Industri PC kini memasuki era AI-first, dan laptop bisnis seperti ASUS ExpertBook Ultra menjadi jawaban atas kebutuhan profesional modern. Dengan kombinasi mobilitas, kecerdasan buatan on-device, dan keamanan berlapis, perangkat ini tetap relevan di tengah persaingan AI PC yang semakin ketat pada 2026.
Mengapa AI PC Menjadi Standar Baru di 2026?
Data dari lembaga riset menunjukkan bahwa pangsa AI PC global akan melampaui 50% pada 2026, naik dari sekitar 31% di akhir 2025. Perusahaan kini tidak lagi bertanya “perlu AI atau tidak”, melainkan “AI PC mana yang paling sesuai dengan peran dan use case di perusahaan”.
Selain itu, berakhirnya dukungan Windows 10 pada Oktober 2025 mendorong percepatan migrasi ke perangkat baru. Organisasi menginginkan laptop yang tidak hanya cepat, tetapi juga mampu menjalankan beban AI secara lokal demi keamanan dan efisiensi biaya.
ASUS ExpertBook Ultra: Flagship untuk Profesional
ASUS ExpertBook Ultra hadir sebagai laptop flagship untuk profesional dan pimpinan bisnis. Dengan sasis magnesium-aluminium CNC berlapis Nano Ceramic 9H, bobotnya hanya 0,99 kg dan tebal 10,9 mm. Layar 14 inci 3K Tandem OLED dengan kaca Corning Gorilla Glass Victus matte memberikan puncak kecerahan 1.400 nits (HDR), ideal untuk pekerjaan detail maupun presentasi.
Dari sisi konektivitas, laptop ini tetap menyediakan port lengkap di kedua sisi, menjawab kebutuhan mobilitas tinggi tanpa harus mengorbankan fungsionalitas.
Performa AI On-Device dengan NPU 50 TOPS
Di jantung performanya, ExpertBook Ultra dapat dikonfigurasi hingga Intel Core Ultra X9 Series 3 terbaru dengan NPU 50 TOPS. Angka ini melampaui standar Copilot+ PC yang mensyaratkan minimal 40 TOPS, sehingga laptop ini siap menjalankan model AI lokal, transkripsi rapat real-time, peringkasan dokumen, hingga pengayaan visual berbasis AI tanpa bergantung pada koneksi internet.
Keunggulan ini bukan sekadar angka. Dalam skenario nyata, konsistensi performa tetap terjaga tanpa lonjakan konsumsi daya, sehingga produktivitas tetap tinggi meski digunakan seharian.
Keamanan Berlapis ASUS Expert Guardian
Keamanan menjadi pilar utama ASUS ExpertBook Ultra. Laptop ini mengadopsi standar Secured-core PC dan Microsoft Pluton untuk menyediakan root of trust berbasis hardware, melindungi proses boot dan identitas secara chip-to-cloud. Ditambah dengan pedoman NIST SP 800-193, perangkat mampu mencegah perubahan firmware tak sah, mendeteksi anomali, dan memulihkan sistem ke kondisi tepercaya.
ASUS juga mulai mengintegrasikan kriptografi post-quantum seperti ML-KEM (FIPS 203) dan ML-DSA (FIPS 204) untuk melindungi rantai kepercayaan firmware dan tanda tangan digital jangka panjang.
Fitur AI Sehari-hari yang Meningkatkan Produktivitas
Melalui platform ASUS MyExpert, pengguna dapat merasakan manfaat AI secara langsung. Fitur interaksi natural-language membantu pencarian file lintas lokal dan cloud, menerjemahkan dokumen, meringkas meeting, hingga menghasilkan transkrip dan daftar tindak lanjut secara otomatis.
Bagi pemimpin tim, fitur-fitur ini memangkas friksi administrasi dan mempercepat kolaborasi. Berikut beberapa keunggulan ASUS MyExpert:
- Ringkasan dan terjemahan dokumen secara instan.
- Pencarian file terpadu di perangkat dan cloud.
- Meeting intelligence: transkrip, terjemahan, ringkasan, dan daftar tindak lanjut.
- Asisten natural-language untuk bantuan terkait PC.
Evolusi Laptop: Dari Ultrabook Tipis ke AI PC
Jika era 2019–2023 ditandai oleh perlombaan ultrabook tipis, maka 2025–2026 adalah era laptop AI. Industri kini mengukur nilai perangkat bukan hanya dari spesifikasi CPU/GPU, melainkan seberapa cepat perangkat menyelesaikan tugas AI sehari-hari dengan respons instan dan hemat daya. ASUS ExpertBook Ultra menjawab pergeseran ini dengan menghadirkan keseimbangan antara mobilitas, kecerdasan, dan keamanan.
Dengan semua keunggulan tersebut, ASUS ExpertBook Ultra menjadi pilihan tepat bagi perusahaan yang ingin berinvestasi pada AI PC yang benar-benar siap pakai untuk workflow modern. Di tengah percepatan transformasi digital, laptop ini membuktikan bahwa AI PC bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis.

