BSI Digination Hadir Lagi, Bekali Mahasiswa Bangun Personal Branding dengan AI

goodside
7 Min Read

Kemampuan membangun citra diri di era digital bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan sebuah kebutuhan fundamental bagi generasi muda yang akan memasuki dunia profesional. Menjawab tantangan ini, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menghadirkan kegiatan inspiratif melalui Seminar BSI Digination Scale Up: AI & Public Speaking for Personal Branding. Acara ini menjadi wujud nyata komitmen kampus dalam membekali mahasiswa dengan kecakapan mutakhir yang memadukan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan seni komunikasi publik.

Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan untuk Pengembangan Diri

Seminar yang akan digelar pada Jumat, 23 Mei 2026 di Hall C BSI Convention Center, Bekasi Utara ini menyoroti pergeseran paradigma dalam pengembangan karier. Jika dahulu personal branding hanya bertumpu pada kemampuan interpersonal, kini kehadiran teknologi artificial intelligence membuka dimensi baru yang lebih luas dan terukur. Para peserta akan diajak untuk tidak hanya memahami AI sebagai alat teknis, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun dan mengomunikasikan nilai diri.

Head of IT UBSI, Verry Riyanto, dijadwalkan akan mengupas tuntas pemanfaatan AI dalam ranah profesional. Dalam konteks ini, AI tidak lagi dipandang sebagai ancaman, melainkan katalisator yang mampu mengasah kreativitas dan efisiensi personal. Peserta akan mendapatkan wawasan praktis tentang bagaimana alat-alat berbasis AI dapat digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan pribadi dan merancang strategi pencitraan yang autentik di dunia maya.

Public Speaking Tetap Jadi Pilar Utama Citra Diri

Meskipun teknologi kian mendominasi, UBSI menegaskan bahwa sentuhan manusiawi melalui public speaking tetap tak tergantikan. Seminar ini secara sadar mengawinkan dua elemen tersebut. Kehadiran content creator dan influencer David Rizal sebagai pembicara menjadi bukti nyata bahwa kemampuan berbicara di depan publik adalah fondasi personal branding yang solid. David akan membagikan pengalamannya merintis karier di media sosial, menekankan bagaimana kepercayaan diri saat berbicara secara langsung mampu mentransformasi interaksi digital.

“Mahasiswa saat ini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk AI. Namun, kemampuan komunikasi dan public speaking juga tetap menjadi nilai penting dalam membangun citra diri maupun karier di masa depan,” ujar Muhammad Tabarani, Kepala Kampus UBSI Kaliabang. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa harmoni antara kecanggihan AI dan kehangatan komunikasi manusia adalah resep untuk memenangkan persaingan global.

Mempersiapkan Generasi “Menang Sebelum Lulus”

Mengusung semangat #MenangSebelumLulus, BSI Digination hadir dengan pendekatan pragmatis yang berorientasi pada kesiapan industri. Fokus acara ini sangat relevan di tengah meningkatnya penetrasi AI di lingkungan kerja. Data dari studi PwC Indonesia menunjukkan bahwa 69% pekerja di Indonesia telah menggunakan AI dalam aktivitas profesional, dengan 16% di antaranya menggunakannya setiap hari. Statistik ini menegaskan bahwa mahasiswa yang belum melek AI akan tertinggal jauh sebelum mereka sempat melamar pekerjaan.

Seminar ini diharapkan menjadi katalis bagi mahasiswa untuk memulai langkah proaktif sejak dini. Tidak hanya sekadar tahu, mereka diajak untuk menerapkan langsung bagaimana AI dapat membantu personal branding. Dari mengoptimalkan profil LinkedIn dengan bantuan AI generatif hingga menggunakan alat analisis sentimen untuk mengukur persepsi audiens, keterampilan ini adalah bekal vital yang menempatkan mereka selangkah lebih maju dari pencari kerja lainnya.

Menempatkan Manusia sebagai Pusat Inovasi

Pendekatan yang diusung oleh UBSI lewat BSI Digination ini selaras dengan tren global yang kembali menempatkan manusia sebagai subjek, bukan objek teknologi. Inisiatif-inisiatif industri terbaru, termasuk tema besar seperti “ReHumanize” yang diusung oleh IdeaFest 2026, sama-sama menyerukan pentingnya fondasi kemanusiaan di balik setiap lompatan inovasi. Teknologi seharusnya menjadi alat untuk memperkuat nilai-nilai insani, bukan mengikisnya.

Di sinilah letak signifikansi pelatihan seperti BSI Digination. Di era di mana konten bisa dibuat massal oleh mesin, orisinalitas dan kemampuan berbicara secara personal menjadi pembeda yang sangat mahal. Seminar ini secara implisit mengajarkan bahwa personal branding berbasis AI bukan tentang menciptakan persona palsu, melainkan menggunakan bantuan mesin untuk memproyeksikan versi terbaik dari diri manusia yang sebenarnya.

Informasi dan Cara Mengikuti Seminar

Seminar ini bersifat inklusif dan terbuka tidak hanya bagi mahasiswa UBSI, tetapi juga untuk masyarakat umum yang ingin meningkatkan kapasitas diri. Pendaftaran dapat dilakukan dengan mudah melalui tautan bit.ly/seminar-ai-publicspeaking. Bagi yang membutuhkan informasi lebih detail, panitia membuka jalur komunikasi melalui narahubung di nomor 0852-8276-4086.

Selain mendapatkan materi utama, peserta juga berkesempatan untuk membangun jejaring dengan sesama anak muda yang memiliki visi serupa. Interaksi langsung dengan David Rizal diharapkan dapat memberikan inspirasi praktis yang tak ternilai, terutama tentang bagaimana memulai karier di industri kreatif digital dengan bekal yang tepat guna. “Silakan daftar, karena ini adalah kesempatan emas untuk berinvestasi pada citra diri kalian di era AI,” ajak Tabarani.

Mengapa Personal Branding di Era AI Begitu Penting?

Di pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif, citra diri adalah aset tak berwujud yang menentukan peluang. Berikut adalah alasan mengapa hal ini menjadi krusial bagi mahasiswa:

  • Akselerasi Visibilitas: AI memungkinkan analisis kata kunci dan tren pasar untuk menyusun profil daring yang lebih mudah ditemukan perekrut.
  • Konsistensi Autentik: Alat bantu AI dapat menjaga konsistensi pesan personal branding di berbagai platform tanpa menghilangkan orisinalitas pengguna.
  • Efisiensi Produksi Konten: Mahasiswa dapat memanfaatkan AI untuk merancang portofolio atau konten edukatif dengan lebih cepat dan profesional.
  • Pengembangan Kepercayaan Diri Virtual: Simulasi wawancara AI membantu mahasiswa berlatih public speaking sebelum tampil di depan audiens nyata.

BSI Digination Scale Up hadir tepat di saat lanskap dunia kerja sedang mengalami disrupti yang masif. Acara ini menawarkan lebih dari sekadar pengetahuan teoretis; ia memberikan peta jalan konkret bagi mahasiswa untuk merajut kecerdasan buatan dengan kecerdasan emosional. Pada akhirnya, kemampuan untuk tampil autentik dan percaya diri di tengah gempuran algoritma adalah kunci untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga unggul di era digital yang serba cepat ini.

Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *