
Hard Lights, BEAUZ, dan Solar State Rilis ‘Mad World’, Kolaborasi Lintas Negara Penuh Energi Gelap
Musisi sekaligus produser asal Malaysia, Hard Lights, membuka paruh pertama 2026 dengan gebrakan baru lewat single “Mad World”. Lagu ini merupakan hasil kolaborasi lintas negara bersama artis Amerika Serikat, BEAUZ, dan musisi asal Belanda, Solar State. Perpaduan tiga talenta global ini menjanjikan sebuah karya yang lebih dari sekadar lagu dance biasa, membawa pendengar ke dalam ruang emosional yang lebih gelap dan introspektif.
Proses Kreatif yang Alami dan Penuh Eksperimen
Kolaborasi ini tidak terjadi secara instan. Hard Lights mengungkapkan bahwa hubungan pertemanan yang sudah lama terjalin dengan BEAUZ menjadi fondasi awal proyek ini. Percikan kreatif sesungguhnya muncul ketika vokal dan songwriting awal dari Solar State masuk ke dalam studio. “Kolaborasi terjadi secara natural karena saya sudah berteman lama dengan BEAUZ,” ujar Hard Lights dalam wawancara daring bersama awak media, 19 Juni 2026.
Proses produksi “Mad World” memakan waktu hingga enam bulan. Tantangan terbesar, menurut Hard Lights, adalah menemukan drop yang tepat untuk lagu tersebut. Setelah dua bulan penuh eksperimen, sound final yang diinginkan akhirnya tercapai dan memberikan kepuasan tersendiri bagi ketiga musisi yang terlibat.
Menyelami Genre Techno Crossover dan Pesan Sosial
“Mad World” mengusung genre techno crossover, sebuah perpaduan yang memadukan produksi melodi dan nuansa tekno dengan percussion driving, bassline, serta melodic lead yang hipnotis dan mudah diingat. Lebih dari sekadar elemen musikal, lagu ini sengaja mengeksplorasi emosi gelap seperti rasa gelisah dan disorientasi, yang mengalir dalam setiap melodi untuk menciptakan kedalaman rasa.
Hard Lights berharap “Mad World” bisa menyampaikan pesan tentang kondisi masyarakat saat ini dan realita “dunia yang gila”. Ia menilai track ini sangat relevan dengan apa yang tengah terjadi di sekitar kita. Dengan karakteristiknya yang kuat, lagu ini sangat cocok masuk ke dalam playlist melodic techno, dance, main-stage, hingga festival.
Asia Tour 2026: Panggung Perdana di Lima Kota Besar
Para penggemar di Asia akan menjadi saksi pertama penampilan langsung “Mad World”. Hard Lights mengonfirmasi bahwa lagu ini akan dibawakan secara perdana dalam rangkaian Asia Tour 2026 miliknya. Tur tersebut akan menyambangi lima kota besar, dimulai dari Taipei, lalu berlanjut ke Jakarta, Hong Kong, Bali, dan ditutup di Kuala Lumpur.
Hard Lights optimistis “Mad World” akan disambut hangat oleh publik. Setelah merilis single ini, ia kini tengah menyiapkan proyek musik baru dan kolaborasi besar lainnya, meskipun belum bersedia membocorkan detail lebih lanjut.
Sosok Hard Lights dan Jejak Kariernya di Industri EDM
Bagi yang belum familiar, Hard Lights memiliki nama asli Joshua Tan. Musisi asal Kuala Lumpur ini telah menggeluti industri musik elektronik sejak usia 16 tahun. Ia dikenal sebagai sosok multibakat yang tidak hanya berperan sebagai produser, tetapi juga song writer dan disjoki (DJ) kondang.
Sebelum “Mad World”, Hard Lights telah menelurkan sejumlah single sukses di pasaran, seperti “Butterfly”, “Up All Night” yang berkolaborasi dengan Afrojack, dan “All I Ever Wanted”. Karya terbarunya ini semakin menambah panjang rekam jejaknya dalam membawa energi ke lantai dansa, sembari menyisipkan ruang untuk berpikir bagi para pendengarnya.
Dengan “Mad World” yang kini telah tersedia di semua platform musik digital, Hard Lights membuktikan bahwa musik dansa bisa menjadi medium yang kuat untuk berefleksi. Kolaborasi lintas negara ini bukan hanya memperkaya warna musiknya, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai salah satu talenta yang patut diperhitungkan di kancah musik elektronik global.








