
Syarat Ruben Onsu Sebelum Bahas Nafkah Rp200 Juta ke Sarwendah
Polemik rumah tangga antara Ruben Onsu dan Sarwendah terus bergulir meski keduanya telah resmi bercerai. Isu terbaru mencuat setelah Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, mengungkapkan satu syarat utama sebelum bersedia membahas lebih lanjut soal nafkah bulanan senilai Rp200 juta yang sempat tersendat.
Syarat Mutlak Ruben Onsu: Bertemu Sang Buah Hati
Ketegangan yang terjadi pasca-perceraian membuat komunikasi antara Ruben dan Sarwendah menemui jalan buntu. Menurut Minola Sebayang, langkah awal untuk meredakan situasi bukanlah membicarakan materi, melainkan memberikan akses kepada Ruben untuk berkumpul kembali dengan anak-anaknya. “Kalau memang menurut penilaiannya memang harusnya S meminta maaf kepada Ruben dan kemudian artinya itu membiarkan anak-anak berkumpul bersama dengan ayahnya,” ujar Minola menirukan keterangan kliennya.
Pihak Ruben menegaskan bahwa pertemuan dengan buah hati adalah kunci untuk membuka dialog mengenai persoalan lain. Tanpa adanya kejelasan waktu bersama anak, diskusi mengenai nafkah dan harta gana-gini dinilai tidak akan berjalan efektif. “Saya kira hal-hal yang lain akan mudah untuk dibicarakan,” tambahnya.
Skema Waktu Bersama yang Diusulkan
Untuk menciptakan keseimbangan, tim kuasa hukum Ruben Onsu telah menyiapkan skema pengasuhan yang terstruktur. Dalam usulan tersebut, Ruben menginginkan waktu kebersamaan sekitar dua hingga tiga hari dalam satu pekan. Pada momen itu, anak-anak akan menginap di rumah Ruben dan melakukan berbagai aktivitas berkualitas.
“Ruben punya waktu dua hari atau tiga hari dalam satu minggu. Jadi ya nginepnya di rumah, sama Ruben tiga hari. Quality time, jalan, makan, jemput sekolah, antar sekolah, tiga hari. Setelah itu kembali lagi ke rumah mamanya. Kan nggak sulit kan gitu loh maksudnya,” jelas Minola merinci. Sayangnya, hingga saat ini belum ada titik terang dari pihak Sarwendah untuk merealisasikan jadwal tersebut.
Evaluasi Nafkah Rp200 Juta dan Aset Bersama
Persoalan finansial menjadi sorotan setelah Ruben Onsu dikabarkan menunda pemberian nafkah. Kuasa hukumnya menyatakan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap alur pengeluaran dana tersebut perlu dilakukan. “Mengenai masalah penundaan uang nafkah juga mungkin akan mudah dibicarakan dan bagaimana cara menghitung uang nafkah yang fair,” katanya.
Minola menyoroti bahwa selama ini ada banyak pos pengeluaran yang dianggap tidak jelas peruntukannya. Selain nafkah, evaluasi juga akan menyasar harta gana-gini. Aset-aset yang masih memiliki beban kewajiban atau utang akan diatur kembali pengelolaannya agar lebih transparan. “Mana yang menjadi, yang sudah tidak dibebani kewajiban, dan mana yang masih dibebani kewajiban, bagaimana pengaturannya. Itu akan lebih mudahlah,” tegasnya.
Langkah Hukum Hak Asuh Anak Disiapkan
Di tengah upaya mediasi, Ruben Onsu juga mengambil langkah hukum yang lebih tegas. Ia dikabarkan tengah menyiapkan berkas gugatan untuk memperebutkan hak asuh anak. Langkah ini diambil karena Ruben mengendus situasi yang dinilai sudah tidak lagi kondusif bagi pertumbuhan dan masa depan buah hatinya.
Gugatan resmi tersebut dipastikan akan segera didaftarkan ke pengadilan begitu seluruh dokumen pendukung dan bukti-bukti tertulis dinyatakan lengkap oleh tim pengacara. Ini menandakan bahwa sang presenter tidak hanya menuntut pertemuan, tetapi juga kepastian hukum demi kesejahteraan psikologis sang anak.
Dinamika rumah tangga Ruben Onsu dan Sarwendah ini menjadi cerminan betapa kompleksnya urusan pasca-perceraian, terutama ketika menyangkut hak asuh dan pembagian finansial. Bagi publik, keterbukaan sikap Ruben yang memprioritaskan pertemuan dengan anak di atas penyelesaian materi menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis buah hati tetap menjadi fondasi utama dalam menyelesaikan konflik keluarga.








