Terobosan Pengisian Daya Samsung Galaxy S26 Ultra: Akhirnya Tembus 60W dan Standar Qi2

goodside
4 Min Read

Setelah bertahun-tahun bertahan dengan angka 45W yang membuat para penggemarnya harus ekstra sabar, Samsung akhirnya memberikan jawaban tegas. Fokus utama dalam peluncuran flagship terbaru ini adalah peningkatan signifikan pada teknologi pengisian daya Samsung Galaxy S26 Ultra. Tidak hanya sekadar angka yang lebih tinggi, Samsung memperkenalkan ekosistem pengisian daya yang lebih cerdas, dingin, dan aman bagi kesehatan baterai jangka panjang.

Akhir dari Era 45W: Selamat Datang 60W Super Fast Charging

Lompatan paling mencolok pada Samsung Galaxy S26 Ultra adalah dukungan pengisian daya kabel hingga 60W. Menggunakan protokol Power Delivery (PD) 3.1 terbaru, perangkat ini diklaim mampu mengisi daya dari 0% ke 75% hanya dalam waktu sekitar 28 menit.

Meskipun angka ini masih di bawah kompetitor Tiongkok yang mencapai 120W atau lebih, Samsung berargumen bahwa 60W adalah “titik manis” (sweet spot) untuk menjaga integritas sel baterai. Dengan menggunakan algoritma Adaptive Heat Management, panas yang dihasilkan selama proses pengisian daya 60W pada S26 Ultra justru lebih rendah dibandingkan saat S25 Ultra mengisi daya di 45W.

Inovasi Qi2 dan Revolusi Magnetik

Selain pengisian daya kabel, pengisian daya Samsung Galaxy S26 Ultra secara nirkabel kini mengadopsi standar Qi2. Ini adalah langkah besar karena Qi2 membawa teknologi Magnetic Alignment yang serupa dengan MagSafe. Artinya, pengguna tidak perlu lagi meraba-raba posisi yang pas di atas wireless charger. Magnet yang tertanam di bodi belakang memastikan efisiensi daya maksimal dan memungkinkan ekosistem aksesori magnetik yang lebih luas, mulai dari power bank tempel hingga car mount.

Perbandingan Efisiensi Pengisian Daya

FiturGalaxy S25 UltraGalaxy S26 Ultra (Terbaru)
Kabel (Wired)45W Max60W Super Fast Charging 3.0
Nirkabel (Wireless)15W25W Qi2 Certified
Waktu 0-100%~65 Menit~45 Menit
Teknologi MaterialStandarStacked Battery Technology

“Kami tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga ketahanan. Dengan Stacked Battery Technology yang diadaptasi dari industri mobil listrik, S26 Ultra memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi tanpa membuat bodi ponsel menjadi tebal,” ujar juru bicara divisi riset Samsung dalam sesi briefing teknis.

Fitur AI Battery Management

Kecerdasan buatan (AI) juga merambah sektor daya. Fitur AI Battery Sense pada One UI 8 mampu mempelajari pola tidur pengguna. Jika Anda mengisi daya semalaman, ponsel akan menahan pengisian di angka 80% dan baru akan menyelesaikannya menjadi 100% tepat 30 menit sebelum Anda bangun. Strategi ini diklaim mampu memperpanjang usia pakai baterai hingga 200 siklus pengisian tambahan.

Bagi para gamer, fitur Bypass Charging kini hadir lebih sempurna. Saat bermain game sambil mengisi daya, arus listrik akan langsung dialirkan ke prosesor tanpa melewati baterai. Hal ini secara drastis mengurangi panas yang sering kali menyebabkan thermal throttling pada performa gaming.

Catatan untuk Konsumen

Perlu dicatat bahwa Samsung tetap mempertahankan kebijakan ramah lingkungan mereka dengan tidak menyertakan kepala charger dalam kotak penjualan. Untuk menikmati kecepatan 60W secara maksimal, konsumen disarankan menggunakan kabel USB-C ke USB-C 5A dan adaptor yang mendukung protokol PPS (Programmable Power Supply).

Peningkatan pada sektor pengisian daya ini memposisikan S26 Ultra sebagai perangkat produktivitas yang tangguh, menghilangkan kecemasan pengguna akan waktu tunggu di depan stop kontak yang terlalu lama.

Share This Article
Leave a Comment