Universitas Mercu Buana (UMB) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus berdampak melalui kegiatan pengabdian masyarakat berskala internasional. Kali ini, UMB mengadakan workshop satu hari bertajuk “Penguatan Kesiapan Green Manufacturing di Industri Elektronik” yang digelar di Cikarang, kawasan industri utama di Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Abdimas Kerjasama Internasional yang bertujuan mempercepat adopsi praktik manufaktur ramah lingkungan di sektor elektronik.
Mengenal Green Manufacturing dan Urgensinya
Green manufacturing atau manufaktur hijau adalah pendekatan produksi yang meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan melalui efisiensi energi, pengurangan limbah, dan penggunaan bahan baku berkelanjutan. Di industri elektronik, konsep ini menjadi semakin krusial karena proses produksi seringkali melibatkan bahan kimia berbahaya dan menghasilkan limbah elektronik dalam jumlah besar. Tanpa strategi hijau, pertumbuhan sektor ini bisa memperparah kerusakan lingkungan.
Workshop yang digelar UMB hadir untuk menjawab tantangan tersebut. Dengan memberikan pemahaman dan keterampilan praktis, para pelaku industri diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip manufaktur hijau secara bertahap. Mulai dari desain produk yang mudah didaur ulang hingga optimalisasi rantai pasok rendah karbon, semua dibahas dalam sesi interaktif.
Kolaborasi Internasional untuk Dampak Lebih Luas
Kegiatan ini tidak berdiri sendiri. UMB menggandeng mitra internasional dalam pelaksanaannya, menegaskan posisi kampus yang aktif menjalin jejaring global untuk pengembangan ilmu dan teknologi tepat guna. Kolaborasi semacam ini memungkinkan transfer pengetahuan dari praktik terbaik di negara maju ke konteks lokal Indonesia, khususnya di Cikarang yang menjadi rumah bagi banyak perusahaan elektronik multinasional.
Melalui Abdimas Kerjasama Internasional, UMB tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat reputasi sebagai institusi yang solutif terhadap isu-isu kontemporer. Workshop ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi mampu menjadi motor penggerak perubahan di sektor industri.
Cikarang: Episentrum Manufaktur yang Butuh Transformasi Hijau
Pemilihan Cikarang sebagai lokasi workshop bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan salah satu pusat industri manufaktur terbesar di Asia Tenggara, dengan ratusan pabrik elektronik beroperasi setiap hari. Namun, di balik produktivitasnya, tantangan lingkungan seperti pengelolaan limbah dan konsumsi energi tinggi masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Dengan menghadirkan workshop di jantung industri, UMB berupaya mendekatkan solusi akademik ke dunia nyata. Peserta dari berbagai perusahaan dapat langsung berdiskusi tentang kendala yang mereka hadapi dan mendapatkan panduan aplikatif dari para ahli. Inilah bentuk nyata link and match antara kampus dan industri.
Langkah Konkret Kampus Berdampak
UMB selama ini dikenal dengan tagline “Kampus Berdampak” yang tercermin dalam berbagai program pengabdian masyarakat. Workshop green manufacturing ini semakin mempertegas identitas tersebut. Bukan sekadar teori di ruang kelas, UMB hadir di tengah masyarakat industri untuk memberikan solusi yang berkelanjutan.
Ke depan, diharapkan inisiatif serupa dapat diperluas ke sektor lain seperti otomotif, tekstil, atau makanan dan minuman. Dengan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha, transformasi menuju industri hijau di Indonesia bisa berjalan lebih cepat dan terarah.
Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa peran perguruan tinggi tidak berhenti di pencetakan lulusan, melainkan juga dalam menciptakan ekosistem yang lebih baik. Di tengah krisis iklim global, workshop seperti yang digelar UMB menjadi angin segar bagi masa depan industri elektronik yang lebih bertanggung jawab terhadap bumi.









