Logo GoodSide Final Revisi Logo GoodSide Final Revisi
  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
NEWSLETTER
Font ResizerAa
GoodsideGoodside
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Public Figure
  • Relationship
Search
  • Format
    • Article
    • Trending
    • News
    • Video
    • Infographic
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Goodside > Teknologi > TikTok Luncurkan Langganan Bebas Iklan di Inggris, Harga Rp94 Ribuan
Teknologi

TikTok Luncurkan Langganan Bebas Iklan di Inggris, Harga Rp94 Ribuan

By
goodside
19 hours ago
5 Min Read
Share

TikTok resmi memperkenalkan paket berlangganan bebas iklan di Inggris, menawarkan pengalaman tanpa gangguan iklan dengan biaya 3,99 poundsterling atau sekitar Rp94,8 ribu per bulan. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi platform video pendek tersebut dalam merespons tekanan regulasi privasi data di Eropa dan kebutuhan pengguna akan kendali lebih besar atas data pribadi mereka.

Contents
  • Detail Paket Berlangganan Bebas Iklan TikTok
  • Mengapa TikTok Menghadirkan Opsi Bebas Iklan?
  • Bagaimana dengan Pendapatan Iklan TikTok?
  • Perbandingan dengan Platform Lain
  • Apakah Akan Hadir di Negara Lain?
  • Apa Artinya Bagi Pengguna?

Detail Paket Berlangganan Bebas Iklan TikTok

Paket berlangganan ini dikhususkan bagi pengguna berusia 18 tahun ke atas. Pelanggan tidak akan melihat iklan di linimasa TikTok, dan yang lebih penting, data pribadi mereka tidak akan digunakan untuk keperluan penargetan iklan. Peluncuran akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan, dimulai dari Inggris.

Direktur Pelaksana TikTok Inggris, Kris Boger, menyatakan bahwa perusahaan ingin menyediakan opsi yang lebih luas bagi pengguna seraya mendukung pertumbuhan bisnis. “Periklanan di platform kami telah membantu ribuan bisnis Inggris menjangkau pelanggan baru, meningkatkan penjualan, dan menciptakan lapangan kerja, sementara opsi bebas iklan baru kami memberi pengguna kendali lebih besar atas pengalaman mereka,” ujarnya.

Mengapa TikTok Menghadirkan Opsi Bebas Iklan?

Keputusan TikTok meluncurkan paket berlangganan di Inggris tidak lepas dari penerapan General Data Protection Regulation (GDPR). Regulasi ini melarang perusahaan mengumpulkan data pribadi pengguna untuk iklan tanpa persetujuan eksplisit. Dengan paket berbayar tanpa iklan, TikTok memberikan alternatif bagi pengguna yang tidak ingin data mereka diproses untuk periklanan, sekaligus tetap mematuhi aturan privasi yang ketat.

Model serupa telah diterapkan oleh Meta untuk Instagram dan Facebook di Uni Eropa, di mana pengguna bisa memilih antara menggunakan platform secara gratis dengan iklan bertarget atau membayar langganan bulanan demi privasi. TikTok kini mengikuti jejak itu, menunjukkan bahwa regulasi data pribadi di Eropa terus mendorong perubahan fundamental dalam model bisnis platform digital.

Bagaimana dengan Pendapatan Iklan TikTok?

Iklan merupakan tulang punggung pendapatan TikTok secara global. Namun, dengan hadirnya paket berlangganan, TikTok mendiversifikasi sumber pendapatannya. Langkah ini juga dapat menjaga loyalitas pengguna yang sensitif terhadap privasi, sehingga mereka tidak sepenuhnya meninggalkan platform.

Di sisi lain, para pelaku bisnis kecil yang mengandalkan iklan TikTok untuk menjangkau pelanggan mungkin akan bertanya-tanya tentang dampak jangka panjang. Meski begitu, TikTok memastikan bahwa periklanan tetap menjadi prioritas untuk menghubungkan merek dengan audiens mereka—paket bebas iklan hanyalah opsi tambahan, bukan pengganti.

Perbandingan dengan Platform Lain

TikTok bukan satu-satunya platform yang menawarkan pengalaman bebas iklan. YouTube Premium, misalnya, telah lama menyediakan layanan serupa dengan bonus akses ke YouTube Music. Spotify juga memiliki tingkatan gratis dengan iklan dan Premium tanpa iklan. Bahkan X (Twitter) dan Reddit memiliki opsi langganan dengan fitur tambahan.

