Kepala BRIN: Riset dan Inovasi Kunci Pacu Ekonomi Indonesia

goodside
5 Min Read

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan bahwa penguatan ekosistem riset dan inovasi merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang berubah cepat, inovasi tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan telah menjadi lokomotif baru pembangunan yang menentukan daya saing suatu bangsa.

Posisi Indonesia di Indeks Inovasi Global

Arif Satria menyoroti posisi Indonesia dalam Global Innovation Index (GII) yang masih menghadapi tantangan serius. Pada tahun 2024, Indonesia berada di peringkat 54, kemudian turun ke peringkat 55 pada tahun 2025. Penurunan ini menjadi sinyal bahwa percepatan penguatan ekosistem inovasi nasional tidak bisa ditunda lagi, baik dari sisi kebijakan, pendanaan, maupun kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, terdapat korelasi kuat antara tingkat inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Negara-negara dengan indeks inovasi tinggi umumnya memiliki tingkat produktivitas dan kesejahteraan yang lebih baik. “Negara dengan indeks inovasi tinggi biasanya juga memiliki pertumbuhan ekonomi yang kuat. Ini menunjukkan bahwa riset dan inovasi berperan besar dalam mendorong kemajuan ekonomi,” ujarnya. Oleh karena itu, BRIN memastikan penguatan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari riset dasar hingga hilirisasi.

Riset Fundamental sebagai Fondasi Teknologi Masa Depan

Arif menekankan bahwa riset fundamental tetap menjadi fondasi penting meskipun tidak selalu menghasilkan dampak instan. “Riset fundamental memang tidak selalu menghasilkan dampak langsung, tetapi menjadi dasar bagi pengembangan teknologi di masa depan,” katanya. Tanpa fondasi yang kokoh, inovasi terapan akan kehilangan arah dan kedalaman.

BRIN terus mendorong peningkatan produktivitas riset melalui publikasi ilmiah dan perolehan paten. Meski jumlah paten Indonesia menunjukkan tren peningkatan, negara ini masih tertinggal cukup jauh dibandingkan China, Amerika Serikat, dan Korea Selatan. Kesenjangan ini mendorong BRIN untuk mempercepat validasi dan komersialisasi hasil riset agar lebih banyak invensi anak bangsa yang terlindungi dan memberikan nilai ekonomi.

Fokus pada Sektor Strategis untuk Indonesia Emas 2045

Penguatan inovasi diarahkan pada sektor-sektor strategis yang berdampak luas dan sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Keenam sektor tersebut meliputi:

  • Pangan
  • Energi
  • Kesehatan
  • Pertahanan
  • Material maju
  • Transformasi digital

Pemilihan sektor-sektor ini bukan tanpa alasan. Masing-masing memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan memusatkan sumber daya pada bidang-bidang tersebut, BRIN berharap hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar menjawab persoalan nyata dan membuka peluang industri baru.

Rumah Inovasi Indonesia: Menjembatani Riset dan Industri

Untuk mempercepat pemanfaatan hasil riset, BRIN mengembangkan konsep Rumah Inovasi Indonesia sebagai pusat layanan terpadu. Platform ini dirancang untuk menghubungkan peneliti, pelaku industri, pemerintah, dan investor dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Langkah ini penting karena salah satu hambatan terbesar hilirisasi selama ini adalah minimnya jembatan antara dunia riset dan pasar.

Melalui Rumah Inovasi Indonesia, BRIN ingin menciptakan ruang kolaborasi yang memungkinkan hasil riset segera diuji, divalidasi, dan dikembangkan menjadi produk atau layanan yang siap dikomersialkan. Dukungan pendanaan dan pendampingan bisnis juga menjadi bagian dari layanan ini agar inovasi tidak berhenti di tahap prototipe.

Kesiapan Sosial: Menghindari Kesenjangan Teknologi

Di sisi lain, Arif Satria menyoroti pentingnya kesiapan sosial dalam menghadapi percepatan teknologi. Tanpa kesiapan masyarakat, kemajuan teknologi berisiko menimbulkan kesenjangan atau apa yang disebut sebagai cultural lag. “Pengembangan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan sosial. Jika tidak, akan muncul kesenjangan antara kemajuan teknologi dan kemampuan masyarakat dalam mengadopsinya,” tuturnya.

Karena itu, BRIN juga mendorong pengembangan riset sosial agar inovasi yang dihasilkan dapat diterima dan dimanfaatkan secara luas. Pendekatan ini memastikan bahwa teknologi baru tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga sesuai dengan nilai, kebiasaan, dan kapasitas masyarakat pengguna. Dengan demikian, manfaat inovasi bisa dirasakan oleh seluruh lapisan, bukan hanya segelintir pihak.

Penguatan ekosistem riset dan inovasi yang digaungkan BRIN bukan sekadar agenda kelembagaan, melainkan strategi fundamental untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan memperkuat fondasi riset, memfokuskan pada sektor strategis, membangun jembatan ke industri, serta menjaga kesiapan sosial, Indonesia bergerak menuju posisi yang lebih kompetitif di kancah global. Bagi masyarakat, ini berarti harapan akan hadirnya solusi-solusi inovatif yang lahir dari dalam negeri dan berdampak langsung pada kualitas hidup.

Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *