukkan pola performa yang unik khas film-film Cameron. Di pasar domestik Amerika Utara, film ini telah mengantongi sekitar $265,9 juta. Sementara itu, kekuatan utama pendapatan berasal dari pasar internasional yang menyumbang sebesar $669 juta, atau sekitar 71,6% dari total pendapatan global.
Teknik piramida terbalik dalam industri menunjukkan bahwa angka pembukaan (opening weekend) sebesar $89,1 juta mungkin terlihat lebih kecil dibanding pendahulunya, The Way of Water. Namun, para analis industri menyoroti tingkat retensi penonton yang luar biasa. Pada pekan kedua, film ini hanya mengalami penurunan pendapatan (drop) sebesar 28,2%—sebuah angka yang sangat jarang terjadi di era film pahlawan super yang biasanya anjlok hingga 60% pada pekan kedua.
“Jangan pernah bertaruh melawan James Cameron,” ungkap seorang analis box office senior. “Meskipun awalnya terlihat moderat, Fire and Ash memiliki ‘napas panjang’ di bioskop. Audiens tidak hanya datang sekali; mereka kembali untuk format premium seperti IMAX dan 3D guna merasakan pengalaman visual Suku Abu yang diperkenalkan di film ini.”
Secara semantik, kesuksesan dua pekan pertama ini juga didorong oleh performa kuat di pasar Asia, khususnya China yang menyumbang lebih dari $100 juta, diikuti oleh Prancis dan Jerman. Di Indonesia sendiri, antusiasme penonton tetap tinggi dengan okupansi studio IMAX yang mencapai 90% pada jam-jam utama selama libur akhir tahun.
Secara teknis, Avatar: Fire and Ash harus mencapai titik impas (break-even point) di angka kisaran $800 juta hingga $1 miliar, mengingat anggaran produksinya yang mencapai $400 juta. Dengan angka $934,9 juta dalam 14 hari, Disney dan 20th Century Studios dipastikan sudah mulai meraup profit murni dari penjualan tiket, belum termasuk pendapatan dari merchandise dan hak siar di masa depan.
Keberhasilan ini memberikan sinyal hijau yang kuat bagi kelanjutan visi Cameron untuk Avatar 4 dan Avatar 5. Penayangan selama dua pekan ini membuktikan bahwa minat publik terhadap eksplorasi ekosistem Pandora masih sangat masif. Fokus narasi yang kali ini memperkenalkan sisi gelap Na’vi melalui “Suku Abu” (Ash People) tampaknya berhasil memberikan kesegaran tema yang dicari oleh audiens global.
Laporan box office mingguan selanjutnya akan menjadi penentu apakah Fire and Ash mampu melampaui total pendapatan pendahulunya atau justru stabil di angka $2 miliar. Namun untuk saat ini, Pandora secara resmi kembali menjadi raja di puncak box office dunia di awal tahun 2026.
