Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mencatatkan prestasi membanggakan dengan masuk dalam daftar Fortune 100 Best Companies to Work For™ Asia Tenggara. Penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras perusahaan dalam membangun budaya kerja yang sehat, inklusif, dan adaptif, terutama setelah melalui proses merger besar yang menantang. Pencapaian ini menempatkan IOH sebagai salah satu dari hanya dua perusahaan Indonesia yang berhasil menembus daftar bergengsi tersebut.
Daftar Perdana Fortune 100 Best Companies Asia Tenggara
Untuk pertama kalinya, Great Place To Work® (GPTW) ASEAN & ANZ bersama majalah Fortune merilis daftar Fortune 100 Best Companies to Work For Asia Tenggara. Pemeringkatan ini dilakukan berdasarkan survei rahasia Trust Index™ yang mengukur tingkat kepercayaan, keadilan, dan dukungan yang dirasakan karyawan di tempat kerja. Survei ini melibatkan lebih dari 550 ribu karyawan dari berbagai perusahaan di 10 negara Asia Tenggara, dengan total lebih dari 1,3 juta pekerja memberikan penilaian. Metodologi ini menekankan pentingnya pengalaman karyawan secara holistik, bukan sekadar fasilitas fisik atau kompensasi.
Masuknya IOH dalam daftar ini menjadi bukti bahwa perusahaan telekomunikasi hasil merger tiga entitas ini mampu menciptakan lingkungan kerja yang memenuhi standar tinggi tersebut. Di tengah persaingan talenta regional, pencapaian ini menjadi nilai tambah yang signifikan bagi reputasi perusahaan.
Tantangan Integrasi Pascamerger dan Stabilitas SDM
Perjalanan IOH menuju Fortune 100 Best Companies tidaklah mudah. Perusahaan ini merupakan hasil penggabungan Indosat, Ooredoo, dan Hutchison yang proses integrasinya berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Umumnya, merger sebesar ini sering diwarnai ketidakpastian, budaya yang bentrok, dan gelombang pengunduran diri karyawan. Namun, IOH berhasil menjaga retensi talenta strategis dan mencatat pertumbuhan EBITDA yang positif.
Lisa Qonita, SVP Head of People & Culture IOH, menjelaskan bahwa kunci stabilitas ini adalah pendekatan kesejahteraan yang lebih terintegrasi. “Kami melakukan pendekatan kesejahteraan karyawan yang lebih sesuai dengan konteks budaya kerja di Asia Tenggara,” ujarnya. Alih-alih menerapkan program generik, IOH merancang inisiatif yang benar-benar relevan dengan kebutuhan karyawannya.
Transformasi Program Kesehatan Mental
Salah satu terobosan penting adalah mengubah persepsi terhadap program kesehatan mental. Sebelumnya, program dukungan kesehatan mental sering dihindari karena stigma. IOH kemudian memposisikannya sebagai instrumen peningkatan kinerja dan manajemen energi. “Begitu kami memposisikannya sebagai alat untuk meningkatkan performa, tingkat partisipasi karyawan langsung melonjak,” kata Lisa. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan penggunaan layanan, tetapi juga membangun budaya yang lebih terbuka tentang kesejahteraan mental.
Komunikasi Dua Arah dan Pelibatan Aktif
Selain program kesejahteraan, IOH memperkuat komunikasi dua arah melalui forum town hall terbuka, platform wellness, dan aktivitas lintas fungsi. Perusahaan menunjuk perwakilan karyawan di setiap direktorat untuk memastikan suara dari semua level terdengar. Keterlibatan ini menciptakan rasa memiliki dan kohesi organisasi yang kuat. “Kami menempatkan karyawan sebagai pusat bisnis. Investasi untuk kesejahteraan disesuaikan dengan kebutuhan mereka dan dampaknya kami pantau secara berkala terhadap performa bisnis dan stabilitas SDM,” tambah Lisa.
Pentingnya Rasa Aman Psikologis
Managing Director Great Place To Work ASEAN & ANZ, Evelyn Kwek, menekankan bahwa perusahaan yang masuk daftar Fortune 100 Best Companies umumnya berhasil membangun rasa aman psikologis. “Program kesejahteraan yang mahal sekalipun tidak akan efektif jika karyawan tidak merasa aman untuk menggunakannya. Kuncinya ada pada budaya yang terbuka,” jelas Evelyn. Prinsip ini menjadi fondasi bagi IOH dalam merancang setiap inisiatif SDM.
Pelajaran untuk Dunia Usaha Indonesia
Keberhasilan IOH menjadi bukti bahwa investasi pada kesejahteraan karyawan bukan sekadar pengeluaran, melainkan strategi bisnis yang cerdas. Di tengah persaingan talenta yang ketat, perusahaan yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang suportif akan lebih mudah menarik dan mempertahankan talenta terbaik. Bagi Indonesia, masuknya IOH dalam daftar Fortune 100 Best Companies Asia Tenggara menunjukkan bahwa perusahaan lokal mampu bersaing dalam hal kualitas tempat kerja di tingkat regional.
Kesimpulan
Pengakuan dari Fortune dan Great Place To Work ini bukan hanya kebanggaan bagi Indosat Ooredoo Hutchison, tetapi juga inspirasi bagi perusahaan lain di Tanah Air. Budaya kerja yang inklusif, komunikasi terbuka, dan program kesejahteraan yang dirancang dengan empati terbukti mampu menjaga stabilitas organisasi bahkan di masa transisi. Ke depan, diharapkan semakin banyak perusahaan Indonesia yang mengikuti jejak IOH dalam menempatkan karyawan sebagai aset strategis utama.
