Apple Watch Umur 4 Tahun Tak Kebagian Siri AI, Padahal Dulu Dijual Rp 13 Jutaan

goodside
4 Min Read

Apple baru saja mengumumkan watchOS 27 di WWDC 2026, namun tidak semua pengguna bisa menikmati fitur andalannya. Sejumlah Apple Watch yang berusia sekitar empat tahun justru tidak mendapatkan akses penuh ke Siri AI dan kecerdasan Apple Intelligence. Ini menjadi kabar kurang menyenangkan, apalagi beberapa model tersebut dulu dijual dengan harga belasan juta rupiah.

Pembatasan Fitur AI di watchOS 27

Di panggung WWDC 2026, Apple memperkenalkan Siri AI sebagai asisten digital dengan pemahaman konteks yang jauh lebih canggih. Asisten ini mampu menjalankan tugas lintas aplikasi dan merespons dengan bahasa yang lebih alami berkat Apple Intelligence. Sayangnya, kemampuan tersebut menuntut perangkat keras baru yang lebih bertenaga.

Akibatnya, Apple menerapkan batas dukungan yang cukup ketat. Hanya jam tangan dengan chip S9 atau lebih baru yang bisa menjalankan fitur AI tersebut secara penuh. Model-model yang lebih lama hanya akan menerima sebagian pembaruan watchOS 27, tanpa Siri AI yang menjadi bintang utama.

Model yang Tidak Mendapatkan Dukungan Penuh

Berdasarkan informasi yang beredar, beberapa perangkat yang tersisih antara lain Apple Watch Series 8, Apple Watch Ultra generasi pertama, dan Apple Watch SE 2. Ketiganya diluncurkan pada tahun 2022, atau sekitar empat tahun lalu. Padahal, Apple Watch Ultra generasi pertama saat itu diposisikan sebagai jam tangan premium untuk aktivitas ekstrem dan dibanderol sekitar 799 dolar AS atau setara Rp 13 jutaan.

Di sisi lain, model-model yang beruntung adalah Apple Watch Series 9, Series 10, Series 11, Ultra 2, Ultra 3, dan SE generasi ketiga. Semuanya sudah dibekali chip S9 atau penerusnya. Bagi pemilik Ultra generasi pertama, kenyataan ini tentu cukup mengecewakan karena perangkat yang dibeli dengan harga mahal kini mulai terasa tertinggal.

Siri AI Jadi Biang Keladi

Perbedaan mendasar Siri AI dengan Siri versi sebelumnya terletak pada kemampuannya memahami maksud pengguna secara lebih utuh. Ia tidak sekadar menjawab perintah, tetapi bisa membaca konteks dari pesan, lokasi, atau kalender untuk memberikan respons yang relevan. Teknologi semacam ini memang butuh pemrosesan on-device yang lebih berat, sehingga chip lawas seperti S8 di Apple Watch Series 8 tidak lagi sanggup mengimbangi.

Dengan kata lain, keterbatasan bukan semata soal umur perangkat, melainkan kemampuan komputasi chip di dalamnya. Meski begitu, bagi konsumen yang baru mengganti jam tangan beberapa tahun lalu, langkah Apple ini bisa terasa terlalu cepat dan kurang ramah.

Umur Dukungan Lebih Pendek dari iPhone

Kebijakan ini juga menyorot perbandingan antara ekosistem Apple Watch dan iPhone. Sejumlah model iPhone yang dirilis beberapa tahun silam masih bisa menikmati pembaruan iOS terbaru tanpa kehilangan fitur inti. Sementara itu, Apple Watch yang usianya tak jauh berbeda sudah mulai kehilangan akses ke inovasi besar berikutnya. Ini menunjukkan bahwa siklus dukungan untuk perangkat wearable Apple semakin pendek, dan pembeli mungkin perlu mempertimbangkan ulang ekspektasi jangka panjang mereka.

Bagi pengguna setia Apple, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa fitur perangkat lunak kini sangat bergantung pada lompatan perangkat keras. Meski menyisakan kekecewaan, langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Apple mendorong pengalaman AI yang optimal—meski harus mengorbankan sejumlah perangkat yang sebenarnya masih tergolong modern.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *