Kesenjangan akses dan keterampilan digital masih menjadi penghalang utama partisipasi perempuan dalam ekonomi digital Indonesia. Menjawab tantangan ini, XLSMART Telecom Sejahtera melalui platform Sisternet resmi meluncurkan DigiHer, sebuah fitur pembelajaran yang terintegrasi dengan program Digital Talent Scholarship dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi). Inisiatif ambisius ini menargetkan digitalisasi bagi 2,4 juta perempuan Indonesia sepanjang tahun 2026.
Menutup Kesenjangan Literasi Digital Perempuan
Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa tingkat penetrasi internet perempuan berada di angka 78,6 persen, lebih rendah dibandingkan laki-laki yang mencapai 82,7 persen. Kondisi ini menandakan bahwa banyak perempuan belum memperoleh akses optimal terhadap pelatihan digital, pengembangan kompetensi, hingga peluang ekonomi berbasis teknologi.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, menekankan bahwa peningkatan literasi digital perempuan merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat. “Perempuan perlu mendapatkan akses yang setara terhadap pengetahuan, teknologi, dan peluang ekonomi digital agar dapat berkontribusi lebih besar bagi keluarga, komunitas, dan pembangunan nasional,” ujar Meutya dalam keterangan resminya.
DigiHer: Pembelajaran Fleksibel dan Inklusif
DigiHer dirancang untuk menyediakan akses materi pembelajaran digital yang fleksibel, relevan, dan mudah dijangkau. Fitur ini merupakan kelanjutan dari gerakan #1JutaSisterDigital yang sebelumnya telah digulirkan oleh Sisternet. Platform ini memastikan bahwa perempuan dari berbagai latar belakang dapat mengikuti pelatihan tanpa terkendala lokasi atau waktu, didukung oleh penguatan jaringan 4G dan 5G yang merata.
Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menyatakan bahwa DigiHer adalah wujud komitmen perusahaan dalam mempercepat transformasi digital yang inklusif. “Perempuan memiliki peran penting dalam keluarga, komunitas, UMKM, hingga perekonomian nasional. Karena itu, akses pembelajaran yang mudah dan sesuai kebutuhan menjadi kunci,” jelas Merza.
Kolaborasi Strategis untuk Pemberdayaan Nasional
Peluncuran DigiHer menjadi contoh nyata kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam membuka ruang belajar digital yang aman dan inklusif. Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi juga pada pengembangan kompetensi yang dapat langsung diaplikasikan oleh perempuan di dunia kerja atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan target 2,4 juta perempuan pada tahun 2026, inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan gelombang baru talenta digital perempuan yang siap bersaing di era ekonomi digital. Program ini juga menjadi jawaban atas kebutuhan pasar kerja yang semakin terdigitalisasi.
Mendorong Ekonomi Digital yang Setara
Langkah XLSMART dan Kemenkomdigi ini bukan sekadar program pelatihan, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih setara. Dengan membekali perempuan dengan literasi dan keterampilan digital, potensi ekonomi keluarga dan komunitas dapat ditingkatkan secara signifikan.
Kehadiran DigiHer menandai babak baru dalam upaya pemberdayaan perempuan Indonesia. Inisiatif ini membuktikan bahwa kolaborasi multisektor mampu menghadirkan solusi konkret untuk menjembatani kesenjangan digital, memastikan tidak ada perempuan yang tertinggal dalam laju transformasi teknologi nasional.









