Logo GoodSide Final Revisi Logo GoodSide Final Revisi
  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
NEWSLETTER
Font ResizerAa
GoodsideGoodside
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Public Figure
  • Relationship
Search
  • Format
    • Article
    • Trending
    • News
    • Video
    • Infographic
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Goodside > Teknologi > Simulator Jet Tempur China J-11 Ketahuan Pakai Windows XP
Teknologi

Simulator Jet Tempur China J-11 Ketahuan Pakai Windows XP

By
goodside
15 hours ago
6 Min Read
Share

Dunia maya kembali dihebohkan oleh temuan yang memperlihatkan sisi lain dari teknologi pertahanan China. Sebuah foto yang diunggah oleh situs berita militer resmi China, military.cnr.cn, memperlihatkan simulator pesawat tempur Shenyang J-11 ternyata dijalankan dengan sistem operasi Microsoft Windows XP. Pemandangan ikonik wallpaper ‘Bliss’ – padang rumput hijau dengan langit biru berawan putih – yang muncul di dua monitor operator langsung menyita perhatian publik.

Contents
  • Windows XP di Balik Simulator Jet Tempur China
  • Mengapa Militer Masih Mengandalkan Sistem Operasi Usang?
  • Kasus Serupa: US Navy Bayar Miliaran Rupiah untuk Windows XP
  • Risiko Keamanan Siber pada Alat Tempur Modern
  • Apa Artinya bagi Modernisasi Militer China?
  • Pelajaran dari Sistem Operasi yang Tak Kunjung Mati

Windows XP di Balik Simulator Jet Tempur China

Dalam gambar tersebut, tampak seorang kru duduk di kokpit simulator, sementara seorang operator lain mengelola sistem dari meja yang dipenuhi lima monitor. Dua di antaranya jelas menampilkan tampilan desktop khas Windows XP. Padahal, sistem operasi yang pertama kali dirilis pada 2001 itu sudah bertahun-tahun tidak lagi mendapat dukungan resmi dari Microsoft.

Shenyang J-11 sendiri merupakan pesawat tempur yang airframe-nya dibangun berdasarkan lisensi jet tempur Rusia, Sukhoi Su-27. Pesawat yang dijuluki ‘Flanker B+’ oleh NATO ini sudah menjadi tulang punggung Angkatan Udara China sejak awal 2000-an. Keberadaan simulator yang masih berjalan di atas Windows XP memunculkan banyak pertanyaan, terutama soal bagaimana kekuatan militer modern mengelola perangkat lunak usang di sistem penting mereka.

Mengapa Militer Masih Mengandalkan Sistem Operasi Usang?

Microsoft secara resmi menghentikan pembaruan keamanan untuk Windows XP pada April 2014. Namun, penggunaan sistem operasi usang di lingkungan militer bukanlah hal baru. Banyak institusi pertahanan di seluruh dunia masih setia pada perangkat lunak lama karena alasan stabilitas, sertifikasi yang ketat, dan kompatibilitas dengan perangkat keras khusus yang sudah teruji selama bertahun-tahun.

Biaya dan waktu yang diperlukan untuk memigrasikan sistem ke platform modern sangat besar, terutama jika menyangkut simulator yang harus benar-benar akurat dalam mereplikasi kondisi penerbangan. Meski demikian, pilihan ini membawa risiko keamanan siber yang tidak kecil, karena Windows XP tidak lagi menerima tambalan kerentanan dari Microsoft secara gratis.

Kasus Serupa: US Navy Bayar Miliaran Rupiah untuk Windows XP

China bukan satu-satunya yang bergantung pada Windows XP. Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) sebelumnya diberitakan rela merogoh kocek hingga 9,1 juta dolar AS – setara sekitar Rp121 miliar – hanya untuk mendapatkan dukungan teknis berbayar dari Microsoft bagi komputer-komputer mereka yang masih menjalankan Windows XP.

Kontrak tersebut menunjukkan bahwa teknologi lawas masih memainkan peran vital dalam operasi militer, bahkan di negara adidaya. Namun, keterbukaan informasi tentang penggunaan XP di simulator J-11 tetap menjadi sorotan karena mengindikasikan bahwa sistem yang sama bisa saja memiliki celah keamanan yang belum diperbaiki.

