Skip to content
logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
Close

Search

Article

China Larang PHK Karyawan Gara-gara Diganti AI, Bedanya dengan AS

By Falah Malaika Az Zahra
28 Mei 2026 3 Min Read
0

Di saat banyak perusahaan global, terutama di Amerika Serikat, ramai-ramai memangkas tenaga kerja dan beralih ke efisiensi kecerdasan buatan (AI), China justru mengambil sikap berseberangan. Sebuah putusan pengadilan di Negeri Tirai Bambu secara tegas menyatakan bahwa memecat atau mendemosikan karyawan dengan alasan pekerjaannya telah diambil alih oleh AI adalah tindakan ilegal. Putusan ini menjadi preseden hukum yang mengejutkan di tengah gelombang otomatisasi.

Awal Mula Putusan Bersejarah di Hangzhou

Kasus ini bermula dari nasib seorang pekerja teknologi bernama Zhou yang bergabung dengan sebuah perusahaan sebagai supervisor jaminan kualitas (QA) pada tahun 2022. Tugas utamanya saat itu adalah memastikan model AI menghasilkan respons yang akurat dan aman, termasuk menyaring konten ilegal. Namun, seiring berjalannya waktu, perusahaan mengembangkan model AI-nya sendiri untuk mengambil alih pekerjaan Zhou.

Zhou kemudian ditawari posisi yang lebih rendah dengan pemotongan gaji yang signifikan, mencapai 40 persen. Karena menolak demosi tersebut, kontrak kerjanya akhirnya diputus oleh perusahaan dengan dalih “restrukturisasi organisasi”. Kejadian ini memicu pertanyaan hukum yang serius: mungkinkah penggantian pekerja oleh AI dikategorikan sebagai “perubahan besar dalam kondisi objektif”?

AI Bukan Alasan Sah untuk PHK Sepihak

Dalam hukum ketenagakerjaan China, istilah “perubahan besar dalam kondisi objektif” biasanya merujuk pada situasi di luar kendali perusahaan, seperti merger, akuisisi, atau relokasi pabrik. Pihak perusahaan sempat berargumen bahwa adopsi AI adalah salah satu alasan sah tersebut. Namun, pengadilan di Hangzhou memiliki pandangan yang sangat berbeda.

Baca juga  Telkomsel Genap 31 Tahun: Komitmen “Melayani Sepenuh Hati” di Era Digital

Majelis hakim menyimpulkan bahwa keputusan untuk menggantikan pekerja dengan AI merupakan langkah bisnis internal, bukan perubahan eksternal yang memaksa perusahaan untuk memutus kontrak. Oleh karena itu, praktik semacam ini tidak bisa dijadikan dasar hukum untuk memecat karyawan. Penawaran pekerjaan lain dengan penurunan gaji yang drastis juga dinilai bukan sebagai “penugasan ulang yang wajar” menurut undang-undang.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Era AI

Salah satu poin penting dalam putusan ini adalah penegasan bahwa perusahaan yang menikmati lonjakan efisiensi berkat AI tidak lantas terbebas dari tanggung jawab sosial dan hukum terhadap karyawan manusianya. Pengadilan menekankan bahwa AI seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, bukan untuk menyingkirkan mereka sepenuhnya.

“Perusahaan dapat beradaptasi dengan tren ini, tetapi mereka juga harus mempertimbangkan hak dan kepentingan karyawan, serta tidak dapat menggunakan perubahan teknologi sebagai dalih pengurangan gaji dan pemutusan kontrak secara sepihak,” demikian kutipan dari putusan pengadilan yang dilaporkan oleh Xinhua. Pesan ini menjadi tamparan keras bagi model bisnis yang hanya mengejar laba dengan mengorbankan tenaga manusia.

Baca juga  Seperti Manusia, AI Juga Bisa Panik dan Putus Asa Saat Dapat Tugas Sulit

Kontras dengan Tren Global: Manusia vs. Mesin

Putusan ini menjadi sangat kontras dengan tren yang terjadi di belahan dunia lain. Kekhawatiran akan penggantian manusia oleh mesin bukanlah isapan jempol. Di kompetisi “Man vs. Machine” yang diselenggarakan Figure AI, seorang karyawan magang bernama Aime diadu dengan robot humanoid generasi terbaru, F.03, untuk menyortir paket di gudang logistik selama 10 jam nonstop.

