Kerinduan mendalam para Westlifers Indonesia akhirnya terbayar tuntas. Konser Westlife tadi malam, Selasa (10/2/2026), yang bertajuk “Westlife – A Gala Evening” sukses menyulap Nusantara International Convention Exhibition (NICE) di kawasan PIK 2 menjadi lautan memori. Meski tampil dengan formasi tiga orang—Shane Filan, Nicky Byrne, dan Kian Egan—tanpa Mark Feehily yang masih dalam masa pemulihan kesehatan, magis grup vokal asal Irlandia ini tidak luntur sedikit pun.
Berbeda dengan tur stadion mereka sebelumnya yang penuh energi koreografi masif, konser kali ini mengusung konsep yang lebih intim dan elegan. Kehadiran Magenta Orchestra memberikan dimensi baru pada lagu-lagu legendaris mereka, mengubah suasana menjadi malam gala yang mewah namun tetap terasa hangat bagi ribuan penonton yang hadir.
Kemegahan Pembuka dan Absennya Mark Feehily
Tepat pukul 20.30 WIB, lampu aula meredup dan dentuman musik orkestra mulai memenuhi ruangan. Westlife membuka penampilan mereka dengan hit energetik “World of Our Own”. Penonton langsung bersorak saat Shane, Nicky, dan Kian muncul di atas panggung dengan setelan jas yang necis.
Meski absennya Mark Feehily sangat terasa pada bagian-bagian nada tinggi yang menjadi ciri khasnya, Shane Filan berhasil mengambil alih porsi vokal tersebut dengan sangat apik. Di tengah konser, mereka sempat menyapa penggemar dan menyampaikan pesan dari Mark.
“Kami tahu kalian merindukan Mark, begitu juga kami. Dia mengirimkan cinta dan energinya untuk Jakarta malam ini. Terima kasih telah tetap di sini bersama kami selama 25 tahun,” ujar Shane Filan di sela-sela lagu.
Setlist yang Menguras Emosi
Selama kurang lebih dua jam, Westlife membawakan total 19 lagu. Pilihan lagu tadi malam seolah menjadi mesin waktu bagi para penonton yang mayoritas tumbuh besar di era 2000-an. Berikut adalah beberapa momen kunci dari daftar lagu yang dibawakan:
- Sesi Nostalgia: Lagu-lagu seperti “If I Let You Go”, “Swear It Again”, dan “Fool Again” dibawakan dengan aransemen orkestra yang lebih megah, membuat sesi sing-along penonton terdengar seperti paduan suara massal.
- Kejutan Jazz: Ada sentuhan berbeda saat mereka membawakan “Uptown Girl” yang dikombinasikan dengan gaya jazz melalui lagu “Ain’t That a Kick in the Head”.
- Momen Haru: Lagu “Flying Without Wings” dan “You Raise Me Up” menjadi puncak emosional malam itu, di mana ribuan flashlight ponsel menerangi seluruh area NICE PIK 2.
Indonesia: “Rumah Kedua” Westlife
Bukan rahasia lagi jika Westlife memiliki ikatan batin yang kuat dengan Indonesia. Dalam konser tadi malam, Nicky Byrne kembali menegaskan bahwa Indonesia adalah negara dengan raihan platinum terbanyak bagi karier mereka.
“Setiap kali kami datang ke Indonesia, kami merasa seperti pulang ke rumah kedua kami. Kalian adalah alasan mengapa kami masih berdiri di sini setelah 25 tahun,” kata Nicky yang disambut teriakan histeris penggemar.
Konser ditutup dengan lagu “Swear It Again”, meninggalkan kesan mendalam bagi para penggemar yang pulang dengan wajah puas. Bagi Anda yang melewatkan momen di Jakarta, Westlife sebelumnya telah sukses memukau Surabaya pada 8 Februari lalu, membuktikan bahwa demam boyband Irlandia ini masih sangat relevan di tahun 2026.
