
Ratu Sofya Bantah Tak Sayang Ortu, Klaim Jadi Tulang Punggung Sejak 13 Tahun
Nama Ratu Sofya belakangan ramai diperbincangkan setelah beredar narasi negatif yang menyebut dirinya sebagai anak yang tidak peduli pada keluarga. Merasa difitnah, aktris muda ini akhirnya angkat bicara dan mengungkap sisi lain hidupnya yang selama ini tak diketahui publik. Lewat kuasa hukumnya, Ratu membantah anggapan tersebut dan mengungkap fakta bahwa ia telah menjadi tulang punggung keluarga sejak berusia 13 tahun.
Awal Mula Tuduhan terhadap Ratu Sofya
Isu ini bermula dari pernyataan seorang produser film yang dalam sebuah konferensi pers menyebut Ratu Sofya telah melakukan somasi kepada orang tuanya. Tuduhan itu langsung menyebar luas dan memicu komentar negatif dari warganet. Banyak yang menilai Ratu sebagai anak yang tidak bertanggung jawab tanpa mengetahui kebenaran di baliknya.
Kuasa hukum Ratu, Toguh Hutapea, menyayangkan adanya penggiringan opini yang sengaja membangun citra buruk kliennya. “Jadi kita sudah mendalami juga terhadap banyak konten narasi yang sengaja di-framing yang seolah-olah klien kami ini adalah orang yang tidak sayang keluarga, tidak sayang orang tuanya,” ujar Toguh di Polda Metro Jaya, Sabtu (6/6/2026).
Ratu Sofya: Tulang Punggung Keluarga Sejak Usia 13 Tahun
Di balik tudingan pedas itu, terkuak kisah perjuangan Ratu yang mungkin jarang diketahui. Toguh mengungkapkan bahwa sang aktris sebenarnya sudah bekerja keras menghidupi keluarganya sejak masih belia. “Saudara Ratu ini dari sejak kecil, sejak usia 13 tahun telah berjuang untuk bagaimana keluarga bisa dinafkahi. Mbak Ratu menjadi tulang punggung keluarga sampai saat ini,” jelasnya.
Fakta ini seolah mematahkan anggapan bahwa Ratu tidak peduli pada orang tuanya. Justru sejak remaja, ia sudah memikul tanggung jawab besar untuk memastikan keluarganya tetap terpenuhi kebutuhan ekonominya. Perjuangan panjang itulah yang membuat kuasa hukumnya meminta publik menilai masalah ini secara lebih objektif.
Laporan Polisi terhadap Produser Film
Ratu Sofya tidak hanya memberi klarifikasi. Ia juga secara resmi melaporkan produser film yang dianggap menyebarkan fitnah ke ranah hukum. Laporan tersebut dibuat di Polda Metro Jaya sebagai bentuk upaya melawan kebohongan yang sengaja disebarluaskan di depan umum.
“Maksud kedatangan saya mengenai video presscon kemarin yang isinya memfitnah saya, dan saya sudah berusaha untuk bermediasi tetapi tidak ada itikad baik dari mereka. Itulah mengapa saya hari ini membuat laporan,” kata Ratu dengan tegas.
Penasihat hukum lainnya, Zion Natongam Tambunan, menilai tuduhan yang dilayangkan tidak berdasar karena minim bukti. “Kami juga melihat terlalu dini terlapor ini menyimpulkan dan tidak memiliki bukti yang cukup bahwasanya pelapor ini benar melakukan somasi kepada orang tuanya,” ungkap Zion. Pernyataan yang sudah melebar itu pun dinilai telah menimbulkan banyak komentar dan tuduhan negatif yang merugikan Ratu.
Ratu Sofya Pilih Tenang dan Fokus pada Hukum
Meski menjadi sasaran cibiran netizen akibat isu sensitif ini, Ratu memilih untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Di tengah tekanan, ia hanya ingin fokus menyelesaikan persoalan ini melalui jalur hukum yang sudah ditempuh.
“Di sini aku hanya membahas tentang laporan aku saja ya, terima kasih,” ucap Ratu singkat, menunjukkan sikapnya yang ingin menghindari drama dan membiarkan proses hukum berbicara.
Harapan Kuasa Hukum agar Publik Objektif
Kuasa hukum Ratu berharap agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum terbukti kebenarannya. Mereka menekankan bahwa Ratu adalah sosok yang telah melalui perjuangan amat panjang untuk mencapai titik sekarang. “Mbak Ratunya perjuangannya sampai ke tahap ini sudah panjang banget. Biar publik saja yang menilai,” pungkas Toguh.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap dunia hiburan, seorang figur publik sering kali menghadapi tuduhan-tuduhan yang belum tentu benar. Bagi Ratu Sofya, langkah hukum yang diambil bukan sekadar membersihkan nama, tetapi juga melindungi harga diri dan keluarganya dari fitnah yang bisa merusak mental dan reputasi yang telah ia bangun dengan susah payah sejak kecil.