Risiko Keamanan Siber pada Alat Tempur Modern

Ketergantungan pada sistem operasi yang sudah tidak didukung membuka potensi serangan siber yang serius. Tanpa pembaruan keamanan, perangkat tetap rentan terhadap eksploitasi malware dan peretasan. Di era perang siber yang semakin canggih, simulator yang terhubung ke jaringan internal berpotensi menjadi pintu masuk bagi musuh untuk mengakses sistem pertahanan yang lebih luas.

More Read

Mina the Hollower Rilis 29 Mei 2026: Petualangan Gotik Kreator Shovel Knight
Misteri Medan Magnet Ganymede Terkuak: Inti Bulan Jupiter Masih Bertumbuh
Kepala BRIN: Kebijaksanaan Peneliti Tak Tergantikan AI

Para analis keamanan sering mengingatkan bahwa pemeliharaan sistem usang harus diimbangi dengan isolasi ketat dari jaringan luar, segmentasi, dan pemantauan trafik. Namun, belum ada konfirmasi tentang langkah keamanan spesifik yang diterapkan pada simulator J-11 tersebut.

Apa Artinya bagi Modernisasi Militer China?

China dalam dua dekade terakhir gencar memodernisasi angkatan bersenjatanya, termasuk pengembangan jet tempur siluman dan sistem kecerdasan buatan. Akan tetapi, temuan Windows XP di simulator J-11 mengingatkan bahwa modernisasi tidak selalu merata di semua lini. Beberapa infrastruktur pendukung yang dianggap tidak kritis mungkin masih menggunakan teknologi lama demi efisiensi atau karena keterbatasan integrasi.

Di sisi lain, hal ini juga bisa menjadi strategi tersendiri: mempertahankan sistem yang sudah teruji di lingkungan tertutup demi keandalan operasional, sementara pada saat yang sama menghemat sumber daya untuk pengembangan platform tempur generasi berikutnya. Meski begitu, transparansi yang tidak disengaja lewat foto ini tetap menjadi catatan menarik tentang bagaimana negara-negara besar mengelola aset digital lamanya.

Pelajaran dari Sistem Operasi yang Tak Kunjung Mati

Fenomena ini mengajarkan bahwa Windows XP, meskipun secara komersial sudah dianggap mati, ternyata masih hidup dan berdenyut di jantung beberapa sistem militer. Kejadian ini juga memperlihatkan betapa kompleksnya ekosistem teknologi pertahanan: antara kebutuhan akan keamanan mutakhir dan realitas warisan sistem yang tidak mudah ditinggalkan.

Bagi pengguna awam, temuan ini sekaligus menjadi pengingat untuk selalu memperbarui perangkat lunak pribadi. Bagi pelaku industri dan pemerintah, kisah simulator J-11 menjadi alarm bahwa pengabaian pembaruan sistem – meskipun di segmen yang tampak terisolasi – dapat berujung pada risiko yang lebih besar di masa depan.

Pada akhirnya, langit biru dalam wallpaper ‘Bliss’ yang seharusnya membawa nostalgia malah menjadi simbol ironi: di balik layar canggih kokpit simulator, bersemayam sistem operasi yang usianya hampir seperempat abad. Ke depan, kita patut bertanya, akankah militer dunia benar-benar merelakan Windows XP pensiun, atau ia akan tetap menjadi fondasi digital di balik mesin-mesin perang modern?

Author
goodside

goodside

TAGGED:Keamanan SiberMicrosoftShenyang J-11Simulator Jet TempurTeknologi Militer ChinaWindows XP
Share This Article
Facebook Flipboard Email Print
Share
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terbaru

Telkom Cetak Total Shareholder Return 35,7% di 2025, Transformasi TLKM 30 Jadi Kunci
Bisnis Digital
Rahasia Genetik Ikan Herring Bertahan di Air Tawar Laut Baltik
Sains
Jet Tempur Rafale F4 Indonesia: Kemampuan Canggih Generasi Terbaru
Teknologi
6,4 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan, Proyek LRT Velodrome-Manggarai Capai 92 Persen
Teknologi

You Might Also Like

Psyche NASA Sukses Lakukan Slingshot di Mars Menuju Asteroid Emas

18 hours ago

OSL Indonesia Rampungkan Transisi ke ICEx, Ekosistem Kripto Kini di Bawah OJK

14 hours ago

Bocoran iPhone 17e: Spesifikasi, Prediksi Harga, dan Jadwal Rilis

14 hours ago

Pilar Keterjagaan Jadi Kunci Konektivitas Digital Indonesia

15 hours ago
Logo GoodSide Final Revisi Logo GoodSide Final Revisi

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling.

Follow Socials

© 2026 Goodside. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?