Skip to content
logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
Close

Search

pexels photo 5415445 2
AcademicNewsPublic Figure

Seabad Setahun Asrul Sani: Sosiolog UI Desak Kesejahteraan Seniman

By Falah Malaika Az Zahra
12 Juni 2026 3 Min Read
0

Peringatan Seabad Setahun Asrul Sani yang baru saja digelar tidak sekadar menjadi ajang nostalgia mengenang sosok sastrawan, sutradara, dan budayawan besar Indonesia. Momentum ini dimanfaatkan oleh Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Imam B. Prasodjo untuk menyuarakan keprihatinan mendalam tentang kesejahteraan para seniman dan intelektual tanah air. Imam mendesak pemerintah hadir dengan skema dana abadi dan dukungan nyata agar mereka bisa terus berkarya tanpa dibayangi kesulitan ekonomi.

Mengenang Asrul Sani: Seniman dan Intelektual Serba Bisa

Asrul Sani adalah nama yang tak terpisahkan dari sejarah sastra dan perfilman Indonesia. Lahir pada 10 Juni 1926 di Rao, Sumatera Barat, ia bersama Chairil Anwar dan Rivai Apin membentuk trio legendaris yang menghasilkan kumpulan puisi “Tiga Menguak Takdir”. Selain menulis sajak, Asrul juga menerjemahkan puluhan karya sastra dunia, menulis naskah drama, dan menyutradarai film-film ikonik seperti “Apa Jang Kautangisi” serta “Pagar Kawat Berduri”.

Perjalanan kreatifnya membuktikan bahwa seorang seniman bisa sekaligus menjadi intelektual publik yang berpengaruh. Sayangnya, di ulang tahunnya yang ke-100, kenyataan pahit masih menghantui banyak penerusnya. Banyak seniman dan akademisi di Indonesia yang hidup dalam kondisi serba pas-pasan meskipun telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk ilmu dan kebudayaan.

Keprihatinan terhadap Kesejahteraan Seniman

Dalam diskusi peringatan tersebut, Imam B. Prasodjo menyoroti betapa ironisnya situasi yang dialami para pekerja seni. Menurutnya, kontribusi mereka seringkali tidak sebanding dengan penghargaan yang diterima, terutama dari sisi finansial. Banyak pelukis, penulis, pemusik, dan pekerja teater yang harus berjuang keras memenuhi kebutuhan sehari-hari karena pendapatan dari seni tidak menentu.

“Seniman adalah aset bangsa yang menjaga jiwa dan identitas kita. Tanpa perlindungan sosial yang memadai, kita berisiko kehilangan talenta-talenta terbaik,” ujar Imam mengutip catatan dari acara tersebut. Ia menambahkan bahwa negara maju seperti Prancis dan Jerman sudah memiliki sistem dana abadi yang menjamin kesehatan dan masa tua para kreator.

Peran Dana Abadi dalam Mendukung Kreativitas

Dana abadi budaya menjadi salah satu solusi yang ditekankan oleh sosiolog UI itu. Konsepnya sederhana: pemerintah mengalokasikan sejumlah dana yang dikelola secara profesional, lalu hasil investasinya digunakan untuk memberikan tunjangan rutin, beasiswa, dan bantuan produksi bagi seniman. Skema ini bukan hanya melindungi kesejahteraan, tetapi juga memberi ruang bebas bagi seniman untuk bereksperimen tanpa tekanan komersial.

Imam mendesak agar Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Keuangan segera duduk bersama merumuskan regulasi yang memungkinkan dana abadi ini terwujud. “Kalau dana abadi untuk pendidikan bisa, mengapa untuk kebudayaan tidak?” tegasnya. Dengan keberadaan dana semacam itu, seniman tidak perlu terus-menerus mengemis proyek atau bergantung pada pesanan pasar yang seringkali membatasi kreativitas.

