
Eks ART Bantah Langgar Privasi Anak Erin dan Andre Taulany
Konflik rumah tangga antara artis Erin Taulany dan mantan asisten rumah tangganya (ART), Herawati, memasuki babak baru. Herawati secara tegas membantah tudingan bahwa dirinya telah melanggar privasi keluarga dengan mengunggah foto serta video anak-anak Erin dan Andre Taulany ke media sosial. Ia mengklaim tindakannya murni didasari rasa senang, bukan niat jahat untuk merendahkan atau mengeksploitasi anak-anak majikannya tersebut.
Bantahan Soal Konten yang Dianggap Merendahkan
Herawati angkat bicara menanggapi tudingan yang menyebut unggahannya merugikan dan melanggar batasan privasi. Mantan ART yang kini berseteru dengan Erin itu menegaskan bahwa semua konten yang ia bagikan telah melalui proses izin secara lisan. Ia merasa tidak pernah berniat merendahkan anak-anak Erin, melainkan hanya ingin berbagi momen kebersamaan.
“Saya sudah jelasin, kalau itu hanya bercanda dan saya pun minta foto udah izin gitu loh,” bantah Herawati saat ditemui awak media. Ia menambahkan bahwa unggahan yang menyertakan keterangan bergaya kartun atau candaan adalah bentuk ekspresi kegembiraannya semata.
Euforia Bekerja di Rumah Selebriti
Dalam klarifikasinya, Herawati mengaku tidak menyangka unggahan pribadinya akan memicu kemarahan sang majikan hingga berujung pada laporan polisi. Ia menilai reaksi Erin sebagai sebuah kesalahpahaman besar. Menurutnya, tidak ada kerugian nyata yang dialami oleh anak-anak Erin akibat konten-konten tersebut.
“Saya niatnya karena senang gitu loh, ketemu sama anaknya artis gitu,” ujar Herawati. Kuasa hukumnya, Deolipa Yumara, menyebut fenomena ini sebagai euforia. “Orang kerja di tempat artis kan senang. Euforia, kan? Namanya kerja tempat artis, euforia. Saya juga kalau kerja di tempat artis, saya euforia juga,” timpal Deolipa, membela kliennya.
Langkah Hukum dan Kesalahpahaman
Perseteruan antara Erin dan Herawati tidak hanya berhenti pada adu argumen di media. Konflik ini bermula dari laporan dugaan penganiayaan ringan yang dilayangkan Herawati terhadap Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 29 April 2026. Merasa terserang, pihak Erin kemudian melaporkan balik Herawati atas dugaan pencemaran nama baik dan akses data pribadi, menyusul konten-konten di media sosial yang dianggap melanggar privasi.
Deolipa Yumara menyadari adanya perbedaan persepsi yang tajam antara pemberi kerja dan pekerja terkait batasan privasi. Ia berharap masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus saling lapor. “Ya, itu yang namanya kesalahpahaman tadi, kan? Itu yang nanti kami akan jernihkan selaku kuasa hukum,” tegas Deolipa. Ia optimistis komunikasi yang baik bisa meredakan sengketa hukum yang kini melibatkan Undang-Undang ITE.
Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Meski bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah, Herawati tidak menutup kemungkinan untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada anak-anak Erin, Kenzy dan Dio. “Ya mungkin saya akan meminta maaf gitu ke Mas Kenzy dan Mas Dio. Tapi merugikan juga enggak sih?” ucapnya mempertanyakan dampak riil dari perbuatannya.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut privasi anak-anak figur publik. Di era media sosial yang serba terbuka, batas antara berbagi momen dan melanggar privasi seringkali menjadi abu-abu, terutama dalam relasi pekerja rumah tangga dan majikan yang memiliki status sosial berbeda. Publik kini menanti titik terang dari mediasi antara kedua belah pihak agar konflik ini tidak semakin merugikan psikologis anak-anak yang tidak bersalah.








