Industri arsitektur dan desain Indonesia kembali mendapatkan ruang eksplorasi kreatif yang segar. LIXIL secara resmi membuka pendaftaran LIXIL Architectural Design Competition (LADC) 2026, sebuah ajang bergengsi yang tidak hanya mencari estetika, tetapi juga mendorong lahirnya solusi desain inovatif untuk menjawab tantangan masa depan. Kompetisi ini menegaskan komitmen untuk membangun masa depan ruang hidup yang lebih baik melalui dialog dan kolaborasi lintas disiplin.
Mengusung Semangat ‘ARCHIPELAGO DIALOGUES’
Menginjak penyelenggaraan yang bukan pertama kalinya, LADC 2026 mengangkat tema “ARCHIPELAGO DIALOGUES: Architecture as a Space of Co-Creation”. Tema ini terinspirasi dari karakter Indonesia sebagai negara kepulauan dengan ribuan identitas, mulai dari keragaman budaya, lanskap lingkungan, hingga perbedaan infrastruktur dan tekanan urbanisasi. Alih-alih melihat keberagaman ini sebagai pemisah, kompetisi ini mendorong para peserta untuk memanfaatkannya sebagai sumber inspirasi desain yang kaya.
Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia, Arfindi Batubara, menekankan bahwa konteks lokal yang beragam inilah yang justru melahirkan gagasan paling relevan. “Dari pulau-pulau kecil, kota-kota besar, kekayaan alam dan budaya, hingga tantangan spesifik seperti perubahan iklim, kami percaya dari ragam konteks inilah lahir gagasan yang paling relevan untuk masa depan,” ujarnya menjelaskan filosofi di balik tema tersebut. LADC diharapkan menjadi ruang dialog yang memperluas eksplorasi ide dan membangun cara pandang baru dalam menciptakan ruang hidup yang berkelanjutan.
Dua Kategori untuk Talenta Muda dan Profesional
Untuk menciptakan ruang yang lebih inklusif, LADC 2026 membagi kompetisinya ke dalam dua kategori utama: Kategori Profesional dan Kategori Mahasiswa. Kategori profesional ditujukan bagi anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang memiliki Sertifikat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) aktif. Sementara itu, kategori mahasiswa terbuka lebar bagi mahasiswa S1 dan S2 Arsitektur, peserta Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr), serta lulusan S1 Arsitektur dengan masa kelulusan maksimal dua tahun saat pendaftaran.
Pembagian kategori ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa baik arsitek berpengalaman maupun talenta muda yang tengah mengasah potensi kreatifnya memiliki kesempatan yang sama untuk bersinar. “Pemilahan ini diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih inklusif, baik bagi arsitek yang telah memiliki pengalaman maupun bagi mahasiswa yang tengah mengembangkan potensi kreatifnya,” tambah Arfindi. Hal ini mencerminkan pemahaman bahwa inovasi bisa datang dari berbagai jenjang pengalaman.
Dewan Juri Internasional dan Hadiah Global
Salah satu daya tarik utama LADC 2026 adalah jajaran dewan juri yang kredibel. Kompetisi ini menghadirkan nama-nama besar di industri arsitektur, seperti Andra Matin dari AndraMatin Studio, Gregorius Supie dari Yolodi+Maria Architects, dan Richard Wood, Managing Partner Asia dari firma arsitektur global ternama, Snøhetta. Kehadiran mereka menjamin proses penilaian yang ketat dan berwawasan internasional terhadap setiap karya.
Tak hanya itu, para pemenang akan mendapatkan pengalaman berharga yang sulit ditandingi. Mereka berpeluang mengikuti program Studio Exchange di firma arsitektur global Snøhetta, sebuah kesempatan magang dan belajar langsung di lingkungan kerja arsitektur kelas dunia. Selain itu, pemenang juga akan mengikuti LIXIL Architectural Trip ke Nagoya, Jepang. Kedua hadiah ini dirancang untuk memberikan paparan internasional dan memperkaya wawasan desain para pemenang.
Tahapan Pendaftaran dan Proses Penjurian
Bagi para arsitek dan mahasiswa yang tertarik, pendaftaran dan pengumpulan karya telah dibuka secara daring mulai 18 Mei hingga 5 Juli 2026. Mekanisme daring ini sengaja diterapkan untuk memudahkan partisipasi peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Terdapat syarat fundamental yang harus dipenuhi, yakni seluruh karya yang diajukan harus bersifat orisinal, belum pernah dipublikasikan, dan belum pernah diikutsertakan dalam kompetisi lain.
Setelah masa pengumpulan karya berakhir, proses penjurian akan berlangsung dalam dua tahap yang ketat. Tahap pertama akan menyaring para finalis terbaik dari masing-masing kategori, sebelum akhirnya dewan juri menetapkan pemenang utama. Puncak dari seluruh rangkaian acara ini akan digelar dalam kemeriahan LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD) yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026, di mana para pemenang akan diumumkan secara resmi.
Lebih dari Sekadar Kompetisi Desain
LADC 2026 bukan hanya sekadar mencari karya dengan nilai estetika tinggi. Lebih dalam dari itu, kompetisi ini mencari gagasan-gagasan segar yang mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai tantangan di masyarakat. Hal ini sejalan dengan tren pameran industri internasional yang kini juga berfungsi sebagai platform kolaborasi dan transfer teknologi, di mana inovasi tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan lahir dari ekosistem yang saling terhubung.
Gregorius Supie, salah satu juri, mengungkapkan harapannya agar ajang ini dapat menjadi pemicu lahirnya gagasan yang semakin inovatif. “Saya berharap sayembara ini mampu mengobarkan semangat berarsitektur yang semakin kreatif, sekaligus menjadi pendorong dalam memajukan industri arsitektur di Indonesia,” katanya. Kompetisi ini menantang peserta untuk memposisikan arsitektur sebagai ruang ko-kreasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dan menjawab kebutuhan riil manusia.
Di tengah tantangan perubahan iklim, urbanisasi, dan keanekaragaman konteks lokal Indonesia, ajang seperti LADC 2026 memegang peranan krusial. Dengan mendorong arsitektur kolaboratif dan berkelanjutan, kompetisi ini tidak hanya melahirkan talenta-talenta unggul, tetapi juga turut membangun masa depan ruang hidup masyarakat Indonesia yang lebih adaptif, inklusif, dan harmonis dengan lingkungannya. Ini adalah bukti bahwa desain yang baik adalah desain yang berakar pada dialog dan memberi dampak positif bagi banyak orang.
