Skip to content
logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
Close

Search

Article

Google Rilis Gemini Omni, AI yang Bisa Edit Video via Prompt Teks

By Falah Malaika Az Zahra
31 Mei 2026 4 Min Read
0

Google kembali mengguncang panggung kecerdasan buatan lewat peluncuran Gemini Omni dalam ajang Google I/O 2026. Teknologi AI terbaru ini membawa gebrakan besar: pengguna kini dapat mengedit video hanya dengan mengetikkan perintah teks sederhana. Tanpa perlu membuka perangkat lunak editing yang rumit, Gemini Omni hadir sebagai asisten kreatif yang memahami niat pengguna dari berbagai jenis masukan—teks, gambar, audio, hingga video.

Mengenal Gemini Omni: Model AI Multimodal Generasi Baru

CEO Google, Sundar Pichai, menyebut Gemini Omni sebagai langkah lanjutan perusahaan dalam menciptakan model AI multimodal yang benar-benar terpadu. “(Gemini Omni) bisa menciptakan apa pun dari input apa pun,” ujarnya dalam sesi briefing media. Pernyataan ini mencerminkan ambisi Google untuk menghadirkan AI yang tidak hanya piawai memahami perintah, tetapi juga menghasilkan konten dalam berbagai format secara serempak.

Berbeda dengan pendahulunya yang biasanya terpisah-pisah, Gemini Omni dirancang untuk memproses dan menghasilkan teks, gambar, audio, serta video dalam satu sistem. Artinya, pengguna bisa menggabungkan beberapa elemen sekaligus dalam satu prompt, misalnya menyisipkan foto produk, klip suara latar, dan instruksi teks, lalu AI akan merangkainya menjadi video yang konsisten secara naratif dan visual.

Kemampuan Edit Video dan Foto Lewat Perintah Teks

Fitur utama yang langsung mencuri perhatian adalah kemampuan mengedit video secara instan. Pengguna cukup menuliskan apa yang ingin diubah—seperti “hapus objek di latar belakang” atau “ubah warna baju menjadi merah”—dan Gemini Omni akan mengeksekusinya. Kemampuan ini juga berlaku untuk foto, mirip dengan fitur Nano Banana yang sebelumnya sudah diperkenalkan Google untuk penyuntingan gambar berbasis teks.

Baca juga  Google Search Berubah Total: Kini Utamakan AI, Mirip ChatGPT

Namun, Gemini Omni bukan sekadar “menempelkan” berbagai media. Model ini diklaim memahami konteks lebih dalam: unsur fisika, budaya, sejarah, hingga sains. Dalam salah satu demo, Omni diminta membuat “video claymation tentang protein folding”. Hasilnya adalah animasi stop-motion lengkap dengan narasi suara yang menjelaskan proses pelipatan protein secara ilmiah—menunjukkan bahwa AI tidak hanya menghasilkan visual, tetapi juga narasi yang terdidik.

Kolaborasi Gemini dan Veo untuk Kualitas Video Realistis

Di balik layar, Gemini Omni menggabungkan kecerdasan model Gemini dengan kemampuan rendering video dari model media Google, termasuk Google Veo. Director of Product Management Google DeepMind, Nicole Brichtova, menegaskan bahwa Omni bukan sekadar pembaruan dari Veo. “Ini adalah langkah berikutnya dalam menggabungkan kecerdasan Gemini dengan kemampuan rendering model media kami,” jelasnya. Integrasi ini memungkinkan video yang dihasilkan memiliki konsistensi visual tinggi serta pemahaman naratif yang lebih matang.

Dengan fondasi tersebut, Google optimistis Gemini Omni bisa melayani beragam kebutuhan kreatif, mulai dari konten media sosial pendek hingga proyek profesional yang memerlukan akurasi visual. Meski demikian, versi awal yang dirilis masih memiliki batasan durasi—hanya 10 detik per video—bukan karena keterbatasan teknis model, melainkan keputusan strategis agar lebih banyak pengguna dapat segera mencoba dan memberikan umpan balik.

Baca juga  Android 17 Bikin Upload Foto dan Video Instagram Lebih Jernih

Avatar Digital Pribadi dan Pencegahan Deepfake

Google juga memperkenalkan fitur avatar digital pribadi yang memungkinkan pengguna membuat video dengan wajah mereka sendiri. Fitur ini mengingatkan pada Cameos yang sempat populer di aplikasi Sora milik OpenAI. Namun, untuk mencegah penyalahgunaan, Google menerapkan proses verifikasi ketat. Pengguna wajib merekam wajah sambil mengucapkan serangkaian angka tertentu sebelum avatar digital dibuat dan disimpan.