Dosen dan Intelektual Juga Butuh Perlindungan

Tak hanya seniman, perhatian Imam B. Prasodjo juga tertuju pada para dosen dan intelektual muda. Banyak di antara mereka yang harus bekerja sambilan karena gaji pokok sebagai pengajar tidak mencukupi. Kondisi ini menggerus waktu dan energi yang seharusnya dipakai untuk penelitian, menulis, dan mendidik generasi penerus.

Ia mencontohkan Asrul Sani yang sempat menjadi dosen di Fakultas Sastra UI dan tetap bisa produktif berkarya. Namun di era sekarang, dosen seringkali terbebani urusan administratif dan finansial sehingga sulit menghasilkan pemikiran kritis maupun karya ilmiah bermutu. “Negara harus hadir dengan skema insentif yang memanusiakan para pendidik,” kata Imam.

Harapan untuk Kebijakan Konkret

Peringatan Seabad Setahun Asrul Sani ini diharapkan tidak hanya berakhir sebagai seremoni. Desakan dari Imam B. Prasodjo dan komunitas kebudayaan seharusnya menjadi titik awal perbaikan kebijakan. Dukungan terhadap seniman dan intelektual bukanlah beban, melainkan investasi jangka panjang bagi peradaban bangsa.

Langkah kecil seperti pencairan tunjangan hari tua, akses jaminan kesehatan yang layak, hingga pendirian pusat kreatif di daerah-daerah bisa segera direalisasikan sambil menunggu dana abadi terbentuk. Generasi muda perlu melihat bahwa profesi seniman dan akademisi adalah pilihan yang dihargai dan dijamin masa depannya.

Dengan meneladani semangat Asrul Sani yang tak pernah lelah mencipta meski dalam keterbatasan, diharapkan pemerintah dan masyarakat bisa membangun ekosistem yang lebih adil. Kesejahteraan para penggerak budaya dan ilmu pengetahuan adalah fondasi bagi Indonesia yang berdaulat dalam pikiran dan rasa.

Tags:

Asrul Sanidana abadiImam B. Prasodjokesejahteraan senimanseniman Indonesiasosiolog UI
Author

Falah Malaika Az Zahra

Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga tren gadget penunjang produktivitas. Laporannya tidak hanya informatif, tetapi juga menangkap esensi dan energi kultur modern, menjadikannya rujukan yang tepercaya sekaligus menghibur bagi Gen Z dan Millenial.

Follow Me
Other Articles
pexels photo 10343714 1
Previous

OnePlus Turbo 6X & 6X Pro Resmi Meluncur, Andalkan Baterai Jumbo 8.000 mAh

pexels photo 36070381
Next

Sinopsis The Ugly (2026): Misteri Psikologis Ibu yang Hilang di Vidio

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • pexels photo 38281596
      55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 36095242
      Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 8799979
      Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 33061128
      Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 11855063
      Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026

    You May Have Missed

    pexels photo 38281596
    Game Trending

    55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36095242
    Music News

    Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 8799979
    News Sains

    Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 33061128
    Gadget News

    Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 11855063
    Music News

    Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 18441494
    Gadget News

    Logitech Luncurkan Mobi Fold, Mouse Lipat Ultra-Portable Pertama

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 20674548
    Sains Trending

    Pedesaan Jepang Sepi Ditinggal Warga, Populasi Rusa dan Babi Hutan Melonjak Tajam

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36231699 1
    Public Figure Trending

    Detail Kebaya Akad Nikah Jennifer Coppen, Perpaduan Adat Jawa dan Sentuhan Modern

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 35654096 1
    Film Trending

    Film EKSIL Gelar Pemutaran Khusus di Blok M, 4 Juli 2026

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026

    Kategori

    • Home
    • Anime & Manga
    • Film
    • Gadget
    • Game
    • Music

    Format

    • Article
    • News
    • Trending
    • Infographic
    • Video

    Link Penting

    • Tentang Goodside
    • Kebijakan Privasi
    • Kebijakan Cookie
    • Pedoman Media Siber
    Copyright 2026 — Goodside. All rights reserved.