Skip to content
logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
Close

Search

ArticleFilm

6 Film Double Terbaik dan Terburuk dari Sutradara yang Sama

By Falah Malaika Az Zahra
12 November 2025 4 Min Read
0
Updated on 13 November 2025

Pernahkah kamu merasa dipermainkan oleh seorang sutradara saat menonton filmnya? Hal ini sering terjadi karena kamu akhirnya menemukan semacam spektrum dari diri sang sutradara. Pada satu waktu, kamu dibuat terbuai dengan karya yang brilian. Namun, pada waktu lain, ekspektasimu hancur berkeping-keping karena film garapan mereka sangat buruk. Sampai-sampai sulit untuk percaya bahwa dua film itu dibuat oleh orang yang sama.

Ketertarikan terhadap spektrum kualitas film seorang sutradara bisa menjadi hal yang sangat menarik. Berikut adalah enam pasang film terbaik dan terburuk yang akan membuatmu keheranan:

1. Jacques Audiard: A Prophet (2009) dan Emilia Pérez (2024)

Jacques Audiard adalah sutradara Prancis yang cukup tersohor. Pada debutnya 30 tahun lalu, Audiard langsung mendapatkan nominasi Cesar Award (penghargaan film terbaik Prancis). Nama nya makin meroket sepanjang akhir 90-an sampai 2010-an lewat film-film seperti A Self-Made Hero, Read My Lips, A Prophet, The Beat That My Heart Skipped, dan Rust and Bone. Selain Cesar Award, Cannes Film Festival pun jadi tempatnya.

Namun, siapa sangka pada 2024, ia merilis Emilia Pérez yang dianggap problematik banyak pihak. Audiard yang biasa membuat film berlatar Prancis dan sekitarnya, tiba-tiba membuat film tentang Meksiko tanpa referensi kultural yang akurat. Benar saja, film itu jadi bulan-bulanan, meskipun tetap meraih banyak penghargaan internasional. Coba bandingkan dengan film paling dekoratifnya sejauh ini, A Prophet, niscaya kamu bakal terkejut dengan kekontrasannya.

Terbaik: A Prophet (2009)

Terburuk: Emilia Pérez (2024)

2. M. Night Shyamalan: The Sixth Sense (1999) dan The Last Airbender (2010)



M. Night Shyamalan juga sering memberikan kejutan bagi penontonnya. Ia bisa membuat film-film brilian dan mengguncang dunia seperti The Sixth Sense, Unbreakable, dan Split, tetapi pada waktu lain ia bisa membuat penggemar kecewa berat. The Last Airbender yang merupakan adaptasi serial animasi Avatar the Last Airbender adalah buktinya. Film itu jadi bulan-bulanan orang dan dianggap salah satu film adaptasi terburuk sepanjang masa. Rasanya sulit menerima kalau film itu dibuat sutradara sekaliber Shyamalan. Namun, sepertinya tak tertebak memang bagian dari brand M. Night Shyamalan sebagai sineas.

Terbaik: The Sixth Sense (1999)

Terburuk: The Last Airbender (2010)

3. Francis Ford Coppola: Apocalypse Now (1979) dan Megalopolis (2024)



Dikenal luas gara-gara The Godfather (1972) dan Apocalypse Now (1979), Coppola gagal mengembalikan kejayaannya lewat film Megalopolis (2024). Tak hanya gagal memenuhi standar tinggi yang sudah dibuatnya beberapa dekade lalu, Megalopolis disebut sebagai film terburuk yang ironisnya dibuat dengan anggaran bombastis. Sebenarnya, Coppola masih menggunakan gaya khasnya, yakni mengeksplorasi bagaimana keserakahan jadi motif utama protagonisnya. Namun, Megalopolis kehilangan momentum gara-gara penulisan naskah yang kurang matang dan dialog yang kurang natural. Susah untuk menyukai film ini apalagi percaya kalau ia dibuat oleh seseorang di balik film-film bombastis 70—80-an.