Meskipun Aime akhirnya menang dengan menyortir 12.924 paket melawan 12.732 paket oleh robot, kemenangan itu harus dibayar mahal dengan rasa sakit dan nyaris patah tulang lengan. CEO Figure AI, Brett Adcock, bahkan menyatakan bahwa ini adalah “kali terakhir seorang manusia akan pernah menang”, menyiratkan betapa cepatnya mesin mengejar kemampuan fisik manusia. Di Amerika Serikat, efisiensi AI kerap kali langsung berkonversi menjadi pemutusan hubungan kerja massal, sebuah pendekatan yang kini dinyatakan ilegal di China.

Perlindungan Pekerja dan Masa Depan Otomatisasi

Langkah China ini menawarkan cetak biru alternatif dalam mengelola disrupsi AI. Alih-alih memosisikan teknologi sebagai pengganti, putusan pengadilan tersebut mendorong pemanfaatan AI untuk kolaborasi. Berikut adalah beberapa poin yang ditekankan dalam putusan ini:

  • Adopsi AI tidak boleh menjadi alasan pengurangan gaji sepihak.
  • Keputusan mengganti pekerja dengan AI adalah keputusan bisnis internal, bukan kejadian objektif di luar kendali perusahaan.
  • Demosi dengan pemotongan gaji signifikan tidak dianggap sebagai penugasan ulang yang wajar.
  • Perusahaan harus menyeimbangkan efisiensi teknologi dengan tanggung jawab terhadap karyawan.
Baca juga  Apple Rilis Siri AI di WWDC 2026, Siap Tantang ChatGPT dan Gemini

Pendekatan ini mencoba menyeimbangkan ambisi teknologi dengan keberlangsungan hidup para pekerja. Ini menjadi preseden kuat di Asia bahwa kemajuan tidak harus selalu datang dengan korban pemutusan hubungan kerja.

Sikap China yang melarang PHK karyawan karena digantikan AI ini menjadi sinyal penting bagi ekonomi global. Di satu sisi, perkembangan seperti robot humanoid F.03 membuktikan bahwa kemampuan mesin semakin sulit ditandingi manusia dalam pekerjaan fisik berulang. Namun, putusan hukum itu menunjukkan bahwa regulasi bisa hadir untuk memastikan inovasi tidak melindas hak dasar pekerja. Perdebatan ini akan terus mewarnai lanskap teknologi, mempertanyakan kembali ke mana arah etika otomatisasi akan membawa kita semua.

Tags:

AIChinahukum ketenagakerjaanotomatisasiPHKrobot humanoid
Author

Falah Malaika Az Zahra

Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga tren gadget penunjang produktivitas. Laporannya tidak hanya informatif, tetapi juga menangkap esensi dan energi kultur modern, menjadikannya rujukan yang tepercaya sekaligus menghibur bagi Gen Z dan Millenial.

Follow Me
Other Articles
Previous

Telkom Cetak Total Shareholder Return 35,7% di 2025, Transformasi TLKM 30 Jadi Kunci

Next

vivo dan Honor Ikuti Jejak Huawei Kembangkan Ponsel Lipat Layar Lebar

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • pexels photo 38281596
      55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 36095242
      Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 8799979
      Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 33061128
      Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 11855063
      Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026

    You May Have Missed

    pexels photo 38281596
    Game Trending

    55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36095242
    Music News

    Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 8799979
    News Sains

    Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 33061128
    Gadget News

    Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 11855063
    Music News

    Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 18441494
    Gadget News

    Logitech Luncurkan Mobi Fold, Mouse Lipat Ultra-Portable Pertama

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 20674548
    Sains Trending

    Pedesaan Jepang Sepi Ditinggal Warga, Populasi Rusa dan Babi Hutan Melonjak Tajam

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36231699 1
    Public Figure Trending

    Detail Kebaya Akad Nikah Jennifer Coppen, Perpaduan Adat Jawa dan Sentuhan Modern

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 35654096 1
    Film Trending

    Film EKSIL Gelar Pemutaran Khusus di Blok M, 4 Juli 2026

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026

    Kategori

    • Home
    • Anime & Manga
    • Film
    • Gadget
    • Game
    • Music

    Format

    • Article
    • News
    • Trending
    • Infographic
    • Video

    Link Penting

    • Tentang Goodside
    • Kebijakan Privasi
    • Kebijakan Cookie
    • Pedoman Media Siber
    Copyright 2026 — Goodside. All rights reserved.