Lirik Lagu Iqro – Raim Laode: Menyelami Makna Spiritual dalam Karya Terbaru Sang Musisi

goodside
3 Min Read

Musisi sekaligus komika berbakat, Raim Laode, kembali menggetarkan industri musik tanah air melalui karya terbarunya yang bertajuk “Iqro”. Setelah sukses fenomenal dengan “Komang” yang memecahkan berbagai rekor streaming, kini Raim kembali dengan pendekatan yang lebih kontemplatif dan puitis. “Iqro” bukan sekadar gubahan nada, melainkan sebuah undangan bagi pendengarnya untuk berhenti sejenak dan ‘membaca’ tanda-tanda kehidupan di sekitar mereka.

Lagu ini langsung menarik perhatian publik tak lama setelah dirilis, memicu lonjakan pencarian kata kunci terkait lirik dan maknanya di berbagai platform mesin pencari. Secara musikalitas, Raim tetap mempertahankan ciri khas instrumen organik yang hangat, namun kali ini dengan bobot lirik yang jauh lebih filosofis.

Filosofi di Balik “Iqro”

Bagi Raim Laode, “Iqro” yang berarti “Bacalah” dalam bahasa Arab, merupakan sebuah refleksi tentang literasi kehidupan. Sebagai seorang pencerita (storyteller) yang ulung, Raim mencoba menerjemahkan keresahan manusia modern yang seringkali terjebak dalam hiruk-pikuk dunia digital hingga lupa membaca pesan-pesan yang tersirat dari alam dan Sang Pencipta.

Dari perspektif jurnalistik film, narasi dalam lagu ini memiliki struktur visual yang kuat. Lirik-liriknya seolah menjadi script yang menggambarkan perjalanan batin seseorang dalam menemukan kembali jati dirinya. Pendengar diajak untuk tidak hanya melihat dengan mata, tetapi “membaca” dengan hati.

Lirik Lagu Iqro – Raim Laode

Berikut adalah lirik lengkap lagu “Iqro” untuk Anda yang ingin menyelami setiap bait maknanya:

Bintang bintang dan pepohonan

Kedua bersujud pada-Nya

Masih kukagum tentang langit

Kokoh nan tinggi tak bertiang

Siapakah aku sebenarnya

Hanya atom yang kecil besar sombongnya

Sampai di masa ini

ku masih mencari

tentang arti dunia

yang ramai nan sunyi

Bantu aku berjalan menuju cahaya

Lalu aku berjanji menjadi yang baik

Semua Kau cipta berpasang

Sebab hanya Engkau yang satu

Seluruh bima sakti sujud

Tak ada satu pun yang luput

Siapakah aku sebenarnya

Hanya atom yang kecil besar sombongnya

Sampai di masa ini

ku masih mencari

tentang arti dunia

yang ramai nan sunyi

Bantu aku berjalan menuju cahaya

Lalu aku berjanji menjadi yang baik

Baru aku mengerti

ternyata bahagia

bukan perkara nanti tetapi sekarang

Harta paling berharga

bukanlah materi

Tetapi tentang waktu

tak bisa kutahan

Evolusi Musikalitas Raim Laode

Kehadiran “Iqro” menandai kedewasaan Raim Laode dalam berkarir. Jika “Komang” adalah perayaan atas cinta yang membumi, “Iqro” adalah bentuk transendensi cinta kepada tingkat yang lebih tinggi. Produksi musiknya yang minimalis namun megah memberikan ruang bagi suara khas Raim yang serak-serak basah untuk menyampaikan pesan secara intim.

Bagi para penikmat musik yang mengapresiasi kedalaman lirik, lagu ini diprediksi akan menjadi lagu wajib dalam daftar putar meditasi atau refleksi diri di tahun 2026 ini. Raim membuktikan bahwa menjadi populer tidak harus mengorbankan substansi, dan “Iqro” adalah bukti nyata bahwa literasi dan musik dapat berpadu dalam harmoni yang indah.

Share This Article
Leave a Comment