Terbaik: Apocalypse Now (1979)

Terburuk: Megalopolis (2024)

4. Spike Lee: Do the Right Thing (1989) dan Oldboy (2013)



Spike Lee juga salah satu sutradara yang konsistensinya patut dipertanyakan. Ia dipuji banyak orang gara-gara beberapa film seperti Do the Right Thing, Malcolm X, dan BlacKkKlansman, tetapi dicerca saat merilis Oldboy pada 2013. Bagaimana tidak, mengadaptasi sebuah film legenda bukan hal mudah alias berisiko besar. Sebagai konteks, Oldboy karya Spike Lee adalah remake dari film Korea berjudul sama yang rilis 1 dekade sebelumnya. Film itu fenomenal dan tentunya tidak mudah menyamai kesuksesan itu. Namun, Lee justru mengambil risiko dan benar saja, itu jadi film terburuk yang pernah ia buat. Bersanding dengan film horor garapannya Da Sweet Blood of Jesus (2015).

Terbaik: Do the Right Thing (1989)

Terburuk: Oldboy (2013)

5. Ridley Scott: Blade Runner (1982) dan A Good Year (2006)



Sutradara lain yang karyanya kurang konsisten adalah Ridley Scott. Bayangkan, ia adalah sosok di balik film-film sukses secara komersial macam Blade Runner, Gladiator, Thelma & Louise, Alien dan The Martian. Namun, pada 2000-an, ia pernah merilis film A Good Year yang dicap gagal total oleh penonton. Itu adalah film romantis satu-satunya dalam daftar filmografi Ridley Scott, sekaligus mengonfirmasi kalau memang genre itu bukan untuknya. A Good Year dibintangi Russel Crowe yang terlibat dalam Gladiator. Namun, dua film itu sungguh kontras dari kematangan cerita dan kualitas produksi.

Terbaik: Blade Runner (1982)

Terburuk: A Good Year (2006)

6. Josh Boone: The Fault in Our Stars (2014) dan Regretting You (2025)



Josh Boone sedang jadi bulan-bulanan di jagat maya gara-gara Regretting You (2025). Padahal, kalau kamu baca riwayat kariernya, Boone adalah sutradara film The Fault in Our Stars (2014). Dua film ini sama-sama diadaptasi dari novel laris, tetapi beda nasib. Film pertama sukses besar dan dipuja para pembaca novelnya. Apalagi, caranya membahas penyakit kronis dianggap akurat alias risetnya niat. Sementara, Regretting You justru bikin orang makin pesimis dengan masa depan sinema romcom modern. Eksekusinya tidak maksimal, banyak plot hole, dan chemistry antara para protagonisnya tidak menyakinkan.

Terbaik: The Fault in Our Stars (2014)

Terburuk: Regretting You (2025)

Berharap seseorang konsisten mengesankan memang tidak manusiawi. Ada kalanya memang kita jatuh, termasuk dalam urusan pekerjaan. Ini juga bisa jadi pengingat kalau tak ada manusia yang sempurna, untuk itu ada baiknya kita tak perlu berlebihan mengidolakan seseorang.

Author

Falah Malaika Az Zahra

Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga tren gadget penunjang produktivitas. Laporannya tidak hanya informatif, tetapi juga menangkap esensi dan energi kultur modern, menjadikannya rujukan yang tepercaya sekaligus menghibur bagi Gen Z dan Millenial.

Follow Me
Other Articles
Previous

4 Film Pendek Penguatan Karakter Siswa yang Mendidik untuk Anak Sekolah

Next

7 Hal Menarik dari Drakor Dear X, Cerita Gelap yang Menggoda!

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • pexels photo 38281596
      55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 36095242
      Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 8799979
      Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 33061128
      Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 11855063
      Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026

    You May Have Missed

    pexels photo 38281596
    Game Trending

    55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36095242
    Music News

    Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 8799979
    News Sains

    Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 33061128
    Gadget News

    Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 11855063
    Music News

    Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 18441494
    Gadget News

    Logitech Luncurkan Mobi Fold, Mouse Lipat Ultra-Portable Pertama

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 20674548
    Sains Trending

    Pedesaan Jepang Sepi Ditinggal Warga, Populasi Rusa dan Babi Hutan Melonjak Tajam

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36231699 1
    Public Figure Trending

    Detail Kebaya Akad Nikah Jennifer Coppen, Perpaduan Adat Jawa dan Sentuhan Modern

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 35654096 1
    Film Trending

    Film EKSIL Gelar Pemutaran Khusus di Blok M, 4 Juli 2026

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026

    Kategori

    • Home
    • Anime & Manga
    • Film
    • Gadget
    • Game
    • Music

    Format

    • Article
    • News
    • Trending
    • Infographic
    • Video

    Link Penting

    • Tentang Goodside
    • Kebijakan Privasi
    • Kebijakan Cookie
    • Pedoman Media Siber
    Copyright 2026 — Goodside. All rights reserved.