Seru! Menikmati Malam di Alun-Alun Kota Tasikmalaya dengan Kuliner, Swafoto, dan Mengasuh Anak

goodside
4 Min Read

Alun-alun Kota Tasikmalaya adalah salah satu tempat yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke kota ini. Terletak di pusat kota, alun-alun ini memiliki posisi strategis dan menjadi ikon yang sangat dikenal oleh masyarakat setempat maupun wisatawan. Nama “Alun-alun” sering digunakan untuk menyebut area ini, yang juga dikenal sebagai tempat yang penuh dengan sejarah dan nilai budaya.

Selain lokasinya yang dekat dengan Pendopo Lama, Alun-alun juga memiliki Tugu Ikonik yaitu Tugu Mak Eroh dan Abdul Rodjak. Kedua tokoh ini merupakan warga Tasikmalaya yang pernah meraih penghargaan Kalpataru dalam bidang lingkungan dan pelestarian lingkungan. Keberadaan tugu ini menambah daya tarik alun-alun sebagai tempat yang bernilai historis.

Di sekitar area Alun-alun, terdapat berbagai fasilitas yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Mulai dari tempat bermain anak-anak hingga penjaja kuliner khas Tasikmalaya yang hampir punah. Beberapa makanan seperti kueh balok, lengko, bakar ulen, mie tek-tek, kupat tahu, dan lain-lainnya masih bisa ditemukan di sekitar alun-alun.

Pada saat Ramadhan, alun-alun menjadi tempat yang ramai dikunjungi. Berbagai penjual makanan khas Ramadhan menjajakan dagangannya baik di roda, tenda, maupun mobil. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, sehingga banyak orang memilih untuk berbelanja di sini. Di sudut alun-alun, sering diadakan pentas musik yang menemani menunggu adzan magrib.

Aktivitas Malam di Alun-alun

Pada malam hari, alun-alun tampak lebih hidup. Sederet roda-roda dan tenda penjajak makanan khas mulai terlihat mengelilingi luar area alun-alun. Di dalam alun-alun sendiri, banyak orang yang menyewakan mainan anak seperti otoped, tempat mancing anak-anak, dan mandi bola.

Di bangku-bangku beton dan sisi-sisi taman, terlihat sepasang kekasih yang tengah asyik mengobrol. Juga terlihat sepasang keluarga kecil yang sedang menyaksikan anaknya bermain mini bola di taman samping tempat duduknya. Di sudut berbeda, beberapa pedagang asong dengan sopan bergantian menawarkan kopi, rokok, atau makanan kecil kepada para pengunjung yang sedang duduk-duduk santai.

Menurut Jajat, warga Benda yang berjualan kopi, rokok, dan makanan kecil di bak mobilnya, penghasilannya meningkat pada malam minggu, libur, dan bulan puasa. “Alhamdulillah pak kalau malam minggu, malam libur dan bulan puasa cukup laku. Ya lumayan bisa buat makan keluarga di rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Eti, warga Lengkong Babakan, mengaku jika saat libur penghasilannya bisa meningkat tiga kali lipat. Namun, ia juga menyadari bahwa tidak semua waktu memberikan keuntungan. “Saya sudah lama jualan disini pak, alhamdulillah sih kalau malam minggu bisa dapat banyak, apa lagi kalau ada acara atau saat libur sekolah,” tutur Eti yang menjual minuman segar kemasan sendiri.

Pengalaman Menikmati Malam di Alun-alun

Menghabiskan malam di Alun-alun Kota Tasikmalaya seperti menjelajahi dunia yang penuh dengan berbagai tawaran. Apa lagi, saat melihat dua anak saling kejar-mengejar di atas otoped sewaannya, atau sekelompok anak yang tengah bermain-main di taman. Bahkan ketika melihat keluarga kecil yang tengah menyantap makanan khasnya.

Di sebuah sudut, dibangku beton sepasang kekasih tengah asyik berswafoto sambil sekali-kali melepas tawanya. Inilah dunia malam di Alun-alun Kota Tasikmalaya yang syarat dengan nilai-nilai historis dan nostaljik.

Share This Article
Leave a Comment