Skip to content
logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
Close

Search

Article

Trump Mendadak Batalkan Perpres AI, Khawatir Untungkan China

By Falah Malaika Az Zahra
28 Mei 2026 4 Min Read
0

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mendadak membatalkan penandatanganan Perintah Eksekutif (Executive Order) tentang kecerdasan buatan (AI) hanya beberapa jam sebelum acara pengesahan. Keputusan mengejutkan ini diambil setelah sejumlah tokoh terkemuka di industri teknologi menyampaikan keberatan langsung kepada Trump. Mereka khawatir aturan yang dirancang justru akan memperlambat inovasi dalam negeri dan memberi keuntungan bagi China dalam persaingan teknologi global.

Kronologi Pembatalan yang Mengejutkan

Rencana penandatanganan Perpres AI ini sebenarnya sudah disusun cukup matang oleh Gedung Putih. Pemerintah bahkan telah mengundang para eksekutif dari perusahaan AI papan atas seperti OpenAI, Google, Anthropic, Meta, dan Microsoft untuk hadir dalam seremoni tersebut. Namun, beberapa jam sebelum acara dimulai, Trump memutuskan untuk menarik draf aturan itu dari meja.

Menurut laporan The Washington Post, perubahan sikap ini terjadi setelah Elon Musk, Mark Zuckerberg, dan investor teknologi David Sacks menyampaikan kekhawatiran mereka secara pribadi. Musk yang kini memiliki X (dulu Twitter) dan Zuckerberg dari Meta disebut sebagai dua figur paling vokal yang menilai aturan ini kontraproduktif. Trump sendiri, ketika ditanya alasannya, hanya mengatakan bahwa ia “tidak menyukai draf aturan yang telah disiapkan”.

“Kami unggul dari China dan semua negara, dan saya tidak ingin melakukan sesuatu yang mengganggu keunggulan itu,” tegas Trump dalam keterangan singkatnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa keputusan pembatalan sangat dipengaruhi oleh persepsi ancaman dari China di bidang AI.

Isi Rancangan Aturan yang Menuai Kontroversi

Berbeda dengan dugaan banyak pihak, Perpres AI yang dibatalkan ini sebenarnya tidak sampai mewajibkan lisensi atau pengujian pemerintah terhadap model AI baru. Rancangan aturannya lebih bersifat sukarela (voluntary), namun tetap menyisipkan sejumlah pasal yang dianggap memberatkan oleh industri. Salah satu poin krusial adalah usulan protokol notifikasi 90 hari sebelum perusahaan meluncurkan teknologi AI baru.

Baca juga  Elon Musk Selangkah Lagi Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Secara ringkas, beberapa poin penting dalam rancangan yang bocor ke publik antara lain:

  • Pemerintah akan memperkenalkan protokol “sukarela” untuk transparansi pengembangan AI.
  • Perusahaan diminta memberikan pemberitahuan 90 hari sebelum merilis model atau produk AI baru.
  • Tidak ada kewajiban lisensi atau pengujian keamanan oleh regulator.
  • Fokus pada pencegahan penyalahgunaan AI tanpa menghambat inovasi.

Meskipun tanpa paksaan hukum yang keras, klausul notifikasi 90 hari itu dipandang sebagai “birokrasi terselubung” yang bisa memperlambat siklus rilis produk. Di industri yang bergerak sangat cepat, jeda tiga bulan bisa berarti kehilangan momentum pasar, terutama ketika pesaing dari China bergerak tanpa batasan serupa.

Kekhawatiran Para Pemimpin Industri Teknologi

Elon Musk, yang selama ini dikenal sebagai pendukung regulasi AI yang hati-hati, justru menjadi salah satu pihak yang mendorong pembatalan. Posisinya ini mungkin terlihat paradoks, namun Musk melihat aturan ini tidak tepat sasaran. Ia khawatir pendekatan “sukarela” yang setengah hati justru akan menjadi preseden bagi pemerintahan masa depan untuk memperketat pengawasan secara drastis.

Mark Zuckerberg dari Meta juga menyuarakan nada serupa. Meta yang tengah gencar mengembangkan model AI terbuka (open-source) seperti Llama, menilai bahwa notifikasi 90 hari akan menghambat distribusi cepat pembaruan model. David Sacks, mantan penasihat AI dan kripto Gedung Putih, turut mengingatkan bahwa setiap penundaan akan langsung dimanfaatkan oleh perusahaan China untuk merebut pangsa pasar global.

Baca juga  Cara Bikin Scrapbook Digital di Galaxy A57 5G, Tanpa Aplikasi Tambahan

Mereka berpendapat bahwa alih-alih melindungi kepentingan nasional, aturan ini justru menciptakan ketidakpastian hukum yang bisa membuat investor ragu menanamkan modal di sektor AI Amerika. Inovasi yang selama ini menjadi andalan AS pun terancam tersendat.

