
Profil Zhang Yiming, Pemilik TikTok dan Douyin yang Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia
Di balik layar ponsel Anda, ada sosok yang membangun dua platform raksasa video pendek: TikTok dan Douyin. Ia adalah Zhang Yiming, pendiri sekaligus mantan CEO ByteDance. Baru-baru ini, namanya kembali menjadi perbincangan setelah masuk dalam daftar orang terkaya di dunia versi Bloomberg Billionaires Index. Dengan total harta mencapai 92,8 miliar dolar AS (setara sekitar Rp1.642 triliun), Zhang kini menempati urutan ke-21 orang terkaya dunia, menjadi orang terkaya kedua di Asia, serta orang terkaya di China. Bagaimana putra Fujian ini membangun kerajaan teknologi yang mengubah cara dunia mengonsumsi konten?
Dari Longyan ke Nankai University: Fondasi Awal Sang Pendiri
Zhang Yiming lahir pada 1983 di Provinsi Fujian, China. Ia tumbuh besar di kota Longyan, sebagai anak tunggal dari pasangan pegawai negeri. Meskipun orang tuanya berlatar belakang birokrasi, Zhang menunjukkan ketertarikan mendalam pada teknologi sejak muda. Ia menempuh pendidikan di bidang rekayasa perangkat lunak di Nankai University, Tianjin, dan berhasil lulus pada tahun 2005.
Setelah lulus, Zhang mengawali karier sebagai insinyur di Kuxun.com, sebuah situs pencarian perjalanan. Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang perilaku pengguna internet China. Pada 2009, ia mencoba peruntungan dengan merintis 99fang.com, sebuah situs pencarian properti, namun usaha itu ia tinggalkan tiga tahun kemudian. Kegagalan itu justru menjadi batu loncatan menuju ide besar berikutnya.
Membangun ByteDance: Dari Agregator Berita ke Fenomena Global
Bersama beberapa rekan, Zhang mendirikan ByteDance pada 2012 di Beijing. Awalnya, perusahaan ini fokus pada layanan agregasi berita pintar melalui aplikasi Toutiao. Berkat algoritma rekomendasi berbasis minat pengguna, Toutiao langsung meledak: pada 2014, jumlah pengguna aktif hariannya sudah melampaui 13 juta.
Ambisi Zhang tak berhenti di pasar domestik. ByteDance melebarkan sayap ke kancah global dengan meluncurkan TopBuzz pada 2015 dan mengakuisisi News Republic pada 2017. Namun, lompatan terbesarnya terjadi lewat Douyin—aplikasi video pendek yang dirilis untuk pasar China pada 2016—serta versi internasionalnya, TikTok. Di bawah kendali Zhang, platform ini tumbuh menjadi fenomena budaya global. Kini, ByteDance memiliki lebih dari 1 miliar pengguna di seluruh dunia, menjadikannya salah satu perusahaan teknologi paling diperhitungkan di planet ini.
Keputusan Mengejutkan: Mundur dari Kursi CEO
Di puncak kejayaan, Zhang justru membuat langkah yang mengejutkan banyak pihak. Pada Mei 2021, ia mengumumkan pengunduran diri sebagai CEO ByteDance. Pengumuman ini datang kurang dari sebulan setelah rencana penawaran saham perdana (IPO) perusahaan ditunda. Dalam memo internal, Zhang mengaku kurang memiliki keterampilan sebagai manajer ideal dan lebih suka menganalisis prinsip organisasi serta pasar ketimbang mengelola manusia sehari-hari.
Posisi CEO kemudian diserahkan kepada Liang Rubo, kolaborator lamanya sekaligus salah satu pendiri ByteDance. Keputusan ini memungkinkan Zhang untuk lebih fokus pada strategi jangka panjang, budaya perusahaan, dan tanggung jawab sosial. Meski mundur dari operasional harian, pengaruhnya tetap besar dalam menentukan arah raksasa teknologi itu.
Kunci Sukses yang Menginspirasi
Perjalanan Zhang Yiming mencerminkan kombinasi ketajaman teknis, visi global, dan keberanian mengakui batas diri. Dari seorang insinyur di perusahaan rintisan hingga menjadi orang terkaya di China, ia membuktikan bahwa inovasi berbasis data dan algoritma dapat mengubah lanskap media dan hiburan dunia. Di tengah persaingan ketat industri teknologi, kisahnya menjadi bukti bahwa seorang pendiri tidak harus selalu berada di garis depan operasional untuk terus memberikan dampak besar.
Mengenal sosok di balik aplikasi yang kita gunakan sehari-hari memberi perspektif bahwa di balik setiap layar ada cerita manusia: kegagalan, pembelajaran, dan lompatan berani. Zhang Yiming bukan hanya membangun TikTok dan Douyin, tetapi juga merajut fondasi baru bagi cara dunia bertukar cerita.