More Read

Kode Redeem Wizard Legend: Duel Mei 2026, Klaim Item Gratis Tanpa Grinding
Pemprov Jatim dan BRIN Perkuat Hilirisasi Riset Teknologi Tepat Guna
Investasi PMDN Rp160 Miliar: Pabrik AC dan Mesin Cuci BESTLIFE Perkuat Industri Elektronik Nasional

Dengan harga £3,99 per bulan, paket TikTok terbilang lebih terjangkau dibandingkan YouTube Premium (£12,99) atau Spotify Premium (£10,99). Namun, TikTok tidak menyertakan fitur tambahan seperti akses konten eksklusif atau pengunduhan offline—setidaknya belum ada pengumuman resmi. Ini murni transaksi privasi: bayar untuk tidak melihat iklan dan menjaga data pribadi.

Apakah Akan Hadir di Negara Lain?

Hingga saat ini, TikTok belum memberikan kepastian apakah paket berlangganan akan diluncurkan di Amerika Serikat atau negara lain. Perusahaan telah menguji coba konsep ini sejak 2023, dan Inggris menjadi pasar pertama yang menerapkannya secara resmi.

Jika berhasil, bukan tidak mungkin model ini diperluas ke wilayah lain, terutama di negara-negara dengan regulasi privasi yang ketat atau di pasar di mana pengguna memiliki kesadaran tinggi akan perlindungan data. Indonesia sendiri, dengan basis pengguna TikTok yang sangat besar, juga menarik untuk diamati—meskipun belum ada sinyal ke arah sana.

Apa Artinya Bagi Pengguna?

Bagi pengguna, kehadiran paket berlangganan ini memberikan kendali lebih. Mereka yang tidak nyaman dengan iklan bertarget atau ingin membatasi penggunaan data pribadi kini memiliki pilihan resmi dan legal. Ini juga menandakan bahwa privasi bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan produk yang bisa dijual.

Dari sisi pengalaman, linimasa TikTok tanpa iklan tentu terasa lebih mulus. Namun, pengguna harus mempertimbangkan apakah harga yang dibayarkan sepadan dengan kenyamanan tersebut. Di tengah maraknya model bisnis berbasis langganan, konsumen kini dihadapkan pada akumulasi biaya bulanan untuk berbagai layanan—mulai dari streaming musik, film, hingga media sosial.

Kehadiran paket berlangganan bebas iklan TikTok di Inggris menegaskan bahwa era media sosial gratis sepenuhnya mungkin segera berakhir. Bagi pengguna, ini tentang memilih antara kenyamanan dan privasi; bagi TikTok, ini tentang beradaptasi dengan regulasi tanpa kehilangan pijakan bisnis. Apakah langkah ini akan diikuti oleh platform lain dan meluas ke negara-negara berkembang? Waktu yang akan menjawab.

Author
goodside

goodside

TAGGED:GDPRiklan digitallangganan bebas iklanmedia sosialprivasi dataTikTokTikTok Inggris
Share This Article
Facebook Flipboard Email Print
Share
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terbaru

Telkom Cetak Total Shareholder Return 35,7% di 2025, Transformasi TLKM 30 Jadi Kunci
Bisnis Digital
Rahasia Genetik Ikan Herring Bertahan di Air Tawar Laut Baltik
Sains
Jet Tempur Rafale F4 Indonesia: Kemampuan Canggih Generasi Terbaru
Teknologi
6,4 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan, Proyek LRT Velodrome-Manggarai Capai 92 Persen
Teknologi

You Might Also Like

Investasi Pusat Data AI Rp 88 Triliun di Batam: Kementrans Siapkan SDM

15 hours ago

HUAWEI MatePad Pro Max Rilis Global: Tablet 13,2 Inci Super Tipis dan Ringan

17 hours ago

Bocoran Smartphone AI OpenAI: Rilis 2027, Chip MediaTek, dan Konsep AI-first

19 hours ago

OSL Indonesia Rampungkan Transisi ke ICEx, Ekosistem Kripto Kini di Bawah OJK

15 hours ago
Logo GoodSide Final Revisi Logo GoodSide Final Revisi

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling.

Follow Socials

© 2026 Goodside. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?