Seluruh video buatan Gemini Omni juga akan dibekali watermark digital SynthID. Teknologi ini memungkinkan siapa pun memverifikasi apakah sebuah konten video dihasilkan oleh AI Google. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Google untuk membangun ekosistem AI yang bertanggung jawab, di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terhadap deepfake dan misinformasi visual.

Ketersediaan dan Rencana ke Depan

Model pertama yang dirilis adalah Gemini Omni Flash, yang sudah tersedia di aplikasi Gemini, YouTube Shorts, dan studio kreatif AI bernama Flow. Versi Flash ini memang dibatasi untuk video pendek, namun cukup untuk menjajal kemampuan dasar pengeditan dan pembuatan konten secara instan. Google juga menyiapkan akses bagi kalangan profesional dan bisnis melalui API yang akan dibuka dalam beberapa pekan ke depan, sehingga developer dan perusahaan dapat mengintegrasikan Omni ke dalam alur kerja mereka.

Baca juga  Google Search Berubah Total: Kini Utamakan AI, Mirip ChatGPT

Untuk kebutuhan yang lebih berat, Google telah menyiapkan versi lebih canggih bernama Omni Pro. Model ini diklaim memiliki performa lebih tinggi dan ditujukan untuk penggunaan profesional, meski jadwal peluncuran pastinya belum diumumkan. Langkah ini menunjukkan bahwa Google tidak hanya bermain di ranah konsumen, tetapi juga serius merambah pasar enterprise dengan solusi AI multimodal yang komprehensif.

Mengapa Gemini Omni Penting bagi Pengguna?

Kehadiran Gemini Omni menandai pergeseran besar dalam cara kita berinteraksi dengan alat kreatif. Jika sebelumnya pengeditan video memerlukan keahlian teknis dan perangkat lunak khusus, kini hambatan itu runtuh. Siapa pun dengan ide dan kemampuan menulis prompt dapat menghasilkan konten visual berkualitas. Ini membuka peluang bagi kreator pemula, pelaku UMKM, hingga pendidik untuk memproduksi materi audio-visual tanpa bergantung pada editor profesional.

Lebih dari itu, integrasi pemahaman multimodal membuat AI tidak hanya menjadi alat, tetapi mitra kreatif yang memahami konteks. Baik untuk membuat konten pemasaran, materi pembelajaran, atau sekadar berekspresi, Gemini Omni menjanjikan efisiensi dan kebebasan baru. Dengan tetap mengedepankan keamanan lewat SynthID dan verifikasi avatar, Google berusaha menjawab kebutuhan zaman tanpa mengabaikan tanggung jawab etis. Kini, masa depan editing video ada dalam genggaman—cukup dengan kata-kata.

Tags:

AI edit videoGemini Omni FlashGoogle Gemini OmniGoogle I/O 2026multimodal AISynthID
Author

Falah Malaika Az Zahra

Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga tren gadget penunjang produktivitas. Laporannya tidak hanya informatif, tetapi juga menangkap esensi dan energi kultur modern, menjadikannya rujukan yang tepercaya sekaligus menghibur bagi Gen Z dan Millenial.

Follow Me
Other Articles
Previous

Sony Gandeng Bandai Namco Uji AI Generatif untuk Produksi Video

Next

4 Browser Paling Efisien untuk Kerja di Tahun 2026, Lupakan Chrome

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • pexels photo 38281596
      55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 36095242
      Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 8799979
      Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 33061128
      Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 11855063
      Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026

    You May Have Missed

    pexels photo 38281596
    Game Trending

    55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36095242
    Music News

    Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 8799979
    News Sains

    Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 33061128
    Gadget News

    Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 11855063
    Music News

    Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 18441494
    Gadget News

    Logitech Luncurkan Mobi Fold, Mouse Lipat Ultra-Portable Pertama

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 20674548
    Sains Trending

    Pedesaan Jepang Sepi Ditinggal Warga, Populasi Rusa dan Babi Hutan Melonjak Tajam

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36231699 1
    Public Figure Trending

    Detail Kebaya Akad Nikah Jennifer Coppen, Perpaduan Adat Jawa dan Sentuhan Modern

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 35654096 1
    Film Trending

    Film EKSIL Gelar Pemutaran Khusus di Blok M, 4 Juli 2026

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026

    Kategori

    • Home
    • Anime & Manga
    • Film
    • Gadget
    • Game
    • Music

    Format

    • Article
    • News
    • Trending
    • Infographic
    • Video

    Link Penting

    • Tentang Goodside
    • Kebijakan Privasi
    • Kebijakan Cookie
    • Pedoman Media Siber
    Copyright 2026 — Goodside. All rights reserved.