Raffi Ahmad akhirnya angkat bicara dengan menghadirkan saksi kunci untuk membantah tuduhan keterlibatan dalam kasus dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (11/6), Raffi bersama kuasa hukumnya, Hotman Paris, memperkenalkan saksi bernama Vina yang memiliki hubungan komunikasi dengan perusahaan kargo Blueray, tempat awal mula isu ini mencuat. Kehadiran Vina disebut sebagai bukti kuat bahwa Raffi bukan konsumen, apalagi bagian dari sindikat penyelundupan.
Saksi Kunci Bantah Transaksi Ilegal
Hotman Paris menegaskan bahwa kesaksian Vina membuktikan kliennya tidak pernah melakukan transaksi ilegal selama di Amerika Serikat. “Ah itu, itu artinya kirim juga enggak, beli juga enggak, ditawarin gratis juga nggak mau. Gitu lho,” ujar Hotman. Vina sendiri mengaku iba karena pertemuan singkat di AS malah berujung masalah hukum bagi Raffi.
“Kasihan A’ Raffi. Terus apa? Kan awalnya aku enggak tahu kenapa Ci gitu. Dia yang buat foto di depan Blueray itu jadi kasus padahal dia itu enggak masuk cuma foto aja di depannya,” kata Vina. Ia juga mengungkap bahwa pihak Blueray menawari Raffi barang elektronik secara gratis, namun justru ditolak. “Terus yang kami tawarin gratis, padahal dia ditawarin gratis eh enggak mau,” tegasnya.
Kronologi Pertemuan dengan Blueray Cargo
Raffi menjelaskan awal mula pertemuan dengan pihak Blueray terjadi pada 2023, saat ia dan rombongan—termasuk Nagita Slavina, Ariel Noah, Desta, dan Gading Marten—berada di New York usai mengikuti maraton di Chicago. Mereka menyempatkan diri mengunjungi restoran Indonesia, Awang Kitchen, dan warung Indojava untuk bersilaturahmi dengan warga Indonesia di sana.
“Saya keluar dari Awang Kitchen, satu, dua, tiga toko di sebelahnya itu ada yang namanya, Blueray,” tutur Raffi. Karyawan Blueray memanggilnya untuk berfoto. Raffi menegaskan tidak pernah masuk ke dalam toko tersebut. “Ya, beliau memperkenalkan diri tapi saya enggak kenal. Saya enggak kenal, lalu mereka bilang ‘Mas Raffi, perusahaan kami ini, Blueray ini, kita bisa kirimin, bisa kirimin apa pun itu, mau handphone, mau laptop, mau iPad,'” bebernya.
Klarifikasi Raffi: Hanya Basa-basi
Atas tawaran pengiriman barang, Raffi mengaku hanya merespons dengan basa-basi. Ia tidak mungkin menolak secara langsung di depan orang yang baru dikenal. “(Jadi saya bilang) ‘Oh, iya, iya, iya, iya. Oke, nanti kalau ada handphone yang baru itu, ya udah nanti saya kirim ya’. Hanya sebatas itu. Intinya saya basa-basi,” ucap Raffi. Ia menambahkan bahwa tawaran itu pun sudah ia tolak dalam percakapan via pesan singkat. “Dia bilang gratis, saya bilang, ‘Aduh enggak, saya enggak mau kalau gratis,'” tegasnya.
Nama Raffi Ahmad pertama kali muncul dalam persidangan terdakwa pimpinan Blueray Cargo John Field di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Saat itu, KPK menyebut ada fakta Raffi menitip barang elektronik seperti iPhone 17. Namun, Raffi membantahnya dan menyebut pertemuannya hanya sesaat di depan toko.
Dukungan Keluarga: Nagita dan Amy Tenang
Di tengah pemberitaan, Raffi mendapat dukungan penuh dari istri dan ibunya. Nagita Slavina, kata Raffi, justru menyikapinya dengan santai. “Istri saya menanggapinya ‘Ya sudah kamu tenang aja’. Apalagi ibu saya mendoakan,” ujar Raffi. Bahkan Nagita sampai tertawa mengingat suaminya jarang memegang uang pribadi. “Saya kadang pin ATM saya aja gak tahu itu istri saya. Saya mau beli apa pun itu juga yang beli juga istri saya,” tuturnya menirukan ucapan Nagita.
Raffi mengaku setiap hari ditelepon sang ibu, Amy Qanita, yang selalu memberikan wejangan. “Ibu saya selalu bilang ‘Siapa pun yang menyakiti kamu sebelum dia minta maaf maafkanlah dia duluan biar nanti tangan Allah yang bekerja’,” katanya. Kepercayaan keluarga inilah yang menjadi modal Raffi menghadapi isu yang menyeret namanya.
Kesaksian Gading Marten: Pertemuan Tak Sengaja
Gading Marten, yang saat itu ikut dalam rombongan, memberikan kesaksian melalui sambungan video call dari Prancis. Ia menegaskan pertemuan dengan pihak Blueray sama sekali tidak direncanakan. “Kita di Amerika, waktu itu kita makan makanan Indonesia di Awang Kitchen… begitu pindah ke sebelahnya Indo Java ada orang-orang dari sebelah memang minta foto,” jelas Gading.
Ia menambahkan bahwa semua hanya basa-basi dan tidak ada pembicaraan soal pemesanan iPhone atau laptop. “Kita aja baru tahu namanya Blueray aja sekarang nih,” ujarnya. Gading juga memastikan tidak ada yang bertukar nomor telepon dengan orang-orang dari toko itu. “Namanya aja nggak tahu siapa. Blueray-nya aja taunya sekarang,” sambung Gading.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena Raffi kini menyandang amanah sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Ia merasa wajib meluruskan kabar yang dinilainya tidak benar agar tidak mencoreng nama baik institusi. Dengan menghadirkan saksi dan kronologi yang gamblang, Raffi berharap publik dapat melihat fakta dan keluarganya bisa kembali tenang dari terpaan berita bohong.
