Persaingan antar perusahaan kecerdasan buatan kini memasuki babak baru. Tidak lagi sekadar adu cepat menjawab pertanyaan atau membuat gambar paling realistis, model-model AI terkini diuji dengan parameter yang lebih gamblang: tes IQ manusia. Hasilnya mengejutkan, sejumlah AI tercatat memiliki skor yang jauh melampaui rata-rata kecerdasan manusia.
Metode Pengujian: Mensa Norway IQ Test
Lembaga pemantau AI, TrackingAI, menggunakan Mensa Norway IQ Test untuk mengukur kemampuan penalaran 26 model AI. Tes ini terdiri dari 35 soal pengenalan pola visual, di mana peserta harus menemukan hubungan antar bentuk, gambar, atau simbol untuk menentukan jawaban benar. Model AI dengan kemampuan vision menerima soal dalam bentuk gambar asli seperti manusia, sementara model non-vision diberikan versi teks yang mendeskripsikan gambar.
Aturan ketat diberlakukan: jika AI menolak menjawab atau tidak memberikan respons, pertanyaan diulang hingga sepuluh kali. Jawaban pada pengulangan terakhirlah yang dijadikan hasil akhir. Pendekatan ini memastikan semua model mendapat kesempatan yang setara.
Peringkat 10 Besar AI Paling Cerdas
Berdasarkan pengujian per April 2026, dua model AI berbagi takhta tertinggi: xAI Grok-4.20 Expert Mode (Vision) dan OpenAI GPT 5.4 Pro (Vision) sama-sama mencetak skor IQ 145. Posisi ketiga ditempati Google Gemini 3.1 Pro Preview (Vision) dengan skor 141, disusul OpenAI GPT 5.4 Thinking (Vision) dengan 139, dan OpenAI GPT 5.3 dengan 136.
Berikut daftar lengkap 10 besar AI berdasarkan skor IQ:
- xAI Grok-4.20 Expert Mode (Vision) – IQ 145
- OpenAI GPT 5.4 Pro (Vision) – IQ 145
- Google Gemini 3.1 Pro Preview (Vision) – IQ 141
- OpenAI GPT 5.4 Thinking (Vision) – IQ 139
- OpenAI GPT 5.3 – IQ 136
- xAI Grok-4.20 Expert Mode – IQ 133
- OpenAI GPT 5.4 Thinking – IQ 133
- Meta AI Muse Spark – IQ 133
- Google Gemini 3.1 Pro Preview – IQ 132
- Alibaba Qwen 3.5 – IQ 130
Di luar 10 besar, model populer lain tetap mencatatkan skor yang patut diperhitungkan. Claude 4.6 Opus milik Anthropic memperoleh IQ 130, DeepSeek R1 menyusul dengan 112, Bing Copilot di angka 101, dan Perplexity berada di 97. Menariknya, seluruh model di papan atas adalah versi vision, menunjukkan betapa kemampuan memahami gambar berperan besar dalam penalaran visual.
Melampaui Manusia, Tapi Belum Kalahkan Einstein
Sebagai perbandingan, rata-rata IQ manusia berada di kisaran 100. Skor 130 ke atas umumnya sudah masuk kategori “gifted” atau jenius. Capaian AI papan atas yang menyentuh 145 jelas berada jauh di atas rata-rata manusia. Namun, angka itu masih di bawah perkiraan IQ Albert Einstein yang diduga mencapai 160, menandakan masih ada ruang bagi mesin untuk mengejar pemikiran jenius manusia legendaris.
Mengapa Peringkat Ini Penting Bagi Pengguna
Daftar ini bukan sekadar ajang pamer perusahaan teknologi. Model-model yang masuk daftar adalah asisten digital yang semakin banyak diandalkan untuk pekerjaan kreatif, riset, hingga pengambilan keputusan. Peningkatan skor IQ menjadi indikator bahwa AI semakin andal memahami pola kompleks, yang kelak bisa berdampak langsung pada kualitas jawaban dan solusi yang diberikan kepada pengguna sehari-hari. Dengan laju perkembangan saat ini, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun mendatang asisten virtual yang kita pakai sudah melampaui kecerdasan mayoritas manusia.









