Photo by AL FARIZ on Pexels

9 Wilayah Indonesia Terkena Tsunami Kecil Usai Gempa M7.7 di Filipina

Falah Malaika Az Zahra
Falah Malaika Az Zahra
Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga...

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami yang sempat menghebohkan warganet pada Senin pagi (8/6/2026). Sebanyak sembilan wilayah di Indonesia terdeteksi mengalami gelombang tsunami kecil setelah gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Filipina.

Peringatan Dini Tsunami dari BMKG

BMKG mengirimkan notifikasi Peringatan Dini (PD) Tsunami melalui aplikasi resmi dan media sosial untuk 22 wilayah di Indonesia. Grafis yang dibagikan menampilkan sebagian besar area berwarna kuning, yang berarti prakiraan tsunami setinggi 0 hingga 0,5 meter. Beberapa wilayah dengan ilustrasi oranye memperkirakan gelombang mencapai 0,5 sampai 3 meter.

Namun, BMKG kemudian mengonfirmasi bahwa tsunami yang terjadi di Sulawesi Utara, pesisir utara Gorontalo, dan Maluku Utara tergolong kecil. Ketinggian gelombang tidak pernah melampaui 1 meter, jauh dari prakiraan awal. Peringatan dini resmi diakhiri pada pukul 10.00 WIB.

Penyebab Gempa dan Tsunami di Filipina

Berdasarkan analisis BMKG, gempa besar di Filipina dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyatakan bahwa gempa termasuk jenis dangkal akibat aktivitas subduksi. Sementara itu, Daryono selaku Anggota Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN) menjelaskan bahwa mekanisme sumber gempa adalah thrusting atau patahan naik, yang sangat sensitif membangkitkan tsunami.

Lokasi episenter dan kedalaman dangkal membuat energi gempa mudah mentransfer gerakan vertikal ke kolom air laut, sehingga memicu gelombang kecil namun terukur di berbagai titik pantai Indonesia.

Daftar 9 Wilayah Indonesia yang Terdampak

BMKG mencatat sembilan wilayah mengalami kenaikan muka air laut antara pukul 06:58 WIB hingga 08:20 WIB. Data berikut dikutip langsung dari aplikasi BMKG:

  • BITUNG (07:51 WIB) – 0,29 meter
  • LOLODA-HALMAHERABARAT (07:20 WIB) – 0,09 meter
  • MELONGUANE-KEPULUANTALAUD (07:27 WIB) – 0,32 meter
  • PALELEH (07:34 WIB) – 0,45 meter
  • TAHUNA (06:58 WIB) – 0,30 meter
  • TALENGAN-SULUT (08:20 WIB) – 0,75 meter
  • TANJUNGSIDUPA (07:39 WIB) – 0,32 meter
  • TERNATE (07:51 WIB) – 0,14 meter
  • ULUSIAU-SITARO (07:27 WIB) – 0,18 meter

Tsunami terbesar tercatat di Talengan, Sulawesi Utara, setinggi 0,75 meter, yang masih dalam kategori aman dan tidak menimbulkan kerusakan berarti.

Respons Publik dan Media Sosial

Empat topik langsung menjadi trending di platform X pada Senin pagi: Gempa, Sulawesi Utara, Tsunami, dan Filipina. Netizen ramai membagikan tangkapan layar peringatan BMKG dan saling mengingatkan pentingnya menjauhi pantai. Kegaduhan ini menunjukkan respons cepat publik terhadap peringatan dini kebencanaan.

Meski tsunami tidak berbahaya, kejadian ini menguji kesiapan sistem peringatan dan kesadaran masyarakat. BMKG menegaskan bahwa peringatan berakhir aman, dan tidak ada korban jiwa atau kerusakan signifikan yang dilaporkan.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di jalur Cincin Api Pasifik. Edukasi dan kesiapsiagaan tsunami tetap penting, terutama bagi warga pesisir yang berpotensi terkena dampak dari gempa-gempa besar di sekitar lempeng Filipina dan Pasifik.

Author

Falah Malaika Az Zahra

Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga tren gadget penunjang produktivitas. Laporannya tidak hanya informatif, tetapi juga menangkap esensi dan energi kultur modern, menjadikannya rujukan yang tepercaya sekaligus menghibur bagi Gen Z dan Millenial.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *