Yayan Ruhian kembali membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Menjelang ulang tahunnya yang ke-58 pada Oktober mendatang, aktor laga legendaris ini masih mampu menjalani adegan pertarungan berat bersama Joe Taslim di film terbaru mereka, The Furious. Dalam konferensi pers yang digelar di Epicentrum XXI, Jakarta, Joe Taslim menceritakan momen di balik layar yang membuat sang sutradara, Kenji Tanigaki, terkesima dengan kondisi fisik seniornya tersebut.
Reuni Dua Windu di The Furious
Joe Taslim dan Yayan Ruhian terakhir kali bertarung di depan kamera pada film The Raid yang dirilis tahun 2011. Kini, 15 tahun berselang, kedua aktor ini dipertemukan kembali dalam The Furious yang dijadwalkan tayang 17 Juni 2026. Joe mengaku sempat bingung karena duel kali ini memberinya sensasi yang sama seperti pertama kali mereka bertemu di layar lebar.
“Aku bingung, 15 tahun yang lalu berantem sama Kang Yayan terus berantem di The Furious, sama aja,” ujar Joe dengan nada kagum. Ia menekankan bahwa fisik dan kemampuan bela diri Yayan tidak menunjukkan penurunan. “Badaknya, skill-nya, kuatnya… ini jadi inspirasi buat kita semua,” tambahnya.
Keperkasaan yang Tak Berubah
Di balik layar, Yayan Ruhian menunjukkan stamina yang justru membuat rekan-rekan mudanya iri. Joe mengungkapkan, pada hari terakhir pengambilan gambar adegan puncak, hampir semua pemain mengeluhkan rasa lelah, memar, hingga cedera ringan. Namun Yayan justru terlihat santai tanpa tanda-tanda keletihan.
“Di final fight itu semua orang udah mulai lah ngerasain pegel, bengkak-bengkak, ada yang ketarik sini, ketarik sana, Kang Yayan duduk cengar-cengir aja tuh,” kata Joe sambil tertawa. Kekuatan fisik itu bukan sekadar tampilan, melainkan hasil dari disiplin latihan rutin yang sudah menjadi bagian hidup pria kelahiran Tasikmalaya ini.
Sutradara The Furious Ikut Kagum
Ketangguhan Yayan tidak hanya diakui oleh Joe Taslim. Kenji Tanigaki, sutradara asal Jepang yang menangani The Furious, dibuat terkejut melihat daya tahan sang aktor senior. Joe menirukan reaksi Kenji dengan penuh semangat, “Kenji bilang, ‘Ini orang Indonesia gila-gila, ya. Ini kuat—kuat banget, ini lihat si Joe Kang Yayan cengar-cengir aja duduk. Yang lainnya mulai gosok-gosok, dipijet-pijet.’”
Bagi Kenji, pemandangan itu sangat kontras dengan kondisi para pemain lain yang memerlukan perawatan ekstra setelah seharian menjalani koreografi laga rumit. Komentar ini sekaligus menjadi pengakuan internasional akan etos kerja dan ketangguhan fisik aktor Indonesia di mata sineas global.
Motivasi Yayan Ruhian Jelang Usia 60
Meski tampak perkasa, Yayan mengaku sempat dirundung keraguan saat harus menghadapi Joe Taslim lagi setelah jeda panjang. “Sebetulnya terbersit juga rasa ragu, masih mampu enggak ya, menghadapi Jaka. Karena ya, sudah 16 tahun lalu kan,” ujarnya dengan jujur, merujuk pada karakter Jaka yang diperankan Joe di The Raid.
Namun Yayan memilih untuk mengubah keraguan itu menjadi bahan bakar semangat. “Oke, usia saya angkanya lebih tinggi. Tapi mudah-mudahan saya tidak kalah secara fisik, sama siapa pun. Dan itu saya harus pertanggungjawabkan niat itu, keinginan itu,” jelasnya. Ia pun menerapkan latihan yang lebih keras dibandingkan para lawan main yang berusia jauh lebih muda.
Hasilnya terlihat jelas. Selama proses produksi, Yayan belum sekalipun meminta jeda. “Alhamdulillah selama ini saya belum pernah—dalam latihan atau dalam set—saya minta ‘Oke sebentar, saya minta break dulu.’ Paling tidak saya masih bisa mengimbangi secara fisik,” tambahnya bangga.
Perjalanan Yayan Ruhian di The Furious mengajarkan bahwa dedikasi dan konsistensi dapat melampaui batas usia. Bagi penggemar film laga, kehadirannya yang tetap perkasa menjadi pesan kuat: latihan dan niat yang serius bisa menjaga semangat bela diri terus menyala, bahkan saat garis waktu terus bertambah. Sementara itu, para penonton bisa kembali menyaksikan duel epik dua aktor papan atas ini di bioskop mulai 17 Juni.