Persaingan AI AS-China yang Kian Sengit

Keputusan Trump tidak bisa dilepaskan dari konteks rivalitas teknologi yang semakin panas antara Washington dan Beijing. China telah menetapkan target ambisius untuk menjadi pemimpin dunia dalam AI pada 2030, dan perusahaan seperti Baidu, Alibaba, serta sejumlah startup seperti DeepSeek terus merilis model-model yang kompetitif. Di sisi lain, AS masih memimpin dalam riset fundamental dan ekosistem chip AI berkat dominasi Nvidia.

Trump tampaknya sangat sadar bahwa setiap regulasi yang memperlambat perusahaan AS akan langsung dimanfaatkan oleh China. “Kami unggul dari China dan semua negara,” ucapnya, menandakan bahwa ia melihat kebijakan AI harus dirancang dengan mempertimbangkan lanskap geopolitik. Pembatalan ini bisa dibaca sebagai sinyal bahwa Gedung Putih akan lebih mengedepankan kecepatan inovasi daripada pengawasan ketat, setidaknya untuk saat ini.

Namun, pendekatan ini juga mengandung risiko. Tanpa kerangka kerja yang jelas, pengembangan AI yang tidak terkendali bisa memunculkan masalah etika dan keamanan yang lebih besar di kemudian hari. Publik dan sebagian anggota Kongres sudah mulai mempertanyakan apakah pendekatan laissez-faire ini bijaksana dalam jangka panjang.

Baca juga  XLSmart Kumpulkan Ribuan Pengusaha, Ajak Pakai AI Demi Masa Depan

Dampak bagi Masa Depan Regulasi AI

Pembatalan mendadak ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh para pemimpin industri teknologi terhadap kebijakan pemerintahan Trump. Ini juga menegaskan bahwa isu AI telah menjadi arena tarik-menarik antara kepentingan bisnis, nasionalisme teknologi, dan keamanan publik. Ke depan, Gedung Putih kemungkinan akan merancang ulang aturan dengan lebih banyak masukan dari sektor swasta, atau bahkan menyerahkan regulasi kepada masing-masing lembaga federal.

Sementara itu, Uni Eropa justru terus melangkah maju dengan AI Act yang ketat. Kontras ini menempatkan AS dalam posisi dilematis: ingin tetap menjadi yang terdepan dalam inovasi, namun juga tidak bisa mengabaikan panggilan global untuk tata kelola AI yang bertanggung jawab. Pembatalan Perpres ini mungkin hanya babak awal dari perdebatan panjang yang akan menentukan arah industri AI dunia.

Bagi masyarakat global, langkah mundur AS dalam regulasi AI bisa berarti percepatan peluncuran produk-produk AI baru yang semakin canggih. Namun, di saat yang sama, kita juga kehilangan satu kesempatan untuk membangun pagar pembatas yang jelas. Apakah keunggulan kompetitif layak dikorbankan demi keamanan? Pertanyaan inilah yang akan terus menghantui ruang-ruang kebijakan di tahun-tahun mendatang.

Tags:

AIAS vs ChinaDonald TrumpElon MuskPerintah EksekutifRegulasi AIteknologi
Author

Falah Malaika Az Zahra

Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga tren gadget penunjang produktivitas. Laporannya tidak hanya informatif, tetapi juga menangkap esensi dan energi kultur modern, menjadikannya rujukan yang tepercaya sekaligus menghibur bagi Gen Z dan Millenial.

Follow Me
Other Articles
Previous

Listrik Jadi Kunci Tarik Investasi Pusat Data AI Rp88 Triliun di Batam

Next

Menteri ESDM Bahlil: Stok Energi Nasional Aman di Tengah Tekanan Global

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • pexels photo 38281596
      55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 36095242
      Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 8799979
      Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 33061128
      Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 11855063
      Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026

    You May Have Missed

    pexels photo 38281596
    Game Trending

    55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36095242
    Music News

    Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 8799979
    News Sains

    Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 33061128
    Gadget News

    Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 11855063
    Music News

    Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 18441494
    Gadget News

    Logitech Luncurkan Mobi Fold, Mouse Lipat Ultra-Portable Pertama

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 20674548
    Sains Trending

    Pedesaan Jepang Sepi Ditinggal Warga, Populasi Rusa dan Babi Hutan Melonjak Tajam

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36231699 1
    Public Figure Trending

    Detail Kebaya Akad Nikah Jennifer Coppen, Perpaduan Adat Jawa dan Sentuhan Modern

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 35654096 1
    Film Trending

    Film EKSIL Gelar Pemutaran Khusus di Blok M, 4 Juli 2026

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026

    Kategori

    • Home
    • Anime & Manga
    • Film
    • Gadget
    • Game
    • Music

    Format

    • Article
    • News
    • Trending
    • Infographic
    • Video

    Link Penting

    • Tentang Goodside
    • Kebijakan Privasi
    • Kebijakan Cookie
    • Pedoman Media Siber
    Copyright 2026 — Goodside. All rights reserved.